Liga Inggris: Ketajaman Romelu Lukaku Hilang, Ini yang Harus Dilakukan Thomas Tuchel

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Sejak didatangkan dari Inter Milan pada musim panas lalu, Romelu Lukaku sudah mencetak empat gol di semua kompetisi. Namun, belakangan pemain asal Belgia itu kesulitan untuk mencetak gol bagi The Blues. Apa yang salah?

Romelu Lukaku hingga saat ini sudah tercatat mencetak empat gol, masing-masing satu gol saat Chelsea menang 2-0 atas Arsenal pada 22 Agustus, dua gol saat Chelsea menang 3-0 atas Aston Villa pada 11 September, dan satu gol ketika Chelsea menang 1-0 atas Zenit di Liga Champions pada 14 September 2021.

Namun, setelah itu Romelu Lukaku bermain dalam lima pertandingan bersama Chelsea di semua kompetisi tanpa mencetak gol. Ketajaman pemain asal Belgia itu pun mulai diragukan lagi.

Padahal ketika masih memperkuat Inter Milan, Romelu Lukaku mampu mencetak 30 gol lebih dalam dua musim di Giuseppe Meazza. Antonio Conte, pelatihnya di Inter Milan, mengungkapkan bagaimana karakter Romelu Lukaku.

"Dia adalah penyerang yang paling sulit untuk dihadapi. Tapi, saya pikir Chelsea belum menemukan cara untuk mengeluarkan performa terbaiknya," ujar Conte ketika menjadi pundit sepak bola ketika Chelsea menghadapi Juventus di Liga Champions.

"Dia adalah striker yang sangat spesifik. Membawa Romelu Lukaku ke dalam kotak, ia adalah striker yang berbahaya. Namun, ketika ia mulai dari lini tengah, ia sangat cepat. Sangat sulit menemukan pemain yang bisa menjadi targetman tapi juga bisa berlari dari lini tengah," lanjutnya.

Chelsea belum melihat aspek terakhir dari permainan Romelu Lukaku yang diungkapkan oleh Antonio Conte sejak ia kembali dari Inter Milan. Ia lebih sering berada di tengah lapangan, menjadi seorang striker yang ditempatkan di antara bek tengah dan menciptakan ruang untuk pemain yang berada di belakangnya untuk lebih berkembang.

Kurang Suplai

Romelu Lukaku sempat membuat gol pada menit ke-35 namun dianulir karena terlebih dahulu terperangkap offside sebelum menerima umpan dari Antonio Ruediger. (AP/Kirsty Wigglesworth)
Romelu Lukaku sempat membuat gol pada menit ke-35 namun dianulir karena terlebih dahulu terperangkap offside sebelum menerima umpan dari Antonio Ruediger. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Inilah yang membuat Romelu Lukaku kerap terisolasi dalam beberapa pertandingan terakhir, di mana kemampuan mengancamnya mampu diatasi tim lawan.

Tanpa mencetak gol, di mana Lukaku juga hanya mencatatkan dua shot on goal dalam enam laga terakhirnya bersama Chelsea di semua kompetisi menjadi catatan tersendiri.

Alasan utamanya adalah suplai bola. Kai Havertz dan Hakim Ziyech tidak dalam performa terbaiknya pada musim ini, sementara Christian Pulisic dan Mason Mount sama-sama absen karena cedera.

Sementara itu, Timo Werner lebih seperti seorang pemain yang mengandalkan kecepatan ketimbang sebagai kreator peluang.

Jika peluang dibuat untuk Lukaku, dia akan memaksimalkannya. Ia telah menccetak tiga gol di Premier League sejauh ini dan dia adalah seorang finisher yang bisa diandalkan.

Namun, kenyataannya Lukaku bisa lebih dari sekadar poacher di kotak penalti dan targetman jika diberikan kesempatan untuk menjauhi posisi No 9.

Kesulitannya Lukaku sejauh ini mencerminkan bagaimana peran yang terbatas membuatnya juga terbatasi untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih besar untuk Chelsea.

Thomas Tuchel Harus Sedikit Melepaskan Romelu Lukaku

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, melakukan selebrasi usai Kai Havertz mencetak gol ke gawang Manchester City pada laga final Liga Champions di Stadion Dragao, Minggu (30/5/2021). Chelsea sementara unggul 1-0 di babak pertama. (Pierre Philippe Marcou/Pool via AP)
Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, melakukan selebrasi usai Kai Havertz mencetak gol ke gawang Manchester City pada laga final Liga Champions di Stadion Dragao, Minggu (30/5/2021). Chelsea sementara unggul 1-0 di babak pertama. (Pierre Philippe Marcou/Pool via AP)

Romelu Lukaku baru memainkan enam pertandingan bersama Chelsea di Premier League, termasuk menghadapi Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Manchester City. Namun, Chelsea belum benar-benar mendapatkan versi terbaik dari Lukaku.

Thomas Tuchel harus sedikit melepaskan sang striker. Manajer asal Jerman itu membuktikan pemain di lini depan Chelsea bisa saling bertukar posisi dan menciptakan masalah pertahanan yang konstan dan tak diragukan lagi Romelu Lukaku bisa lebih baik jika cara tersebut digunakan lagi.

"Saya harus menggunakan semua kemampuan saya untuk memastikan saya dapat membantu tim semaksimal mungkin," ujar Lukaku saat perkenalannya bersama Chelsea pada Agustus 2021 lalu.

Artinya, Thomas Tuchel harus memastikan pemain Belgia itu diberikan kesempatan untuk melakukan hal tersebut dalam beberapa pekan ke depan.

Sumber: Football London

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel