Liga Inggris: Ole Gunnar Solskjaer Terlalu Baik untuk Meninggalkan Manchester United

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Aston Villa, Paul Merson, menilai tak mungkin Ole Gunnar Solskjaer angkat kaki dari Manchester United. Selain karena menjadi manajer di Old Trafford adalah kesempatan sekali seumur hidup, menurutnya, Solskjaer terlalu 'baik'.

Manchester United dibantai 0-5 dalam lanjutan Liga Inggris 2021/2022 akhir pekan lalu. Seruan Ole Out pun seraya menggema kembali.

Solskjaer dikritik karena gagal mengembangkan tim sedemikian rupa dengan komposisi pemain yang mewah. Desakan untuk mundur pun datang dari berbagai sudut.

Pada saat bersamaan, muncul laporan bahwa Manchester United masih memberikan kesempatan kepada Solskjaer setidaknya dalam tiga pertandingan berikutnya, dimulai pada pertandingan kontra Tottenham Hotspur.

Terlepas dari desakan untuk mundur, Solskjaer dinilai tak akan mau meninggalkan Manchester United. Merson punya sejumlah pendapat. Apa katanya?

Jabatan Sekali Seumur Hidup

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, saat melihat timnya kalah 1-2 dari Leicester City dalam lanjutan Premier League, Rabu 12/5/2021) dini hari WIB. Kekalahan itu memastikan sang tetangga, Manchester City, menjadi juara Premier League musim ini. (PETER POWELL / POOL / AFP)
Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, saat melihat timnya kalah 1-2 dari Leicester City dalam lanjutan Premier League, Rabu 12/5/2021) dini hari WIB. Kekalahan itu memastikan sang tetangga, Manchester City, menjadi juara Premier League musim ini. (PETER POWELL / POOL / AFP)

"Banyak orang bilang kalau Solskjaer lebih baik mundur saja. Ayolah, dia tidak akan serta merta mau melakukannya. Ini adalah pekerjaan sekali seumur hidup, mundur dari Manchester United sama saja resign sebagai manajer Timnas Inggris," kata Merson dilansir dari Sky Sports.

"Kalau Anda di posisi dia, dengan jabatan yang Anda miliki sekarang, yakni menjadi manajer klub terbesar di dunia, Anda tidak akan rela kehilangan pekerjaan ini, pekerjaan yang cuma datang sekali saja."

"Saya tidak mengenal Solskjaer secara personal, tapi Anda mesti kasihan kepadanya karena dia orang yang baik, terlalu baik. Ketika manajer lain kalah seperti melawan Liverpool kemarin, lalu dipecat, mungkin biasa-biasa saja. Tapi tidak dengan Solskjaer."

"Bahkan selepas pertandingan, dia maju, bertanggung jawab atas kesalahan yang dia lakukan. Solskjaer adalah pribadi yang luar biasa, karena kalau manajer lain pasti sudah marah-marah di bus."

Seharusnya Pemain yang Dikritik

Paul Pogba. Mendapatkan poin 3. Dimasukkan di awal babak kedua untuk memperkuat lini tengah Manchester United. Nyatanya ia malah diusir wasit 14 menit kemudian usai pelanggaran keras terhadap Naby Keita. Ia juga menjadi penyebab awal lahirnya gol ke-5 Liverpool. (AP/Rui Vieira)
Paul Pogba. Mendapatkan poin 3. Dimasukkan di awal babak kedua untuk memperkuat lini tengah Manchester United. Nyatanya ia malah diusir wasit 14 menit kemudian usai pelanggaran keras terhadap Naby Keita. Ia juga menjadi penyebab awal lahirnya gol ke-5 Liverpool. (AP/Rui Vieira)

Lebih lanjut, Merson beranggapan kalau para pemain Manchester United semestinya menerima kritikan lebih besar. "Solskjaer sudah memberikan kepercayaan begitu bersar, tapi dia malah dibuat kecewa."

"Para pemain seharusnya bicara satu sama lain, bicara ke publik dan berkata jujur mengenai penampilan buruknya."

"Anda tahu ketika Anda meninggalkan lapangan, Anda meninggalkan semuanya di lapangan, itu mengecewakan."

Sumber: SkySports, Manchester Evening News

Posisi MU Saat Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel