Liga Inggris: Manchester City Minim Pilihan Striker, Salah Strategi Transfer?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Manchester - Manchester City kesulitan membobol gawang lawan pada musim ini. Banyak yang menganggap tumpulnya serangan Man City karena minim pilihan striker.

City merupakan satu di antara klub Eropa yang boros pada bursa transfer musim panas tahun ini. Manajemen Manchester City menghabiskan dana hingga 127,5 juta euro untuk mendatangkan dua pemain.

Kedua pemain tersebut adalah Jack Grealish yang ditebus dari Aston Villa dengan harga 117,5 juta euro dan Kayky dari Fluminense dengan banderol 10 juta euro.

Manchester City juga sempat dikaitkan dengan sejumlah striker top Eropa pada awal musim ini, mulai dari Erling Haaland, Harry Kane, Cristiano Ronaldo, hingga Lionel Messi.

Namun sampai bursa transfer ditutup, tidak ada satu pun dari nama-nama tersebut yang mendarat di Stadion Etihad. Padahal, Manchester City membutuhkan striker anyar setelah tak memperpanjang kontrak Sergio Aguero.

Hanya Punya Satu Striker

Memasuki babak kedua, Gabriel Jesus hampir membuat timnya unggul 3 gol pada menit ke-55. Melalui aksinya melewati beberapa pemain Norwich, ia mampu melepaskan tendangan ke gawang The Canaries. Sayang, tendangannya masih melebar. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Memasuki babak kedua, Gabriel Jesus hampir membuat timnya unggul 3 gol pada menit ke-55. Melalui aksinya melewati beberapa pemain Norwich, ia mampu melepaskan tendangan ke gawang The Canaries. Sayang, tendangannya masih melebar. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

Situasi tersebut membuat Manchester City hanya memiliki satu striker murni pada musim ini, yakni Gabriel Jesus. Hanya mengandalkan Gabriel, The Citizens mengawali musim 2021/2022 dengan kurang meyakinkan.

Dalam dua pertandingan pertama, Manchester City menelan kekalahan, yakni kontra Leicester City (1-0) di Community Shield dan melawan Tottenham Hotspur (1-0) di Premier Laegue.

Namun dalam empat pertandingan berikutnya, Manchester City berhasil menyapu bersih kemenangan. City menang atas Norwich City (5-0), Arsenal (5-), Leicester City (0-1), dan RB Leipzig (6-3).

The Citizens juga mendulang 17 gol dan hanya kebobolan tiga gol dari empat pertandingan tersebut. Dari 17 gol itu hanya dua yang dicetak Gabriel Jesus.

Ketika bersua Southampton pada pertandingan pekan kelima Premier League, 18 September lalu, Manchester City kembali kesulitan membobol gawang lawan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Etihad tersebut, Man City melepaskan satu tembakan tepat sasaran dari 16 kesempatan. Alhasil, City harus puas bermain imbang 0-0 kontra The Saints.

Alasan Pep Guardiola

Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (STEVEN PASTON / POOL / AFP)
Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (STEVEN PASTON / POOL / AFP)

Hanya mengandalkan satu striker murni, Manchester City dianggap membutuhkan tambahan tenaga di lini serang. Apalagi, City beberapa kali tampil tanpa penyerang dan lebih sering memainkan taktik false nine.

Namun, manajer Man City, Pep Guardiola, menampik anggapan tersebut. Menurut Guardiola, City kesulitan mencetak gol dan meraih kemenangan karena buruknya membangun serangan dari lini belakang

"Sepak bola sangat bergantung pada seberapa baik kami melakukan proses kami dalam membangun dan ketika itu terjadi para striker bermain lebih baik, pemain sayap kami bermain lebih baik dan gelandang serang kami bermain lebih baik," jelas Guardiola.

"Melawan Southampton kami sedikit kesulitan untuk itu. Mereka tahu persis. Terkadang lawan bermain bagus dan jika Anda menganalisis mengapa kami tidak menciptakan peluang melawan Southampton, karena alasan tersebut (City tidak menang)," lanjutnya.

Sumber: Transfermarkt, Manchester City

Yuk Tengok Posisi Manchester City di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel