Liga Inggris: Romelu Lukaku Bete Dicap Striker Oportunis

·Bacaan 1 menit

Bola.com, London - Striker Chelsea, Romelu Lukaku, mendapatkan label sebagai seorang poacher alias striker oportunis. Namun, Lukaku mengaku tak menyukai status tersebut.

Saat ini, pemain Timnas Belgia itu dianggap sebagai satu di antara striker paling berbahaya di dunia. Catatan 255 gol di level klub dan 67 gol di kancah sepak bola internasional menjadi buktinya.

Pada musim 2021/2022, Lukaku memutuskan kembali ke klub lamanya, Chelsea. Romelu Lukaku pun langsung menyihir Premier League dengan ketajamannya.

Sejauh ini, mantan pemain Inter Milan itu sudah mencetak tiga gol dari enam laga di Premier League musim ini. Romelu Lukaku terpaut tiga gol dari Mohamed Salah dan Jamie Vardy yang menghuni posisi teratas daftar top skorer liga.

Pengakuan Romelu Lukaku

Penyerang Chelsea, Romelu Lukaku (kiri) berusaha mengontrol bola dari kawalan bek Juventus, Leonardo Bonucci pada pertandingan grup H Liga Champions di stadion Juventus di Turin, Italia, Kamis (30/9/2021). Juventus menang tipis atas Chelsea dengan skor 1-0. (AFP/Marco Bertorello)
Penyerang Chelsea, Romelu Lukaku (kiri) berusaha mengontrol bola dari kawalan bek Juventus, Leonardo Bonucci pada pertandingan grup H Liga Champions di stadion Juventus di Turin, Italia, Kamis (30/9/2021). Juventus menang tipis atas Chelsea dengan skor 1-0. (AFP/Marco Bertorello)

Dalam wawancara dengan UEFA baru-baru ini, Romelu Lukaku menyebut kekuatan terbesarnya sebagai pemain bukan hanya sebagai pencetak gol. Bahkan, dia membenci predikat poacher.

"Bentuk tubuh saya – saya cukup besar – semua orang berpikir saya semacam target man: hanya memegang bola dan menjadi pemburu gol. Tetapi, saya tidak pernah bermain seperti itu dan saya membencinya," ujar Lukaku.

"Kekuatan terbesar saya adalah saya berbahaya ketika menghadap ke gawang, karena saat itulah saya jarang membuat pilihan yang salah," tambah pemain 28 tahun itu.

Penjelasan Romelu Lukaku

Romelu Lukaku sempat membuat gol pada menit ke-35 namun dianulir karena terlebih dahulu terperangkap offside sebelum menerima umpan dari Antonio Ruediger. (AP/Kirsty Wigglesworth)
Romelu Lukaku sempat membuat gol pada menit ke-35 namun dianulir karena terlebih dahulu terperangkap offside sebelum menerima umpan dari Antonio Ruediger. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Lebih lanjut, Lukaku pun coba menjelaskan maksud dari pernyataan bahwa dirinya menjadi pemain berbahaya ketika sudah menghadap ke gawang lawan.

"Setelah saya mengoper bola, saya tahu di mana saya harus memposisikan diri di dalam kotak. Saya bisa melakukan sedikit segalanya dan di beberapa pertandingan ketika saya tahu ada banyak ruang di belakang pertahanan, saya bermain secara berbeda," tutur Lukaku.

"Alasan saya sangat produktif [di depan gawang lawan] adalah karena saya bisa melakukan sedikit dari segalanya.” tandasnya.

Sumber: UEFA

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga/Published: 05/10/2021)

Yuk Tengok Posisi Chelsea di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel