Liga Italia: Cerita Cinderella Itu Nyata di AC Milan, Kok Agak Aneh Ya?

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - AC Milan membuat kejutan ke publik, tak sekadar untuk Milanisti. Tanpa dinyana, mereka mendatangkan pemain berusia 30 tahun. Namun bukan usia yang menarik, melainkan sosok yang didatangkan. Banyak orang penasaran, terutama pantaskah dia mengenakam kostum kebesaran AC Milan di lapangan.

Cerita itu bermula satu dekade lalu. Seorang pria harus datang ke Turin, markas klub Juventus dan Torino, dengan modal nekat. Bareng anak dan istri, ia mendarat selamat, dan menumpang hidup bersama saudaranya.

Ia harus membanting tulang bekerja setiap hari. Awalnya sebagai tukang pengantar mesin pendingin, lalu mulai merangkak ke bisnis lain, yakni penyedia beberapa material. Namun yang pasti, karena berasal dari Brasil, hidupnya tak akan lengkap tanpa mengolah si bulat, yup bermain sepak bola adalah 'harga mati' di sela-sela istirahat.

Tak heran jika setiap kali mendapat jatah rehat, ia selalu menyempatkan diri bermain. Tentu saja, bukan bersama Juventus atau AC Milan, melainkan di level komunitas. Uniknya, meski berasal dari Brasil, ia tak menemuka perkumpulan warga dari nenek moyangnya.

Memang, tak mudah mendapatkan orang-orang Brasil di Turin dan Italia, yang bekerja secara formal di luar para pendatang yang berstatus atlet. Oleh karena itu, ia memilih bergabung dengan komunitas orang-orang asal Peru.

Sempat Bingung

Logo dan ilustrasi AC Milan. (AFP/Paco Serinelli)
Logo dan ilustrasi AC Milan. (AFP/Paco Serinelli)

Sejak kali pertama datang, kelompok pendatang dari Peru itulah yang membuat dirinya bisa 'melampiaskan' kegilaan terhadap sepak bola. Bakatnya ada, tapi sayang belum ada yang melirik karena hanya bermain di sebuah perkumpulan kecil dan amatir.

Sampai akhirnya, empat tahun sejak kedatangan di tanah Italia, ia ditemukan mantan pemain Torino, Ezio Rossi. Namun, bukan berarti langsung bisa bergabung dengan Torino atau tim kasta mapan.

Yup, itulah awal dari kisah Cinderella yang kini menyambangi kehidupan sosok bernama Junior Messias. Sekarang, Cinderella itu sudah menemukan satu sepatu yang dicari, sebuah mimpi untuk bersua sang pangeran yang menjadi realita.

AC Milan menjadi 'pangeran' yang menjadi tujuan akhir dari perjalanan ala Cinderella di karier Junior Messias. Lalu, 'sepatu yang hilang' itu adalah rumput San Siro, yang akan menjadi rumah bagi Messias, setidaknya sampai masa pinjaman selesai di AC Milan.

"Ketika aku melihat diriku sendiri menulis AC Milan, sungguh luar biasa. AC Milan adalah klub favoritku, sebuah tim yang selalu kudukung dan saya sungguh bergairah berada di sini. Saya tak pernah berpikir sampai setinggi ini. sekarang saya percaya mimpi itu benar-benar ada," jelas Messiah, di Milan TV, usai menandatangani kontrak peminjaman dari Crotone.

Hampir Terganjal

Logo AC Milan (Bola.com/Adreanus Titus)
Logo AC Milan (Bola.com/Adreanus Titus)

Mungkin, Messias tak akan pernah mengucapkan kalimat bahagia tersebut. Setidaknya, nasib hampir kehilangan harapan terjadi empat tahun silam. Saat itu, pengelola liga membuat aturan yang melarang mengontrak pemain tanpa paspor uni eropa di kasta amatir.

Padahal, saat itu usia Messias sudah lebih dari 25 tahun, dan hanya bermain di Gozzano, tim yang pasti asing bagi publik Indonesia. Seperti diketahui, sebelum berada di AC Milan, Messias hanya berputar-putar di tiga klub yang tak terkenal, yakni Casale, Chieri dan Gozzano.

Namanya menanjak sejak bergabung dengan Crotone, meski sempat setahun lebih dulu dititipkan di Gozzano. Beruntung, polemik aturan terkait paspor tersebut tak serta merta membuat Messias hilang dari radar.

Bersua Liverpool

Jersey sepak bola AC Milan, satunya-satunya buatan Puma di Serie A. Versi otentik memiliki rekatan logo yang lebih rapi. (puma)
Jersey sepak bola AC Milan, satunya-satunya buatan Puma di Serie A. Versi otentik memiliki rekatan logo yang lebih rapi. (puma)

"Saya masih ingat, karena waktu itu saya pemain amatir. Bermain 10 bulan, lalu sisanya harus bekerja mengirim mesin cuci, tak ada liburan," ungkap Messias. Kini, kehidupan Messias bakal semakin membahana setelah Crotone melepas pemain berposisi gelandang menyerang tersebut ke AC Milan dengan biaya 2,6 juta euro.

Jika bermain bagus, AC Milan punya opsi untuk membeli Messias dengan harga tambahan di angka 5,4 juta euro. Sekarang, kisah Cinderella bakal menjadi penyemangat bagi Messias, seseorang yang beberapa tahun lalu masih di Serie D, kini sudah berada di panggung bergengsi Liga Italia, serta berkostum tim legenda, AC Milan.

Publik bakal melihat, apakah sang mantan pengantar mesin cuci ini bisa mengantarkan AC Milan meraih kejayaan di Liga Italia dan Liga Champions. Oh ya satu lagi, pemain yang tadinya antah berantah ini punya kans langsung bersua tim legenda ; Liverpool. Kita tunggu kisah-kisah berikutnya dari Sang Messias asal AC Milan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel