Liga Inggris: 4 Pemain Chelsea yang Harus Bertanggung Jawab atas Kekalahan dari Southampton

Bola.com, Jakarta - Chelsea ditekuk Southampton dengan skor 1-2 dalam duel pekan ke-5 Premier League 2022/2023, Rabu (31/8/2022). Ada empat pemain yang harus bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Bertandang ke St Mary's Stadium, Chelsea coba mendominasi pertandingan, tapi Southampton tampil lebih agresif dan percaya diri di hadapan pendukung sendiri.

Raheem Sterling membawa Chelsea unggul lebih dahulu lewat golnya di menit ke-23. Namun, Southampton merespons cepat melalui gol Romeo Lavia (28') dan berbalik unggul lewat aksi Adam Armstrong (45+1').

Kekalahan ini kembali menjatuhkan Chelsea yang baru saja bangkit akhir pekan lalu. The Blues tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara, hanya 2 kemenangan dari 5 pertandingan.

Bola.com merangkum empat pemain yang harus bertanggung jawab atas kekalahan Chelsea dari Southampton. Siapa saja?

Kalidou Koulibaly

Derita Chelsea semakin parah usai Kalidou Koulibaly diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah pada menit ke-84 atas aksinya menghentikan laju Joe Gelhardt yang tengah melakukan manuver serangan balik. (AFP/Paul Ellis)
Derita Chelsea semakin parah usai Kalidou Koulibaly diganjar kartu kuning kedua yang berujung kartu merah pada menit ke-84 atas aksinya menghentikan laju Joe Gelhardt yang tengah melakukan manuver serangan balik. (AFP/Paul Ellis)

Thomas Tuchel secara terbuka menyoroti lini pertahanan Chelsea pada laga tersebut. Satu di antara pemain terburuk malam itu adalah Kalidou Koulibaly.

Berduet dengan Thiago Silva, Koulibaly seperti kaget dengan pakem empat bek yang kembali diperagakan Tuchel. Ia agaknya terbiasa dengan pola tiga bek.

Akibatnya, ia sering kehilangan konsentrasi dan malah membuka celah besar di lini pertahanan.

 

Ruben Loftus-Cheek

Cedera dan tak kunjung datangnya pemain incaran Tuchel membuat Chelsea tak punya banyak pilihan. Ruben Loftus-Cheek yang biasanya bisa diandalkan sebagai wing-back, gelandang, bahkan penyerang malam itu tak banyak memberikan dampak.

Ia kemudian ditarik keluar dan digantikan oleh Cesar Azpilicueta. Andai Loftus-Cheek tetap bermain dan Tuchel memaksakan pakem empat bek sejajar, mungkin akan ada lebih banyak gol yang bersarang ke gawang Edouard Mendy.

Mason Mount

<p>Mason Mount bisa dibilang menjadi salah satu pemain terbaik Chelsea pada musim ini. Penampilannya yang konsisten ditambah fleksibilitas sebagai pemain tengah, membuatnya menjadi pilihan utama Thomas Tuchel. Ia juga mampu&nbsp;berada di puncak daftar untuk sejumlah statistik Chelsea musim ini, termasuk gol terbanyak (10) dan assist terbanyak (15). Sejauh ini, Mount telah mencatatkan&nbsp;48 penampilan di semua kompetisi dengan 3.377 bagamenit bermain. (AFP/Oli Scarff)</p>

Mason Mount bisa dibilang menjadi salah satu pemain terbaik Chelsea pada musim ini. Penampilannya yang konsisten ditambah fleksibilitas sebagai pemain tengah, membuatnya menjadi pilihan utama Thomas Tuchel. Ia juga mampu berada di puncak daftar untuk sejumlah statistik Chelsea musim ini, termasuk gol terbanyak (10) dan assist terbanyak (15). Sejauh ini, Mount telah mencatatkan 48 penampilan di semua kompetisi dengan 3.377 bagamenit bermain. (AFP/Oli Scarff)

Meski mencatatkan assist, secara keseluruhan Mason Mount adalah satu di antara pemain terburuk Chelsea saat ditekuk Southampton.

Pergerakan sang gelandang tak beraturan dan tak jelas peran apa yang ia mainkan. Alih-alih serangan bertumpu padanya, Chelsea malah mengedepankan dua wing back sebagai poros penyerangan.

 

Kai Havertz

<p>Kai Havertz dari Chelsea, kanan, berebut bola dengan pemain Southampton Kyle Walker-Peters selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Southampton dan Chelsea di Stadion St Mary, Southampton, Inggris, Selasa, 8 Agustus. 30, 2022. (Foto AP/Ian Walton)</p>

Kai Havertz dari Chelsea, kanan, berebut bola dengan pemain Southampton Kyle Walker-Peters selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Southampton dan Chelsea di Stadion St Mary, Southampton, Inggris, Selasa, 8 Agustus. 30, 2022. (Foto AP/Ian Walton)

Pemain terakhir yang patut bertanggung jawab atas kekalahan Chelsea dari Southampton adalah Kai Havertz. Dipercaya sebagai juru gedor, ia justru tak mampu banyak berbuat.

Havertz banyak menyia-nyiakan peluang dan ketidaksanggupannya dalam membuka ruang membuat Chelsea mesti berpikir keras bagaimana melahirkan kesempatan.

Sumber: Berbagai sumber

Liga Inggris Eksklusif di Emtek

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.

Persaingan di Liga Inggris 2022/2023