Liga Inggris: 5 Faktor Ini Bikin MU Digadang-gadang Bakal Akhiri Paceklik Gelar pada Musim Depan

Bola.com, Jakarta - Manchester United menatap musim depan dengan optimistis. Di bawah asuhan manajer anyar Erik ten Hag, MU digadang-gadang bakal mengakhiri paceklik gelar.

Tim Setan Merah tampil melempem pada musim lalu. Manchester United gagal memenangkan satupun trofi, mulai dari Piala Liga Inggris, Piala FA, Premier League, dan Liga Champions.

Di ajang Premier League, MU hanya mampu finis di peringkat enam klasemen akhir. Alhasil, The Red Devils bakal absen di Liga Champions, dan berlaga di Liga Europa musim depan.

Situasi itu membuat puasa gelar Manchester United semakin panjang. MU terakhir kali memenangkan trofi juara adalah pada 2017, ketika memenangkan Liga Europa.

Jika kita bicara masalah trofi Premier League, puasa gelar MU jauh lebih lama. Andai akhir musim depan kembali gagal, Manchester United genap 10 tahun tak memenangkan trofi liga.

Erik Ten Hag yang ditunjuk sebagai manajer MU sadar penuh akan hal tersebit. Sang manajer akan mengupayakan agar dahaga trofi juara Manchester United berakhir pada musim ini.

Setidaknya ada lima alasan Manchester United berpotensi mengakhiri puasa gelar pada musim ini. Berikut ini ulasan selengkapnya.

 

Buka Lembar Baru

Cristiano Ronaldo baru saja menambah koleksi hattrick-nya bersama Manchester United di Liga Inggris saat menghadapi Norwich City (16/4/2022). Sejak era Premier League pada musim 1992/1993, MU memiliki 7 pemain sebagai pengoleksi hattrick terbanyak bagi Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)
Cristiano Ronaldo baru saja menambah koleksi hattrick-nya bersama Manchester United di Liga Inggris saat menghadapi Norwich City (16/4/2022). Sejak era Premier League pada musim 1992/1993, MU memiliki 7 pemain sebagai pengoleksi hattrick terbanyak bagi Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Alasan pertama mengapa Manchester United akan memenangkan trofi juara di musim 2022/2023, karena saat ini mengawali lembaran baru.

Di bawah komando Erik Ten Hag, MU akan move on dari performa buruk pada musim lalu. Sehingga mereka lebih termotivasi untuk meraih gelar juara pada musim ini.

Di sisi lain, para pemain diyakini bakal bekerja lebih keras pada musim ini. Mereka ingin merebut hati Ten Hag agar bisa jadi pemain inti Tim Setan Merah.

 

Spesialis Akhiri Paceklik Gelar

Ilustrasi - Erik ten Hag nuansa Manchester United (Bola.com/Lamya DInata/Adreanus Titus)
Ilustrasi - Erik ten Hag nuansa Manchester United (Bola.com/Lamya DInata/Adreanus Titus)

Manchester United juga bisa menatap optimistis musim depan. Pasalnya, sang manajer punya rekor yang bagus dalam memenangkan trofi juara.

Erik ten Hag punya rekam jejak yang apik di Ajax. Dia berhasil mempersembahkan lima trofi juara untuk tim papan atas di Liga Belanda itu.

Ten Hag juga sosok yang menyudahi puasa gelar Ajax di ajang Eredivisie yang berjalan lima tahun, dan puasa gelar KNVB Cup yang berjalan sembilan tahun. Jadi MU bisa berharap banyak kepada manajer berusia 52 tahun tersebut.

 

Rekam Jejak Bagus

Penyerang Manchester United (MU) Cristiano Ronaldo, kanan, berselebrasi setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Arsenal pada pekan ke-14 Liga Inggris 2021/2022 di Old Trafford, Jumat (3/11/2021) dini hari WIB. Dua gol Ronaldo membawa MU menang dramatis 3-2 atas Arsenal. (AP Photo/Dave Thompson)
Penyerang Manchester United (MU) Cristiano Ronaldo, kanan, berselebrasi setelah mencetak gol kedua timnya ke gawang Arsenal pada pekan ke-14 Liga Inggris 2021/2022 di Old Trafford, Jumat (3/11/2021) dini hari WIB. Dua gol Ronaldo membawa MU menang dramatis 3-2 atas Arsenal. (AP Photo/Dave Thompson)

Memenangkan Premier League mungkin bakal jadi tugas yang berat bagi Erik ten Hag pada musim perdananya bersama Manchester United. Namun, dia bisa fokus untuk memenangkan trofi-trofi selain liga.

Manchester United punya catatan yang sebenarnya tidak buruk-buruk amat di Piala FA dan Piala Liga Inggris. Beberapa tahun terakhir, MU selalu melangkah jauh di dua turnamen ini.

Dengan modal pengalaman tersebut, para pemain Manchester United lebih siap untuk menjadi juara pada musim 2022/2023.

 

Berkah Malam Jumat

Manchester United. Jose Mourinho mulai menangani Manchester United pada awal musim 2016/2017 usai meninggalkan Chelsea. Selama 2,5 musim membesut Setan Merah, ia langsung memberi 3 gelar juara pada musim debutnya, yaitu Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa. Gelar Liga Europa yang diraih MU merupakan gelar Eropa pertama yang diraih setelah 9 tahun lamanya puasa gelar saat merebut gelar Liga Champions di musim 2007/2008. (AFP/Paul Ellis)
Manchester United. Jose Mourinho mulai menangani Manchester United pada awal musim 2016/2017 usai meninggalkan Chelsea. Selama 2,5 musim membesut Setan Merah, ia langsung memberi 3 gelar juara pada musim debutnya, yaitu Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa. Gelar Liga Europa yang diraih MU merupakan gelar Eropa pertama yang diraih setelah 9 tahun lamanya puasa gelar saat merebut gelar Liga Champions di musim 2007/2008. (AFP/Paul Ellis)

Banyak yang menilai Manchester United rugi besar karena hanya bermain di Liga Europa. Namun tanpa disadari, bermain di liga 'Malam Jumat' ini jadi berkah tersendiri bagi MU.

Erik Ten Hag tidak perlu memaksa memainkan tim utamanya di turnamen ini. Ia bisa mengerahkan tim mudanya untuk bermain di turnamen ini, sementara pemain-pemain inti mendapatkan waktu untuk beristirahat.

Ini tidak bisa dilakukan MU jika lolos ke Liga Champions. Setiap pekan, MU harus menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Dengan bugarnya para pemain inti, kans Tim Setan Merah untuk menjuarai trofi juara lebih besar.

Selain itu kans Manchester United untuk memenangkan Liga Europa cukup besar mengingat persaingan di kompetisi ini tidak seketat Liga Champions dan Premier League. Belum lagi MU punya sejarah yang bagus di turnamen tersebut.

 

Ekspektasi Lebih Rendah

Akan tetapi, mental pemenang dan kaya pengalaman membuat Manchester United mampu membalikkan kedudukan. Marcus Rashford dan Harry Maguire berhasil mencetak gol yang membuat skor menjadi imbang 2-2. (Martin Rickett/PA via AP)
Akan tetapi, mental pemenang dan kaya pengalaman membuat Manchester United mampu membalikkan kedudukan. Marcus Rashford dan Harry Maguire berhasil mencetak gol yang membuat skor menjadi imbang 2-2. (Martin Rickett/PA via AP)

Alasan terakhir mengapa Manchester United berpotensi besar untuk memenangkan trofi juara adalah ekspektasi pada mereka yang rendah.

Ini disebabkan MU musim lalu bermain dengan buruk. Sementara itu, pada musim ini mereka punya manajer baru sehingga masih ada proses transisi di tim.

Alhasil, ekspektasi dari fans tidak terlalu tinggi kepada tim ini. Sehingga Manchester United bisa bermain lebih lepas di musim ini.

Selain itu ada kemungkinan di mana tim-tim lawan sedikit memandang remeh MU, karena periode transisi ini. Jadi Manchester United bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk merebut kemenangan.

 

Jadwal Pramusim Manchester United:

<p>Manchester United - Ilustrasi Logo Manchester United (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Manchester United - Ilustrasi Logo Manchester United (Bola.com/Adreanus Titus)

Bangkok, Thailand 12 Juli 2022

  • Manchester United Vs Liverpool

Melbourne, Australia 15 Juli 2022

  • Melbourne Victory Vs Manchester United

Melbourne, Australia 19 Juli 2022

  • Manchester United Vs Crystal Palace

Perth, Australia 23 Juli 2022

  • Manchester United Vs Aston Villa

Oslo, Norwegia 30 Juli 2022

  • Manchester United Vs Atletico Madrid

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Serafin Unus Pasi/Published: 22/06/2022)

Simak Posisi Akhir Manchester United Musim Lalu:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel