Liga Inggris: Rahasia Dominasi Manchester City atas Manchester United dan Liverpool, Bukan karena Skuad Besar

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Laju Manchester City ke tangga juara Liga Inggris 2020/2021 tampaknya sulit terbendung. Kiprah Manchester City musim ini superior dibanding rival-rivalnya, termasuk Manchester United dan juara bertahan Liverpool.

Manchester City bercokol di puncak klasemen Liga Inggris dengan keunggulan 14 poin atas peringkat kedua, Manchester United. Liverpool malah terseok-seok di peringkat ketujuh dan harus berjuang keras lolos ke Liga Champions musim depan.

Apa kunci kekuatan The Citizen bisa begitu dominan pada musim ini?

Seperti dilansir Manchester Evening News, Selasa (23/3/2021), ada anggapan Manchester City perkasa karena punya skuad lebih besar. Namun, Manchester Evening News menegaskan anggapan itu tidak benar.

Bahkan, Tim besutan Pep Guardiola malah memiliki skuad yang relatif ramping musim ini, hanya terdiri atas 22 pemain yang sudah dipakai. Skuad itu terdiri para pemain senior dan U-21 yang sudah reguler masuk tim utama seperti Phil Foden.

Aturan Premier League membolehkan klub mendaftarkan 23 pemain plus jumlah tak terbatas untuk U-21.

Skuad Manchester United berisi 24 pemain, Liverpool 23 pemain (bahkan ketika tidak menghitung youngster seperti Curtis Jones dan Nat Phillips), sedangkan Leicester City 24 pemain. Hanya Leeds, Wolverhampton Wanderers dan Southampton punya skuad lebih kecil daripada City.

Tentu saja, dalam kasus Manchester City, ada pengaruh fakta harga skuad mereka lebih mahal daripada tim lain. Itu jelas merupakan faktor untuk tampil baik di semua kompetisi.

Perubahan Gaya Bermain

Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama timnya ke gawang Everton dalam laga perempatfinal Piala FA 2020/2021 di Goodison Park, Liverpool, Sabtu (20/3/2021). Manchester City menang 2-0 atas Everton. (AP/Jon Super/Pool)
Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol pertama timnya ke gawang Everton dalam laga perempatfinal Piala FA 2020/2021 di Goodison Park, Liverpool, Sabtu (20/3/2021). Manchester City menang 2-0 atas Everton. (AP/Jon Super/Pool)

Namun, klub-klub lain seperti Manchester United, Chelsea, dan Liverpool, juga mengeluarkan uang besar untuk berbelanja pemain dalam beberapa tahun terakhir.

Guardiola tidak pernah menampik kehadiran bintang-bintang itu menjadi salah satu faktor keperkasaan Manchester City. Dia mengakui tidak bisa bermain dengan cara yang sama tanpa memiliki beberapa pemain terbaik dunia dalam skuadnya. Tetapi, hal yang sama juga berlaku untuk para pesaingnya - hanya saja jumlah yang mereka keluarkan tidak terlalu banyak.

Lalu apa rahasia di balik keperkasaan The Citizen? Jawabannya adalah perubahan taktik dan gaya bermain sepak bola. Guardiola dan stafnya dengan sadar mengambil keputusan untuk memperlambat permainan saat menguasai bola.

Pelatih Manchester City itu pada Januari 2021 menjelaskan perubahan yang dilakukan pada taktik dan pendekatannya.

“Alasan mengapa kami tidak bermain terlalu bagus, ketika kami mengalirkan bola, adalah karena kami terlalu banyak bergerak, kami terlalu banyak berlari. Dalam sepak bola, ketika Anda menguasai bola, Anda harus berjalan dan berlari di saat-saat yang tepat," kata Guardiola.

“Saat kami tidak menguasai bola, kami harus berlari sekencang-kencangnya, seperti itu adalah bola terakhir dalam hidup Anda. Saya pikir sekarang saat mengusai bola kami lebih tenang, lebih sabar, membuat lebih banyak umpan, semua lebih tahu posisinya. Itulah mengapa kami bisa bermain sedikit lebih baik."

Semua Pemain Nyaman

Manajer Manchester City Pep Guardiola berdiri di pinggir lapangan selama laga Liga Inggris melawan Manchester United atau MU di Etihad Stadium, Minggu (7/3/2021). (Dave Thompson / Pool via AP)
Manajer Manchester City Pep Guardiola berdiri di pinggir lapangan selama laga Liga Inggris melawan Manchester United atau MU di Etihad Stadium, Minggu (7/3/2021). (Dave Thompson / Pool via AP)

Guardiola mengatakan kini para pemain bergerak lebih sedikit, tetap di posisi mereka dan bola datang ke tempat kami berada.

"Ada satu momen, saya bergerak untuk mengambil bola atau saya tetap di posisi dan bola datang ke tempat saya berada," ujar Guardiola menjelaskan perubahan permainan Manchester City.

“Saya pikir kami nyaman ketika semua orang berada di posisi mereka. Permainan kami menjadi lebih cepat, berada dalam posisi yang lebih baik saat kami kehilangan bola, kami berada dalam posisi lebih baik untuk melakukan transisi," imbuh manajer asal Jerman itu.

Sumber: Manchester Evening News

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini