Liga Inggris: Sejarah Buruk! Manchester United Raup Pendapatan Lebih Rendah dari Manchester City untuk Pertama Kali

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Manchester - Manchester United mencatat sejarah buruk. Pendapatan MU tertinggal dari Manchester City untuk kali pertama dalam sejarah, tepatnya pada musim 2020/2021 yang direcoki pandemi Covid-19.

Laporan pendapatan Manchester United dan Manchester City sesuai yang dirilis menunjukkan gap cukup besar. Pendapatan City pada musim tersebut unggul lebih dari 73 juta pounds (Rp1,4 triliun).

Pep Guardiola membawa Manchster United merebut titel Liga Inggris untuk kali ketiga dalam empat tahun sepanjang musim 2020/2021, sekaligus lolos ke final Liga Champions.

Dua hal tersebut menjadi faktor kunci The Citizen mencatatkan penghasilan 537 juta pounds (Rp10,5 triliun) untuk musim lalu, atau naik sekitar 17 persen dibanding periode 12 bulan sebelumnya.

Adapun pendapatan Manchester United pada musim lalu mencapai 464 juta pounds (Rp4,9 triliun), termasuk dari hak siar, tiket hari pertandingan, dan pendapatan komersial lainnya.

Laporan tersebut, yang dibuat oleh konsultan KPMG, menyoroti dampak pandemi terhadap sepak bola Inggris. Data itu juga menunjukkan untuk pertama kali Manchester City menjadi kekuatan dominan atas Manchester United dalam urusan keuangan.

Namun, Manchester United diprediksi kembali mengambil alih posisi lebih baik dibanding City pada musim 2021/2022, setelah pertandingan boleh disaksikan oleh penonton secara penuh lagi.

Manchester United Disarankan Gaet Antonio Conte

Kemenangan itu memperpanjang rekor Antonio Conte yang belum mengalami kekalahan sejak menangani Tottenham dalam delapan pertandingan pertamanya. (AP/Rui Vieira)
Kemenangan itu memperpanjang rekor Antonio Conte yang belum mengalami kekalahan sejak menangani Tottenham dalam delapan pertandingan pertamanya. (AP/Rui Vieira)

Sementara itu, sepak terjang Manchester City pada musim ini jauh lebih meyakinkan daripada Manchester United. City masih bertengger di puncak klasemen Liga Inggris, sedangkan MU tercecer di peringkat kedelapan.

Kondsi tersebut menjadi sorotan legenda Manchester United, Paul Scholes. Dia mendesak Setan Merah harus menggaet Antonio Conte pada musim panas 2022. Dia menyebut Conte, yang kini menangani Tottenham Hotspur, merupakan sosok paling ideal untuk membereskan kekacauan di Old Trafford.

Scholes menganggap Manchester United berantakan sejak ditangani manajer interim, Ralf Rangnic. MU bukan hanya tak bertaji di lapangan, tetapi ruang ganti juga dikabarkan pecah membentuk kubu-kubuan.

Liga Inggris: Lino Sousa Jadi Rekrutan Pertama Arsenal Tahun Ini, Mari Mengenal SosoknyaLiga Italia: Cari Pengganti Simon Kjaer, AC Milan Ingin Pinjam Eric Bailly dari Manchester UnitedFoto: 5 Pencetak Gol Tertua di Liga Inggris Musim 2021 / 2022, Thiago Silva Tertua Namun Satu-satunya yang Gagal Bawa Timnya MenangAntonio Conte sebenarnya berminat menangani MU ketika muncul rumor pemecatan Ole Gunnar Solskjaer pada Oktober 2021. Namun, Red Devils tidak tertarik memboyong mantan pelatih Juventus, Chelsea, dan Inter Milan itu karena dianggap tidak cocok dengan gaya MU.

Pelatih asal Italia itu kemudian menerima pinangan Tottenham Hotspur pada November, hanya tiga pekan sebelum Solskjaer dipecat. Tetapi, kini Conte terlihat sudah frustrasi dengan skuadnya.

"Beberapa orang mengatakan dia tidak cocok untuk United, tapi Anda telah melihat apa yang dilakukannya di Tottenham dengan skuad yang tak sebaik MU," kata Scholes, seperti dikutip Manchester Evening News, Rabu (12/1/2022).

“Dia mungkin akan membuat Tottenham menjadi penantang posisi empat besar dan Manchester United melewatkannya. Mereka mungkin masih bisa mendapatkannya dari Tottenham. Penggemar Tottenham mungkin tidak akan menyukai saya karena mengatakan itu."

"Anda bisa melihat dia sudah frustrasi dengan skuadnya dan meminta hal-hal lain. Conte bisa menjadi sesuatu yang spesial di Old Trafford, dia punya modal untuk melakukannya. Apakah Manchester United bisa mendapatkannya? Saya tidak tahu," sambung Scholes.

Terasa Berantakan

Gelandang Manchester United, Scott McTominay (kanan) bersorak dengan rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Aston Villa pada pertandingan putaran ketiga Piala FA di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Selasa (11/1/2022). MU menang atas Aston Villa 1-0. (AP Photo/Jon Super)
Gelandang Manchester United, Scott McTominay (kanan) bersorak dengan rekan setimnya setelah mencetak gol ke gawang Aston Villa pada pertandingan putaran ketiga Piala FA di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, Selasa (11/1/2022). MU menang atas Aston Villa 1-0. (AP Photo/Jon Super)

Manchester United masih tercecer di peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Inggris 2021/2022. Alih-alih bersaing dalam pacuan gelar juara Premier League, Setan Merah bahkan bisa terancam gagal finis empat besar.

Saat ini, MU sudah tertinggal 22 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City. Bahkan, mereka defisit empat poin dari Arsenal yang menghuni peringkat keempat.

“Klub terasa berantakan, dari segi pemain, staf, dan manajer. Siapa yang mau masuk ke klub ini, rasanya benar-benar berantakan. Terasa beracun," kata Scholes.

Sumber: The Sun

Yuk Tengok Posisi Manchester United dan Manchester City

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel