Liga Inggris: Arsenal Dihantam Masalah Finansial, Pinjam Dana Rp2,2 Triliun dari Bank

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Arsenal tidak lolos dari hantaman finansial akibat pandemi COVID-19. Mengambil tindakan cepat, manajemen Arsenal kemudian meminjam dana segar dengan nominal 120 juta pound atau sekitar 2,2 triliun rupiah dari Bank of England.

Arsenal menjadi satu di antara banyak klub yang menderita karena pandemi COVID-19. Klub London Utara itu harus memboyong pemain untuk mendukung Mikel Arteta. Sayangnya, situasi keuangan mereka tidak mendukung.

Kondisi Arsenal jelas tidak ideal. Mikel Arteta perlu segera mendatangkan pemain baru. Itulah yang membuat pihak klub sampai harus mendapatkan dana segar dengan mengajukan pinjaman dari bank.

Mengutip dari Goal International, peminjaman ini terhitung dalam jangka pendek dan hanya diloloskan karena ada faktor pandemi COVID-19. Arsenal harus mengembalikan pinjaman tersebut pada Mei 2021, dengan tambahan bunga yang tidak dijelaskan secara detail.

Sebelumnya, rival sekota Arsenal, Tottenham Hotspur, juga mengambil langkah yang sama pada musim panas 2020. Bahkan Spurs sampai meminjam sampai 175 juta pound atau sekitar 3,3 triliun rupiah.

Federasi sepak bola Inggris (FA) pun perlu meminjam uang dengan jumlah yang sama pada Desember 2020. Artinya, Arsenal bukan satu-satunya di Inggris yang sudah memperlihatkan dampak dari pandemi COVID-19 terhadap situasi klub.

Jangka Pendek

Para pemain Arsenal mengangkat trofi Piala FA setelah mengalahkan Chelsea pada pertandingan final Piala FA di stadion Wembley, London, Minggu (2/8/2020) dini hari. Arsenal juara Piala FA setelah menang dengan skor 2-1. (Catherine Ivill/Pool via AP)
Para pemain Arsenal mengangkat trofi Piala FA setelah mengalahkan Chelsea pada pertandingan final Piala FA di stadion Wembley, London, Minggu (2/8/2020) dini hari. Arsenal juara Piala FA setelah menang dengan skor 2-1. (Catherine Ivill/Pool via AP)

Pada pernyataan resminya, Arsenal menjelaskan pinjaman ini dibutuhkan oleh klub untuk menstabilkan aliran keuangan mereka saat ini.

"Kami mengambil pinjaman jangka pendek dengan nilai 120 juta pound untuk membantu mengelola sebagian dampak kerugian yang disebabkan oleh pandemi," bunyi pernyataan Arsenal.

"Pendekatan ini sudah diambil oleh banyak organisasi mayor di banyak industri, termasuk olahraga, dan bisa dibayar kembali pada Mei 2021 nanti," lanjut pernyataan tersebut.

Kesulitan Arsenal dapat dimaklumi. Data menjelaskan bahwa pada situasi normal, 24 persen pendapatan Arsenal datang dari penjualan tiket, sekarang sumber itu macet karena pertandingan tanpa penonton.

Bukan untuk Bursa Transfer?

Bek Arsenal, Kieran Tierney (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama timnya ke gawang West Bromwich Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 pekan ke-17 di Hawthorns Stadium, Sabtu (2/1/2021). Arsenal menang 4-0 atas West Bromwich Albion. (AFP/Rui Vieira/Pool)
Bek Arsenal, Kieran Tierney (tengah) melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama timnya ke gawang West Bromwich Albion dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 pekan ke-17 di Hawthorns Stadium, Sabtu (2/1/2021). Arsenal menang 4-0 atas West Bromwich Albion. (AFP/Rui Vieira/Pool)

Meski 120 juta pound terbilang besar, kabarnya Arsenal tidak akan menggunakan uang itu untuk pembelian pemain. Uang tersebut khusus digunakan untuk menstabilkan aliran keuangan klub.

Namun, The Gunners masih berupaya mendatangkan setidaknya satu pemain baru untuk Arteta pada bursa transfer Januari ini.

Tentunya dengan terlebih dahulu melepas sejumlah pemain untuk meringankan beban gaji.

Sumber: Arsenal

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, published 8/1/2021)

Video