Liga Inggris: Tuh kan, Manchester United Masih Kayak Kisah Cinta Remaja, Labil

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Kemenangan di depan mata Manchester United lenyap setelah Dominic Calvert-Lewin mencetak gol yang membawa Everton mampu menyeimbangkan kedudukan menjadi 3-3 dalam laga pekan ke-23 Premier League yang digelar di Old Trafford, Minggu (7/2/2021) dini hari WIB. Hasil ini memperlihatkan The Red Devils masih dalam kondisi yang sangat labil layaknya percintaan anak remaja.

Manchester United berhasil unggul 2-0 lebih dulu dalam laga ini. Edinson Cavani mampu membuka keran gol The Red Devils pada menit ke-24 yang dilanjutkan dengan gol Bruno Fernandes pada menit ke-45.

Namun, kisah labil Manchester United dimulai pada awal babak kedua. Dua gol Everton tercipta hanya dalam selang waktu 3 menit 17 detik, yang dicetak Abdoulaye Doucoure dan James Rodriguez pada menit ke-48 dan 52'.

Seperti tidak terima dengan kondisi imbang tersebut, The Red Devils kembali meningkatkan daya gedornya. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu pun kembali unggul pada menit ke-70 lewat gol Scott McTominay.

Dalam 20 menit terakhir tak ada tambahan gol, kemenangan bagi Manchester United sudah di depan mata. Namun, tambahan waktu sekitar lima menit menjadi bencana bagi tim tuan rumah.

Mampu mengawal pertahanan dengan baik pada masa krusial ini, sebuah gol yang mengoyak gawang David De Gea tidak terelakkan pada menit akhir pertandingan. Dominic Calvert-Lewin sukses menaklukkan David De Gea untuk mengantar timnya meraih satu poin di old Trafford.

Laga dramatis dengan enam gol ini sangat menarik dan seru. Namun, bagi Manchester United ini adalah malapetaka, di mana satu poin ini memperlihatkan mereka tidak bisa mempertahankan keunggulan dan justru labil hingga menyerahkan poin untuk tim tamu.

Sempat Tak Terkalahkan dalam 13 Laga, tapi Takluk dari Juru Kunci

Kiper Manchester United, David de Gea, tampak lesu usai ditaklukkan Sheffield United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford,  Kamis (28/1/2021). MU takluk dengan  skor 1-2. (AP/Laurence Griffiths,Pool)
Kiper Manchester United, David de Gea, tampak lesu usai ditaklukkan Sheffield United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Kamis (28/1/2021). MU takluk dengan skor 1-2. (AP/Laurence Griffiths,Pool)

Untuk membahas betapa labilnya Manchester United, mari mundur sejenak dan mulai kembali saat tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu meraih kemenangan 3-1 atas Everton di Goodison Park, 7 November 2020. Boleh dibilang, itu adalah momen positif yang membawa The Red Devils sempat ke puncak klasemen sementara Premier League.

Sejak kemenangan atas Everton itu, Manchester United tidak terkalahkan dalam 13 laga secara beruntun di Premier League, dengan 10 di antaranya berakhir dengan kemenangan. Momen tersebut tentu menjadi bukti bahwa The Red Devils memang pantas untuk bisa menjadi kandidat juara pada musim ini, di mana mereka mampu ke puncak klasemen pada 13 Januari 2021 setelah menang 1-0 atas Burnley.

Namun, tren positif tanpa terkalahkan dalam 13 pertandingan secara beruntun itu justru ternoda ketika Manchester United kalah dari tim juru kunci Premier League, Sheffield United. The Red Devils kalah 1-2 dan barisan penyerang andalan Solskjaer tidak bisa berbuat apa-apa. Gol The Red Devils dicetak oleh bek sekaligus kapten mereka, Harry Maguire.

Ini adalah satu-satunya kekalahan Manchester United dalam 17 laga terakhir hingga saat ini. Namun, kekalahan dari tim paling bawah di klasemen Premier League itu tentu mencoreng wajah Solskjaer. Bahkan Manchester United pun harus tergeser dari puncak klasemen dan menyerahkannya kepada rival sekota mereka, Manchester City.

Setelah itu, Manchester United bermain imbang tanpa gol di markas Arsenal. Tanpa gol dalam pertandingan ini membuktikan barisan lini serang The Red Devils masih tak bisa berkutik dan memperpanjang tren negatif mereka ketika menghadapi tim-tim yang biasa ada di big six pada musim ini.

Menang Telak 9-0, tapi...

Wasit memberikan kartu merah kepada pemain Southampton, Alex Jankewitz, saat melawan Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (2/2/2021). Setan Merah menang dengan skor 9-0. (Laurence Griffiths/Pool via AP)
Wasit memberikan kartu merah kepada pemain Southampton, Alex Jankewitz, saat melawan Manchester United pada laga Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Selasa (2/2/2021). Setan Merah menang dengan skor 9-0. (Laurence Griffiths/Pool via AP)

Namun, Manchester United bangkit lewat kemenangan impresif ketika menjamu Southampton pada pekan ke-22 Premier League, 3 Februari 2021. The Red Devils menang telak 9-0 atas Soton.

Lini serang Manchester United tampil baik pada laga ini. Marcus Rashford, Edinson Cavani, Bruno Fernandes, dan Anthony Martial mampu mencetak gol, di mana Martial juga sukses dua kali menjebol gawang lawan.

Tak hanya itu, Aaron Wan-Bissaka, Scott McTominay, dan Daniel James juga tampil apik dengan masing-masing mencetak satu gol. Kemenangan telak ini menjadi pesta yang luar biasa di ruang ganti The Red Devils.

Performa luar biasa itu masih terlihat dalam awal laga kontra Everton di Old Trafford, Minggu (7/2/2021) dini hari WIB. Edinson Cavani dan Bruno Fernandes mampu membawa The Red Devils unggul 2-0 pada akhir babak pertama.

Sayang, meski berhasil menambah gol lewat Scott McTominay, tiga gol yang bersarang di gawang David De Gea pada babak kedua menjadi bukti, Manchester United masih belum konsisten, bahkan cenderung labil. Ole Gunnar Solskjaer pun tak bisa menutupi rasa kecewa karena timnya kebobolan tiga gol pada 45 menit kedua pertandingan.

"Kami memainkan sepak bola yang bagus pada babak kedua, tapi kebobolan tiga gol dari tiga tembakan yang tepat sasaran. Ketika hal seperti itu terjadi, tentu mengecewakan," ujar Solskjaer kepada Sky Sports.

Jadi sampai kapan Manchester United akan inkonsisten dan labil? Layakkah mereka tetap dianggap sebagai kandidat juara Premier League musim ini?

Video