Liga Inggris: Unggul Lebih Dahulu, Arsenal Frustasi Kalah dari Manchester City

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Asisten pelatih Arsenal, Albert Stuivenberg kecewa timnya kalah 1-2 dari Manchester City di Liga Inggris, Sabtu (1/1/2022) malam WIB. Stuivenberg merasa, Arsenal tampil lebih baik dari sang lawan pada laga itu.

"Ya, saya kecewa kami tidak membawa tiga poin. Itu yang paling membuat frustasi," kata Stuivenberg seperti dilansir situs resmi Arsenal.

Arsenal sebetulnya memimpin lebih dahululewat gol Bukayo Saka di menit 31. Gol ini bertahan hingga turun minum.

Insiden sempat terjadi ketika Martin Odegaard dijatuhkan kiper Man City, Ederson di kotak penalti. Namun wasit tidak memberikan Arsenal tendangan penalti.

Di babak kedua, wasit justru memberikan penalti ketika Granit Xhaka menjatuhkan salah satu pemain Man City. Riyad Mahrez yang menjadi eksekutor membuat Man City menyamakan kedudukan 1-1.

Jelang laga usai, Man City berbalik unggul 2-1 lewat gol Rodri. Hingga akhir laga, Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah gagal menciptakan gol penyama kedudukan.

Stuivenberg sendiri menggantikan pelatih Arsenal Mikel Arteta yang absen. Arteta absen karena dinyatakan positif covid-19.

Inkonsistensi Wasit

Keputusan pun diambil dan Manchester City memperoleh tendangan penalti. Riyad Mahrez yang menjadi eksekutor mampu menjalankan tugas dengan baik dan mengubah skor menjadi 1-1. (AP/Matt Dunham)
Keputusan pun diambil dan Manchester City memperoleh tendangan penalti. Riyad Mahrez yang menjadi eksekutor mampu menjalankan tugas dengan baik dan mengubah skor menjadi 1-1. (AP/Matt Dunham)

Stuivenberg mengatakan, hal lain yang disorotinya adalah inkonsistensi wasit. Ia mempertanyakan alasan wasit tidak mengecek VAR terhadap insiden penalti Arsenal.

Padahal, wasit melakukannya untuk penalti Man City.

"Anda punya momen pertama dengan Odegaard di babak pertama yang saya kira itu jeas penalti. Paling tidak, wasit seharusnya mengecek VAR," ujarnya.

"Kemudian insiden terjadi di babak kedua untuk penalti merea yang mana itu sangat inskonsisten," kata Stuivenberg.

Peringkat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel