Liga Italia: 5 Faktor AS Roma Bisa Bikin Juventus Bertekuk Lutut di Stadio Olimpico

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Pertarungan sengit akan terjadi pada lanjutan Liga Italia Serie A, Senin (10/1/2022) di Stadio Olimpico. Tuan rumah AS Roma meladeni Juventus.

Pada 2021, AS Roma sudah menghadapi Juventus di Allianz Stadium. Pertandingan tersebut berakhir dengan hasil buruk, di mana Serigala Ibu Kota menelan kekalahan dengan skor tipis 0-1.

Secara peringkat, AS Roma 'stabil' di posisi tujuh besar. Setidaknya, harapan untuk lolos ke Liga Champions masih sangat terbuka lebar.

Magis Jose Mourinho di balik kemudi kapal Gialorossi pastinya memengaruhi perjalanan Tammy Abraham dkk. Ambisi untuk kembali bersaing di empat besar Liga Italia membumbung tinggi.

Kali ini, AS Roma akan bertindak sebagai tuan rumah. Dukungan fans setianya tentu bakal menjadi kekuatan tambahan. Ada juga lima alasan lain mengapa Giallorossi bisa keluar sebagai pemenang atas Juventus, simak informasinya di bawah ini.

Nyonya Tua Tidak Galak

Gol semata wayang Si Nyonya Tua dicetak oleh Moise Kean pada menit ke 16. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)
Gol semata wayang Si Nyonya Tua dicetak oleh Moise Kean pada menit ke 16. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Lini depan Juventus melempem sejak ditinggal Cristiano Ronaldo pada musim panas kemarin. Mereka baru mencetak 28 gol dari 20 pertandingan di Serie A dan nyaris tak pernah menghasilkan lebih dari tiga gol dalam satu laga.

Di klasemen papan atas, mereka adalah pencetak gol paling sedikit. Ini adalah kelemahan terbesar Juventus yang bisa saja dieksploitasi oleh penggawa Giallorossi. Setidaknya, Roma tak perlu khawatir bakal kebobolan banyak.

Bahkan, Roma mungkin saja tidak kebobolan. Dalam situasi ini, Giallorossi tentu punya kesempatan untuk menang dengan skor tipis. Sebab mencetak gol ke gawang Juventus bukanlah misi yang mudah untuk dilakukan.

Momentum Buat Bangkit

Hingga laga usai skor tak berubah untuk kemenangan Juventus dengan skor 1-0. Tambahan tiga poin membuat anak asuh Massimiliano Allegri naik ke posisi tujuh dengan 14 poin dari delapan laga. Sementara Giallorossi tertahan di urutan empat dengan 15 poin. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)
Hingga laga usai skor tak berubah untuk kemenangan Juventus dengan skor 1-0. Tambahan tiga poin membuat anak asuh Massimiliano Allegri naik ke posisi tujuh dengan 14 poin dari delapan laga. Sementara Giallorossi tertahan di urutan empat dengan 15 poin. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Seperti Juventus, Roma juga punya masalah sendiri. Mereka dihadapkan dengan inkonsistensi, di mana beberapa hasil yang didapatkan kerap berubah. Mereka bisa menang lawan klub besar tapi tumbang saat menghadapi tim medioker.

Contoh nyatanya terlihat pada bulan Desember lalu. Roma pernah menghajar Atalanta dengan skor telak 4-1, lalu ditahan imbang Sampdoria 1-1. Mereka perlu konsistensi kalau ingin menembus empat besar.

Terakhir, Roma kalah di tangan AC Milan dengan skor 1-3. Juventus bisa saja memberikan hasil serupa. Tapi kalau dipikir secara positif, kemenangan atas Juventus bisa memberikan nuansa kebangkitan yang memotivasi Giallorossi untuk jadi lebih baik lagi.

Rivalitas dengan Si Elang

AS Roma sempat mencetak gol di akhir babak pertama melalui Tammy Abraham. Tapi gol itu batal karena wasit Daniele Orsato terlanjur meniup peluit atas pelanggaran Wojciech Szczesny ke Henrikh Mkhitaryan. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)
AS Roma sempat mencetak gol di akhir babak pertama melalui Tammy Abraham. Tapi gol itu batal karena wasit Daniele Orsato terlanjur meniup peluit atas pelanggaran Wojciech Szczesny ke Henrikh Mkhitaryan. (Marco Alpozzi/LaPresse via AP)

Ada motivasi lain yang seharusnya bisa membuat Roma menang, tapi tidak berkaitan dengan Juventus. Itu adalah rivalitas dengan klub sekota, Lazio.

Sejauh ini, Roma dan Lazio sudah mengumpulkan 32 poin. Namun Lazio berada satu peringkat di bawah Giallorossi lantaran kalah selisih gol. Sebisa mungkin, Roma tidak boleh sampai disalip oleh sang rival.

Tentu, tidak ada trofi yang diperebutkan dalam hal ini. Tapi ini berkaitan dengan gengsi. Fans Roma pastinya enggan melihat tim kesayangannya berada di bawah Lazio dalam klasemen Serie A. Ini bisa menjadi pelecut semangat Roma agar bisa meraih kemenangan.

Rekor Positif Jose Mourinho

AS Roma - Jose Mourinho (Bola.com/Adreanus Titus)
AS Roma - Jose Mourinho (Bola.com/Adreanus Titus)

Jose Mourinho dikenal sebagai salah satu pelatih hebat di Eropa saat ini. Dan karena pernah menukangi Inter Milan beberapa tahun yang lalu, ia seharusnya tahu bagaimana mengatasi Juventus.

Mourinho juga punya rekor positif saat menghadapi Juventus. Menurut data sebelum pertemuan pertama terjadi, Mourinho bertemu Juventus tujuh kali dan meraih empat kemenangan, sisanya sekali seri dan dua kalah.

Ditambah pertemuan pada bulan September lalu, artinya Mourinho sudah menelan tiga kekalahan dari Juventus. Tidak begitu buruk. Dan tentunya, ini bisa menjadi pelecut semangat buat Mourinho agar torehan positifnya saat bertemu Juventus tetap terjaga.

Tammy Abraham Mengancam

AS Roma sukses meraih poin penuh untuk kembali ke posisi empat besar Liga Italia 2021/2022 dengan menggasak tuan rumah Atalanta 4-1. Giallorossi unggul cepat lewat gol Tammy Abraham di menit pertama pertandingan. (LaPresse via AP/Spada)
AS Roma sukses meraih poin penuh untuk kembali ke posisi empat besar Liga Italia 2021/2022 dengan menggasak tuan rumah Atalanta 4-1. Giallorossi unggul cepat lewat gol Tammy Abraham di menit pertama pertandingan. (LaPresse via AP/Spada)

Abraham baru menghasilkan tujuh gol dari 19 pertandingan bersama AS Roma. Dan kebanyakan golnya dihasilkan dalam beberapa laga terakhir, termasuk ketika menghadapi Milan belum lama ini.

Jika dihitung dalam lima pertandingan terakhir, eks pemain Chelsea tersebut sudah mengumpulkan lima gol. Untuk urusan gol, Roma bisa bergantung pada Abraham.

Gawang Juventus memang sulit ditembus. Namun kehadiran Abraham di lini depan bisa membuat Roma berharap meraih kemenangan yang krusial.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Yaumil Azis, published 8/1/2022)

Persaingan di Liga Italia Serie A 2021/2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel