Liga Inggris: Newcastle United Menjadi Klub Kaya Baru, Manchester United Masih Bisa Juara?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Newcastle United resmi menjadi klub kaya raya baru di Liga Inggris setelah meranmpungkan proses pengalihan dari Mike Ashley kepada konsorsium Arab Saudi, yaitu Public Investment Fund (PIF). Kehadiran Newcastle United sebagai klub kaya baru berpotensi mengganggu peluang Manchester United menjadi juara.

PIF menggelontorkan dana hingga 300 juta pound untuk menguasai saham The Magpies dan mengakhiri rezim Mike Ashley yang telah berkuasa selama 14 tahun. Dengan kehadiran konsorsium dari Arab Saudi ini, Newcastle United siap menjadi kekuatan baru dalam rivalitas di Premier League.

Selama ini Newcastle United hanya menjadi klub papan tengah Premier League. Bahkan pada musim 2015/2016, Newcastle United pun terdegradasi dari Premier League. Beruntung Newcastle United bakal segera naik ke level top dalam persaingan menjadi yang terbaik di Liga Inggris.

Steven Railston, penulis Manchester Evening News, menyebut The Magpies akan menjadi klub kuat baru di Premier League. Newcastle United akan menjadi pesaing berat untuk Manchester United yang mengidamkan gelar juara Premier League pada akhir musim ini.

PIF terafiliasi dengan Mohammed bin Salman, putra mahkota Kerajaan Arab Saudi. Premier League telah meminta jaminan Newcastle United tidak akan dikelola secara langsung oleh Kerajaan Arab Saudi.

Mohammed bin Salman bisa mengubah Newcastle United menjadi klub kaya raya. Railston menyebut kekayaan putra mahkota Kerajaan Arab Saudi itu mencapai 13 kali lipat kekayaan pemilik Manchester City.

Faktor Financial Fair Play

Newcastle United. (AFP/Lindsey Parnaby)
Newcastle United. (AFP/Lindsey Parnaby)

Newcastle United kini punya pemilik yang kaya raya. Tapi, lantaran aturan Financial Fair Play (FFP), mereka tidak bisa begitu saja membeli pemain bintang pada musim pertamanya. Sebab, ada aturan yang harus ditaati.

Newcastle United kabarnya hanya bisa belanja maksimal 150 juta euro dalam 12 bulan ke depan agar tidak melanggar FFP. Jadi, Newcastle United mungkin belum akan menjadi pesaing langsung bagi Manchester United dalam waktu dekat.

Namun, untuk jangka panjang, Manchester United harus waspada. Newcastle United bakal melakukan investasi besar.

"Investasi dalam infrastruktur dan fasilitas klub yang sudah ketinggalan zaman akan diutamakan," kata Railston.

Makin Sulit untuk Juara

Manajer tim Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (tengah) menyapa para fans usai berakhirnya laga lanjutan Liga Inggris 2020/2021 pekan ke-37 melawan Fulham di Old Trafford Stadium, Rabu (18/5/2021). Manchester United bermain imbang 1-1 dengan Fulham. (AFP/Paul Ellis/Pool)
Manajer tim Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (tengah) menyapa para fans usai berakhirnya laga lanjutan Liga Inggris 2020/2021 pekan ke-37 melawan Fulham di Old Trafford Stadium, Rabu (18/5/2021). Manchester United bermain imbang 1-1 dengan Fulham. (AFP/Paul Ellis/Pool)

Ketika berada di bawah naungan Mike Ashley, Newcastle United bukan tim yang diperhitungkan oleh Manchester United sebagai pesaing juara. Namun, situasinya kini berbeda.

Dalam dua atau tiga tahun ke depan, Newcastle United diprediksi bakal masuk dalam persaingan juara Premier League.

Newcastle United sangat dekat dengan gelar juara pada musim 1995/1996. Namun, Manchester United yang diasuh Sir Alex Ferguson yang akhirnya menjadi juara pada musim itu.

"Newcastle bisa bersaing secara teratur untuk trofi besar masa depan. Itu bukan kabar baik bagi Manchester United. Tahun lalu, hujan deras turun saat Manchester United menang telak 4-1 di St James Park. Terlepas dari cuaa dan kunjungan berikutnya Manchester United, suasana klub akan sama sekali berbeda ketika era baru dimulai," tegas Railston.

Sumber: Manchester Evening News

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 8/10/2021)

Posisi Newcastle United dan Manchester United Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel