Liga Inggris: Efek Jadwal Padat, Kasus Cedera Otot Naik 16 Persen

·Bacaan 1 menit

Bola.com, London - Pandemi virus corona yang sempat menghentikan aktivitas sepak bola internasional, berdampak kepada padatnya jadwal pertandingan yang harus dihadapi pemain saat ini.

Contohnya sekarang. Liga memang sedang jeda. Tapi pemain yang memperkuat tim nasional harus menunaikan tugas ketika jeda internasional. Efek jadwal padat pun meningkatkan angka kasus cedera.

Hal di atas terbukti jika melihat data milik premierinjuries.com yang dikutip Bola.com dari ESPN. Dari data tersebut terkuak hingga sekarang ada 103 kasus cedera otot di Liga Inggris 2020/2021.

Angka 103 kasus merupakan peningkatan sebesar 16 persen dibandingkan jumlah pertandingan sama musim sebelumnya. Sejauh ini, sang juara bertahan, Liverpool jadi tim paling terpukul dengan kasus cedera.

Kini tercatat ada delapan pemain senior The Reds dibebat cedera setelah melewati delapan laga Liga Inggris musim ini. Di belakang Liverpool ada Leicester City dan Manchester United masing-masing memiliki tujuh kasus cedera.

Harus Ada Solusi

Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold, tergeletak cedera. (Shaun Botterill/Pool via AP)
Bek Liverpool, Trent Alexander-Arnold, tergeletak cedera. (Shaun Botterill/Pool via AP)

Ilmuwan olahraga Dr. Tom Little pun menilai kasus peningkatan cedera otot sebesar 16 persen di Liga Inggris musim ini ketimbang jumlah laga sama musim lalu merupakan sebuah hal penting.

Dia menyebut semua pemangku kepentingan harus segera duduk bersama mencarikan solusi. "Ini situasi sulit," kata Dr. Tom Little.

"Tidak diragukan lagi bahwa angka 16 persen adalah signifikan, dan itulah alasan orang bereaksi dan mencari solusi," lanjutnya.

Peningkatan kasus cedera di Liga Inggris musim ini sudah diprediksi oleh Dr. Tom Little pada Juni 2020. Kala itu ia menyebut semua pemain top harus menghadapi situasi sulit dari sudut pandang mentalitas dan fisik sehingga kans mengalami cedera begitu tinggi.

Sumber: ESPN

Saksikan Video Pilihan Kami: