Liga Inggris: Sir Alex Ferguson Curhat Penyesalan Terbesarnya di Manchester United

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Sir Alex Ferguson bergelimang gelar dan prestasi selama 26 musim mengangani Manchester United. Namun, sepanjang periode itu tidak semuanya berisi momen-momen manis.

Ada saat Sir Alex Ferguson mengalami masa-masa sulit. Bahkan, manajer asal Skotlandia itu pernah hampir dipecat dari Setan Merah.

Posisi Ferguson sudah berada di ujung tanduk pada musim 1989/1999. Saat itu, MU kalah empat kali dari lima pertandingan.

Namun, Ferguson mampu bangkit dan menjuarai Piala FA. Setelah itu, kelanjutan kiprah Ferguson lebih banyak diisi dengan tawa daripada tangis.

Namun, ada juga kenangan-kenangan pahit yang sulit dilupakan Sir Alex Ferguson. Dia mengaku punya satu penyesalan terbesar selama berkiprah di Manchester United sejak 1986 hingga 2013.

Apakah penyesalan terbesar Sir Alex Ferguson di Manchester United itu?

Momen pada 1994

Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. (AFP/Andrew Yates)
Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson. (AFP/Andrew Yates)

Ternyata, penyesalan terbesar Ferguson adalah saat memberi tahu bek-bek terbaiknya pada 1994 bahwa mereka harus pergi dari Old Trafford.

"Dalam hal penyesalan, tim yang saya miliki pada 1994, empat bek menua bersama, dan itu hal yang buruk terjadi pada manajer. Para pemain ini luar biasa bagi saya," kata Ferguson dalam sesi tanya jawab saat mempromosikan film dokumenternya yang akan datang Sir Alex Ferguson: Never Give In, seperti dilansir Goal Internasional, Minggu (28/3/2021).

"Paul Parker, Steve Bruce, Gary Pallister, Denis Irwin: pemain yang fantastis. Mereka memberi saya sembilan atau 10 tahun dan buktinya selalu ada di lapangan. Mereka tidak melihatnya. Saya melihatnya."

"Masalah bagi saya adalah 'apa yang harus saya lakukan?' Saya bisa mengatur kepindahan mereka. Mereka bisa melanjutkan dengan baik. Tapi, mengatakan kepada mereka, rasanya benar-benar sulit," imbuh Ferguson.

Sumber: Goal Internasional

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini