Liga Inggris: Awas, Erik ten Hag Belum Tentu Cocok Menangani MU

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Awan gelap di atas Old Trafford seharusnya menghilang pada musim panas nanti. Sebab, ada sosok Erik ten Hag, manajer baru Manchester United (MU) yang datang dari Ajax.

MU resmi merekrut Erik ten Hag dengan durasi kontrak hingga 2025 pada Kamis (21/4/2022). Di dalam kontraknya, manajer asal Belanda itu berpeluang untuk bertahan lebih lama lagi.

Erik ten Hag menjadi manajer permanen MU kelima semenjak Sir Alex Ferguson pensiun pada 2013. Ia juga tercatat sebagai manajer asal Belanda kesembilan di Premier League.

Erik ten Hag akan mengusung proyek besar untuk mengembalikan kepercayaan diri skuad MU dan merancang tim juara dalam beberapa tahun ke depan. Masalahnya, tekanan di pundak ten Hag bisa begitu besar.

Satu-satunya jalan untuk mengubah wajah MU adalah dengan merombak total skuad yang ada. Beruntung, manajemen klub siap memberikan Erik ten Hag keleluasaan dalam manuver transfer. Well, Wallahu alam...

Enggak Mudah

<p>Manchester United - Ilustrasi Erik ten Hag. (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Manchester United - Ilustrasi Erik ten Hag. (Bola.com/Adreanus Titus)

Antonio Conte diminta berkomentar soal keputusan MU menunjuk Ten Hag. Dia tahu berita ini berita besar, bagaimanapun MU adalah klub top dunia.

"Jelas kita bicara soal klub besar, klub penting. Jangan lupa bahwa musim lalu MU finis di peringkat dua, lalu mengembangkan skuad dengan Varane, Sancho, dan Ronaldo," kata Conte.

"Aneh, mereka mengembangkan skuad tapi justru jadi lebih buruk dari musim lalu. Ini membuktikan betapa tidak mudahnya kompetisi di Inggris."

Sebab itu, Conte memperingatkan Ten Hag bahwa dia akan menghadapi tekanan besar. MU sudah terlalu lama tidak meraih trofi.

"Melatih di Inggris adalah pekerjaan besar bagi pelatih mana pun, levelnya begitu tinggi," sambung Conte.

"Ketika Anda melatih MU, tekanannya masif. Anda harus berjuang untuk meraih trofi. Tentu itu tidak mudah karena ada tim-tim lain yang punya keinginan sama," tandasnya.

Legenda MU, Bryan Robson, juga mengingatkan pelatih asal Belanda itu, bahwa menangani The Red Devils bukanlah hal yang mudah.

"Erik ten Hag akan dihadapkan dengan pekerjaan yang sangat sulit di United," ujar legenda MU itu kepada Daily Mail.

"Memang ada tekanan untuk terus menang dalam setiap pekannya di Ajax. Namun situasinya bakal berbeda di United," ujar Robson.

"Ekspektasi di klub ini jauh lebih besar dari yang ia hadapi di Ajax. Ketika ia melangkah di Old Trafford, ia bakal tahu bahwa tuntutan di klub ini tidak main-main," lanjutnya.

Harus Siap Dibanding-bandingkan dengan Sir Alex

<p>Erik ten Hag - Pria berkepala plontos ini sukses mengharumkan Ajax Amsterdam dengan sederet prestasi seperti gelar juara Eredivisie hingga KNVB Cup. Dengan kepiawaiannya meramu tim, pelatih berusia 51 tahun itu sepertinya layak menjadi pengganti Koeman di Barcelona. (AFP/Christof Stache)</p>

Erik ten Hag - Pria berkepala plontos ini sukses mengharumkan Ajax Amsterdam dengan sederet prestasi seperti gelar juara Eredivisie hingga KNVB Cup. Dengan kepiawaiannya meramu tim, pelatih berusia 51 tahun itu sepertinya layak menjadi pengganti Koeman di Barcelona. (AFP/Christof Stache)

Bryan Robson dan Antonio Conte tidak sembarangan ketika mengatakan kalau tekanan ketika melatih MU sangatlah besar. Menengok empat manajer permanen sebelumnya, kenyataannya memang demikian.

Setiap ada manajer baru di Old Trafford, publik bakal langsung membanding-bandingkannya dengan Sir Alex Ferguson. Ini terdengar klise, tapi peninggalan pria asal Skotlandia itu sangatlah tinggi.

Standard tinggi yang telah 'ditetapkan' oleh Sir Alex membuat semua penerusnya tidak akan merasa nyaman. Padahal, saat kali pertama datang ke MU, Fergie pun sebetulnya butuh waktu bertahun-tahun untuk mendominasi Liga Inggris.

Rasa ketidaknyamanan inilah yang bisa membuat Erik ten Hag berada dalam tekanan tak henti. Jose Mourinho dan Louis van Gaal saja kesulitan mengeluarkan kualitasnya, apalagi, mohon maaf, Ten Hag yang belum benar-benar telah menunjukkan tajinya di Benua Biru.

Selain itu, Liga Belanda tidaklah seketat Liga Inggris. Dominasi Ajax di sana begitu tebal sehingga parameter sukses Ten Hag tidak bisa serta merta disamaratakan.

Benar bahwa Erik ten Hag mampu membuat Ajax menjadi kekuatan yang layak diperhitungkan di Eropa. Apalagi ia selalu berhasil menjaga konsistensi timnya meski satu per satu pemain bintangnya dicomot klub lain, sebut saja Donny van de Beek misalnya.

Yang jelas, mental Erik ten Hag bakal diuji betul sejak hari pertama menangani MU musim depan.

Doyan Kembangkan Pemain Muda, Filosofi yang Tidak Mencerminkan MU

<p>Kunci dibalik penampilan impresif Ajax Amsterdam adalah pelatih mereka, Erik ten Hag. Pria asal Belanda tersebut mampu memoles talenta-talenta pemainnya agar mampu tampil impresif. Berikut 5 pemain Ajax yang bersinar di bawah asuahn Erik ten Hag pada musim ini. (AFP/ANP/Remko De Waal)</p>

Kunci dibalik penampilan impresif Ajax Amsterdam adalah pelatih mereka, Erik ten Hag. Pria asal Belanda tersebut mampu memoles talenta-talenta pemainnya agar mampu tampil impresif. Berikut 5 pemain Ajax yang bersinar di bawah asuahn Erik ten Hag pada musim ini. (AFP/ANP/Remko De Waal)

Berbeda dengan Chelsea, Man City, dan terutama Arsenal, MU sangat jarang berinvestasi pada pemain muda, atau setidaknya mengembangkan pemain dari akademi klub. Tengok saja perekrutan dalam beberapa tahun belakangan.

Edinson Cavani, Cristiano Ronaldo, Raphael Varane, atau jangan lupakan Odion Ighalo yang datang sebagai pemain pinjaman. Semua pemain itu sudah tak bisa dibilang muda.

Memang ada sosok Anthony Elanga yang belakangan ini sering menjadi starter, tapi selebihnya nyaris tidak ada regenerasi. Amad Dialo pun akhirnya disekolahkan.

Ini bertolak belakang dengan cara Erik ten Hag melatih, yakni suka memberikan kepercayaan kepada pemain muda. Ia beruntung karena Ajax adalah gudangnya wonderkid, tapi apa yang bisa ia lakukan di MU nanti?

Jika Ten Hag benar-benar diberi keleluasaan untuk memilih siapa pemain yang dibutuhkannya, ada kemungkinan ia bakal merekrut beberapa pemain dari Ajax, atau minimal pemain yang pernah ia orbitkan.

Di MU saat ini, ada Donny van de Beek yang justru gagal total sehingga dipinjamkan menuju Everton. Padahal, saat masih di Ajax, ia adalah gelandang dengan potensi kelas dunia.

Jadi, bagaimana MU? Siap memberikan apapun kemauan Erik ten Hag?

Posisi MU Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel