Liga Inggris: Masih Keukeuh, Zinedine Zidane Emoh Gantikan Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Harapan publik Manchester United melihat Zinedine Zidane sebagai manajer baru mereka, tampaknya tidak akan terwujud. Pelatih asal Prancis itu dilaporkan ogah untuk menjadi juru taktik Setan Merah yang baru.

Seperti diketahui Manchester United lagi-lagi diguncang isu pemecatan manajer. Ole Gunnar Solskjaer dituntut mundur oleh para penggemarnya. The Red Devils masih angin-anginan dalam meraih hasil di Liga Inggris.

Manchester United masih tampil inkosisten dan terbaru dipermalukan tim tetangga Manchester City 0-2, Sabtu (6/11/2021). Dua pekan sebelumnya MU juga dibantai Liverpool 0-5 di kandang sendiri.

Para fans Manchester United punya beberapa nama yang ingin mereka lihat jadi pengganti Solskjaer. Salah satunya adalah mantan manajer Real Madrid, Zinedine Zidane. Terlebih eks pelatih Real Madrid itu juga masih menganggur.

AS melansir bahwa fans MU bakal gigit jari. Karena Zidane sama sekali tidak tertarik untuk melatih Manchester United.

Tertarik dengan Kursi Pelatih Timnas Prancis

Zinedine Zidane merupakan pemain legendaris Real Madrid. Sebagai pelatih, Zizou juga sukses mempersembahkan 3 gelar Liga Champions, 2 gelar Liga Spanyol, 2 Piala Super Spanyol, 2 Piala Dunia Antarklub, dan 2 Piala Super UEFA dalam dua periode perdananya di Santiago Bernabeu. (AFP/Cristina Quicler)
Zinedine Zidane merupakan pemain legendaris Real Madrid. Sebagai pelatih, Zizou juga sukses mempersembahkan 3 gelar Liga Champions, 2 gelar Liga Spanyol, 2 Piala Super Spanyol, 2 Piala Dunia Antarklub, dan 2 Piala Super UEFA dalam dua periode perdananya di Santiago Bernabeu. (AFP/Cristina Quicler)

Menurut laporan tersebut, Zidane sama sekali tidak berminat menangani MU. Karena ia sudah punya pekerjaan idaman lainnya.

Sudah menjadi rahasia umum jika Zidane ingin menjadi manajer Timnas Prancis. Ia sudah mendambakan pekerjaan itu sejak lama sekali.

Itulah mengapa ia saat ini bersabar menunggu pekerjaan itu. Karena ia berpotensi mendapatkan pekerjaan itu setelah Piala Dunia 2022 selesai di tahun depan.

Ingin Proyek yang Jelas

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan Sergio Ramos merayakan juara La Liga usai timnya mengalahkan Villreal pada laga lanjutan pekan ke-37 di Estadio Alfredo Di Stefano, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. (AFP/Gabriel Bouys)
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, dan Sergio Ramos merayakan juara La Liga usai timnya mengalahkan Villreal pada laga lanjutan pekan ke-37 di Estadio Alfredo Di Stefano, Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. (AFP/Gabriel Bouys)

Menurut laporan yang sama ada laporan lain mengapa Zidane ogah menangani MU. Ia enggan menjadi manajer di periode transisi.

Ia menilai Manchester United saat ini berada dalam periode transisi. Sehingga akan lebih sulit untuk mendongkrak performa MU.

Sementara Zidane sendiri dilaporkan ingin menangani tim yang punya proyek serius untuk jadi juara. Jadi ia tidak tertarik melatih MU dengan situasi saat ini.

Opsi Lain

Ralf Rangnick - Baru-baru ini Rangnick mengakui bahwa ia tertarik untuk menjadi pelatih Der Panzer yang baru. Pernyataan itu sah-sah saja karena pelatih asal Jerman ini kenyang pengalaman di Bundesliga dan sering bekerja sama dengan para penggawa Timnas Jerman. (AFP/Ronny Hartmann)
Ralf Rangnick - Baru-baru ini Rangnick mengakui bahwa ia tertarik untuk menjadi pelatih Der Panzer yang baru. Pernyataan itu sah-sah saja karena pelatih asal Jerman ini kenyang pengalaman di Bundesliga dan sering bekerja sama dengan para penggawa Timnas Jerman. (AFP/Ronny Hartmann)

Selain Zidane, ada beberapa nama manajer yang dikaitkan dengan MU. Ada yang berasal dari luar Inggris dan ada yang berasal dari Inggris.

Manajer Leicester City, Brendan Rodgers dilaporkan tertarik menangani MU. Sementara eks manajer RB Leipzig, Ralf Rangnick juga demikian.

Disadur dari Bola.net (Serafin Unus Pasi, published 8/11/2021)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel