Liga Inggris: Dilema Solskjaer Memilih Starting XI Manchester United, Bikin Pusing Tujuh Keliling

·Bacaan 2 menit
Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer (Carl Recine/Pool via AP)
Manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer (Carl Recine/Pool via AP)

Bola.com, Jakarta - Laju Manchester United di semua ajang kompetisi akhir-akhir ini cukup mengesankan. Namun, fakta itu ternyata berefek ganda.

Di satu sisi, Ole Gunnar Solskjaer senang Setan Merah membukukan tren positif. Namun, ia punya tugas yang tidak mudah jelang duel lawan Arsenal. Hasil apik pada empat laga terakhir membuat Solskjaer justru kesulitan memilih starting XI.

Manchester United akan menjamu Arsenal pada pekan ketujuh Premier League musim 2020/2021. Duel ke-100 antara kedua tim akan digelar di Old Trafford, Minggu (1/11/2020) malam WIB.

United menatap laga melawan The Gunners dengan percaya diri. Sejak dibantai Tottenham dengan skor 1-6, United tidak pernah kalah. United tiga kali menang dan sekali imbang.

Pada laga terakhir, Red Devils menang dengan skor 5-0 melawan RB Leipzig di Liga Champions. Marcus Rashford dan kawan-kawan pun menjadi tim pertama yang mampu mengalahkan RB Leipzig musim ini.

Solskjaer kini dihadapkan pada banyak pilihan pemain jelang duel melawan Arsenal. Bahkan, bukan hanya soal pemilihan pemain, tetapi juga tentang pemilihan formasi.

Fred dan Scott McTominay tampil bagus. Keduanya memaksa Paul Pogba dan Nemanja Matic duduk di bangku cadangan pada beberapa laga penting. Juan Mata pun patut dipertimbangkan.

"Saat ini, kami melihat skuad Manchester United yang seharusnya. Sebab, saya punya kesempatan, saya punya persaingan untuk mendapat tempat di tim utama," ucap Solskjaer.

"Setiap yang yang sukses pada era sepak bola modern selalu punya opsi mengistirahatkan pemain kuncinya. Kami harus melakukan rotasi," sambung mantan pelatih Molde tersebut.

Skuad yang Mampu Juara

Solskjaer cukup percaya diri dengan skuad yang dimiliki saat ini. United punya kedalaman skuad yang bagus. Solskjaer yakin ini adalah tim yang bisa bersaing untuk gelar, bukan hanya di Premier League, tetapi juga Liga Champions.

"Itu [kedalaman skuad] mungkin satu-satunya cara Anda bisa bertahan di liga paling ketat di dunia. Bagi saya, juga dengan kontestan Liga Champions lain, dan Anda yang ingin meraih trofi, saya pikir kedalaman skuad adalah kekuatan besar untuk bersaing meraih juara," kata Solskjaer.

Sumber: SportsMole

Disadur dari: Bola.net (Penulis Asad Arifin, published 1/11/2020)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini