Liga Inggris: Cristiano Ronaldo ke Manchester United Hanyalah Udang di Balik Batu?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Manchester United secara mengejutkan sukses mendaratkan Cristiano Ronaldo dari Juventus, Jumat (27/8/2021). Apakah ini murni demi perbaikan kualitas tim atau ada hal lain?

Secara emosional dan komersial, hadirnya Cristiano Ronaldo adalah sesuatu yang fenomenal. Suporter Manchester United pun, tak heran, menyambutnya dengan senyum lebar.

Toh meski pernah beberapa kali berjumpa United dengan balutan seragam klub lain, seperti Real Madrid misalnya, Ronaldo selalu disambut baik oleh publik Old Trafford.

Yang membuatnya lebih spesial adalah United mengalahkan Manchester City dalam perburuan Ronaldo, walaupun ada 'bantuan' dari pihak-pihak lain mulai dari Sir Alex Ferguson hingga Bruno Fernandes.

Aura yang dipancarkan dari hadirnya Ronaldo ke United sama seperti ketika Lionel Messi diperkenalkan di PSG. Keduanya sama-sama ikon olahraga, superstar, dan pemain yang menorehkan tinta emas di lapangan hijau.

Tapi dari sisi teknis, perekrutan Cristiano Ronaldo sama saja Manchester United 'mengakui kekalahan'. Padahal Ole Gunnar Solskjaer digadang-gadang sedang membangun dinasti baru dengan darah muda, sebut saja Mason Greenwood, Daniel James, Amad Diallo, sampai Facundo Pellistri.

Membeli Suporter dengan Nama Besar?

Striker Manchester United, Edinson Cavani, melakukan selebrasi bersama Marcus Rashford usai mencetak gol ke gawang Southampton pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (2/2/2021). Setan Merah menang dengan skor 9-0. (Laurence Griffiths/Pool via AP)
Striker Manchester United, Edinson Cavani, melakukan selebrasi bersama Marcus Rashford usai mencetak gol ke gawang Southampton pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (2/2/2021). Setan Merah menang dengan skor 9-0. (Laurence Griffiths/Pool via AP)

Ronaldo adalah seorang fenomena, tapi tahun depan usianya sudah 37. Banyak memang atlet gaek seperti Rafael Nadal yang tetap menjaga performa emasnya pada usia senja dalam olahraga, tapi apakah CR7 masih tetap prima?

Tiga tahun bersama Juventus menunjukkan bahwa Ronaldo hampir tak ada bedanya dengan masa-masa keemasannya. Sayang, meski torehan golnya tetap banyak, gelar juara Liga Italia terputus musim lalu.

Nostalgia adalah hal yang indah, dan mungkin sepanjang masa kontraknya di Manchester United, akan ada hal-hal indah lagi tercipta. Yakin boleh saja, realita urusan belakangan.

Di sisi lain, perekrutan Ronaldo bak melambangkan kekalahan tersendiri. Manchester United seperti tak bisa lepas dari kejayaan di masa lampau. Untung saja mereka tidak sekalian menjadikan Sir Alex Ferguson sebagai manajer lagi, sebab kalau begitu sih sama saja era post-Fergie gagal total, kan?

Meski hadirnya Ronaldo memunculkan romantisme dalam sepak bola, ini juga membuktikan bahwa manajemen klub dibutakan oleh kepentingan reputasi dan kekuatan. Dulu Falcao dan Ibrahimovic, sekarang Cavani dan Ronaldo.

Demi nama reputasi klub, pemain hebat di era lawas didatangkan. Embel-embel 'bintang lapangan hijau' jadi entitas yang dicanangkan manajemen klub tak peduli pemain-pemain tersebut sudah menguning dan bakal kering.

"Mungkin saya sinis, tapi ada cara yang lebih baik yang bisa dilakukan manajemen klub untuk membeli suporter dengan nama besar. Sekarang tak ada lagi gaung 'Glazers Out!' karena sudah ada Ronaldo. Sama seperti #FSGout yang disuarakan suporter Liverpool hanya karena tak ada perekrutan canggih selama bursa transfer musim panas ini," kata Oliver Holt dari Daily Mail.

Mencontoh Chelsea

Romelu Lukaku melakukan debut keduanya bersama Chelsea dengan gemilang usai menyumbang 1 gol dalam kemenangan 2-0 atas tuan rumah Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2021/2022 di Emirates Stadium, Minggu (22/8/2021). (Foto: AP/Ian Walton)
Romelu Lukaku melakukan debut keduanya bersama Chelsea dengan gemilang usai menyumbang 1 gol dalam kemenangan 2-0 atas tuan rumah Arsenal dalam laga lanjutan Liga Inggris 2021/2022 di Emirates Stadium, Minggu (22/8/2021). (Foto: AP/Ian Walton)

Ronaldo adalah hadiah yang mewah, tetapi dia belum tentu menjadi bagian terakhir dalam teka-teki untuk Ole Gunnar Solskjaer. Dia tidak memperbaiki masalah United, lain cerita dengan penandatanganan Romelu Lukaku yang didatangkan untuk menyelesaikan masalah Chelsea.

United melewati bursa transfer musim panas ini dengan baik. Penandatanganan Jadon Sancho dan Raphael Varane adalah kualitas nyata yang akan meningkatkan tim utama.

Ronaldo adalah akuisisi yang paling menarik, tetapi dia juga yang terlemah. Sebabnya, ketika Anda mencoba menilai penandatanganan Ronaldo melalui prisma rasionalitas daripada emosi, ini terasa seperti langkah mundur.

Saat Juventus merekrut Ronaldo, tujuannya jelas, yakni juara Liga Champions. Alih-alih, jangankan juara Champions, mempertahankan dominasi 10 tahun di Liga Italia saja kandas dari Inter Milan musim lalu.

Lantas, buat apa Cristiano Ronaldo wahai Manchester United? Sentimen memperbaiki hubungan Glazers dengan suporter atau nyata demi memperbaiki kualitas tim?

Peta Persaingan di Liga Inggris

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel