Liga Inggris: Kualitas Manchester United di Bawah Naungan Ralf Rangnick Dianggap Sama Saja dengan Era Ole Gunnar Solskjaer

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Manchester United, Ralf Rangnik kini mulai menjadi sasaran kritik, atas kiprah timnya yang belum menunjukkan hasil memuaskan. Terbaru adalah kekalahan memalukan yang menimpa tim berjulukan Setan Merah.

Manchester United dipermalukan tamunya Wolverhampton 0-1 pada lanjutan Liga Inggris 2021/2022 pekan ke-19 di Old Trafford, Selasa (4/1/2022) dini hari WIB. Gol tunggal Jose Moutinho, sudah cukup membuat Man United tersandung di rumahnya sendiri.

Kritikan tajam kini datang dari sang mantan pemain Manchester United di era 1990-an, Paul Ince. Ia menilai permainan Cristiano Ronaldo dkk tidak mengalami perkembangan, bahkan dengan adanya pelatih baru yaitu Ralf Rangnick.

Performa Man United tidak terlihat garang. Mereka membiarkan sang tamu melepaskan total 19 tembakan, enam di antaranya menemui sasaran.

Lini belakang Manchester United tak sanggup membendung gempuran Wolves terlalu lama. Pada menit ke-82, gawang yang dikawal David de Gea bergetar karena sepakan Joao Moutinho yang membuat Wolves unggul 1-0.

Wolves dikenal lemah dalam urusan menyerang, tapi sangat handal ketika bertahan. Tidak heran kalau pasukan Bruno Lage tersebut berhasil mempertahankan keunggulan sampai wasit meniupkan peluit panjang.

Ingat Pendahulunya

Ole Gunnar Solksjaer memberikan selamat kepada pemain Manchester United setelah mengalahkan Istanbul Basaksehir di ajang Liga Champions. (Oli SCARFF / AFP)
Ole Gunnar Solksjaer memberikan selamat kepada pemain Manchester United setelah mengalahkan Istanbul Basaksehir di ajang Liga Champions. (Oli SCARFF / AFP)

Barisan mantan pelatih Manchester United, terutama sejak Sir Alex Ferguson cabut tahun 2013 lalu, tahu persis bagaimana publik akan memandang setelah kekalahan diterima. Rangnick pun akhirnya merasakan komentar pedas publik.

Kritikan datang bertubi-tubi dan mengarah ke pria berdarah Jerman tersebut. Paul Ince berkata bahwa mantan klubnya tidak berkembang di bawah arahan Rangnick.

"Kalau saya harus berkata benar-benar jujur, tidak," kata Ince ketika ditanya soal adanya perkembangan Manchester United sejak dipegang Rangnick kepada Sky Sports.

Ince mengaku teringat dengan masa kepelatihan Ole Gunnar Solskjaer. "Ole masuk, jadwal yang bagus, mengubah sistem, mengubah beberapa hal tertentu, membahagiakan tim dan mulai memenangkan pertandingan," lanjutnya.

Tidak Berkembang

Gelandang Wolverhampton Wanderers Joao Moutinho mencetak gol pertama untuk timnya ke gawang Manchester United (MU) dalam pekan ke-22 Liga Primer Inggris di Old Trafford, Selasa (4/1/2022) dini hari WIB. MU takluk 0-1 saat menjamu Wolves. (AP Photo/Dave Thompson)
Gelandang Wolverhampton Wanderers Joao Moutinho mencetak gol pertama untuk timnya ke gawang Manchester United (MU) dalam pekan ke-22 Liga Primer Inggris di Old Trafford, Selasa (4/1/2022) dini hari WIB. MU takluk 0-1 saat menjamu Wolves. (AP Photo/Dave Thompson)

Harapan meninggi setelah Solskjaer mempersembahkan sederet kemenangan buat Manchester United. Tapi pada akhirnya, pelatih berkebangsaan Norwegia tersebut dipecat karena tidak memberikan hasil yang memuaskan di musim ini.

"Saya pikir kami semua tertipu dengan fakta bahwa ini cara yang tepat untuk maju dan kami membuat kemajuan. Saya memiliki perasaan yang sama dengan sekarang," Ince menambahkan.

"Jadwal pertandingan yang Ralf jalani adalah jadwal yang sempurna buat pelatih manapun yang menukangi klub besar seperti Manchester United. Performanya sungguh biasa saja," tutur Paul Ince.

"Jika anda bisa bertanya kepada fans Manchester United mana pun yang duduk di sana sekarang dan paham sepak bola, apakah anda melihat perkembangan dalam apa yang kami lihat di lima laga terakhir? Anda harus menjawab tidak," tutupnya.

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, published 4/1/2022)

Yuk Tengok Peringkat Manchester United di Liga Inggris

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel