Liga Inggris: Tak Hanya Serang MU dan Ten Hag, Cristiano Ronaldo Hajar Balik Wayne Rooney

Bola.com, Jakarta - Tak hanya manajemen Manchester United (MU) dan manajer Setan Merah, Eric ten Hag yang jadi jadi sasaran tembak Cristiano Ronaldo dalam sesi wawancara dengan Piers Morgan, tapi juga mantan rekan seklub, Wayne Rooney.

Pada pekan lalu Ronaldo sempat mendapat kritikan luar biasa dari Rooney. Penyerang asal Portugal itu disebut Rooney bukan pemain yang bagus seperti dulu dan mendesak Manchester United untuk menjual Ronaldo.

Cristiano Ronaldo merespons komentar Rooney tersebut. CR7 menuding Rooney iri pada karier panjangnya. Di usia 37 tahun Babang Do masih bermain, sementara eks rekannya sudah pensiun sejak jauh-jauh hari.

"Saya tidak tahu mengapa dia mengkritik saya dengan sangat buruk. Mungkin karena ketika dia menyelesaikan kariernya dan saya masih bermain di level tertinggi. Saya tidak akan mengatakan bahwa saya terlihat lebih baik daripada Rooney, yang mana hal itu adalah benar," ucap Ronaldo dalam sesi wawancara yang tayang Senin (14/11/2022) dini hari WIB.

Sebagai informasi Ronaldo dan Rooney pernah berduet bareng di lini depan MU sepanjang 2004 hingga 2009. Keduanya meraih banyak gelar bersama, termasuk trofi Premier League dan Liga Champions, sebelum Ronaldo hengkang ke Real Madrid pada 2009.

Selama tiga tahun ke depan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group menjadi pemegang hak siar English Premier League (EPL). Kompetisi bergengsi ini akan ditayangkan secara gratis di stasiun televisi SCTV dan bisa dinikmati secara live streaming dengan berlangganan di Vidio. Sobat Bola.com mau tahu detailnya? Klik tautan ini.

Karier Berbanding Terbalik

Kedua pemain amat disegani. Hanya berbeda dengan Ronaldo yang masih aktif bermain hingga saat ini,  kiprah Rooney kemudian merosot tajam sejak meninggalkan MU pada 2017.

Ia pergi dari klub tersebut di usia yang tak terlalu uzur saat Jose Mourinho menukangi MU. Rooney yang berstatus kapten hanya jadi pemanis bangku cadangan di rezim The Special One.

Saat ini sang mantan striker berstatus sebagai pelatih DC United di MLS Amerika Serikat.

Sebaliknya, karier Ronaldo meroket sejak meninggalkan Old Trafford, ia menikmati berbagai gelar di Real Madrid dan Juventus hingga kemudian comeback ke Manchester United.

 

Move On

Cristiano Ronaldo melontarkan sindiran pedas untuk klubnya, Manchester United (MU). Dia menuding Setan Merah belum move on sejak era Sir Alex Ferguson dan tidak menunjukkan perkembangan dan perubahan apa pun sejak itu.

Pemain Portugal itu mengungkapkan pernyataan-pernyataan mengejutkan saat wawancara eksklusif dengan Piers Morgan di The Sun. Cristiano Ronaldo bukan hanya menyindir MU, tetapi juga sang pelatih Erik ten Hag dan beberapa rekan setimnya.

Seperti diketahui, Ronaldo menikmati musim yang sukses pada periode pertamanya di MU, di era Ferguson. Saat itu, MU tidak hanya berjaya di Liga Inggris, tapi juga menjuarai Liga Champions pada 2008.

"Sejak Sir Alex pergi, saya tidak melihat evolusi di klub. Tidak ada yang berubah. Ferguson lebih tahu dibanding siapa pun bahwa klub tidak di jalur yang selayaknya. Dia tahu. Semua orang tahu," imbuh Ronaldo.

 

Merasa Dikhianati

Ekspresi Ronaldo saat pemanasan sebelum pertandingan MU melawan Arsenal di Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)
Ekspresi Ronaldo saat pemanasan sebelum pertandingan MU melawan Arsenal di Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Cristiano Ronaldo masih melanjutkan komentar kekesalannya. Dia mengaku ingin kembali ke klub, karena menginginkan yang terbaik untuk MU.

"Orang-orang yang tidak melihat itu (MU tidak move on sejak era Ferguson), karena mereka memang tidak ingin melihat. Mereka buta," sergah Ronaldo.

"Saya rasa fans tahu yang sebenarnya. Saya ingin yang terbaik untuk klub. Itulah sebabnya saya ingin datang ke Manchester United."

"Tapi klub memiliki beberapa hal di dalam yang tidak membantu kami mencapai level top seperti Manchester City, Liverpool, dan bahkan Arsenal. Klub dengan dimensi seperti ini seharusnya ada di tiga teratas, tapi sayangnya tidak," imbuh Ronaldo.

CR7 gusar karena pengorbanannya kembali ke klub masa mudanya tak dihargai. Ia merasa dikhianati oleh manajemen dan juga manajer, Eric ten Hag.

Belakangan ia kerap dicadangkan padahal, musim lalu ia berstatus top scorer klub. "Mereka ingin menyingkirkan saya," ucap winger berusia 37 tahun itu.

 

Yuk Intip Posisi MU di Premier League