Liga Italia: Gianluigi Buffon Terang-terangan Sindir Cristiano Cristiano, Dituding Bikin Rusak DNA Juventus

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Turin - Legenda Juventus, Gianlugi Buffon, terang-terangan menyindir Cristiano Ronaldo. Dia menyebut kedatangan Ronaldo malah membuat Bianconeri kehilangan tim.

Cristiano Ronaldo gabung Juventus pada musim panas 2018, setahun setelah klub tersebut mencapai final Liga Champions. Saat perubahan itu terjadi, Buffon sudah pindah ke PSG, meski kemudian balik ke Juventus.

Menurut Buffon, Bianconeri banyak berubah saat dirinya kembali ke Turin pada 2019, dan itu semua lain karena pengaruh kehadiran Ronaldo.

Juventus gagal di Liga Champions bersama Ronaldo. Buffon meyakini semua itu disebabkan klub kehilangan DNA-nya karena harus mengakomodasi CR7.

"Juventus memiliki peluang memenangi Liga Champions pada tahun pertama dia tiba, yang merupakan tahun saya berada di Paris Saint-Germain, dan saya tidak tahu apa yang terjadi," kata Buffon, seperti dikutip dari The Sun, Kamis (24/12/2021).

"Ketika saya kembali, saya bekerja sama dengan CR7 selama dua tahun dan kami melakukan dengan baik bersama-sama, tapi saya rasa Juventus kehilangan DNA sebagai sebuah tim."

"Kami menembus final Liga Champions pada 2017, karena tim kami penuh pengalaman. Tapi, di atas semua itu kami adalah satu unit dan ada persaingan untuk tempat dalam grup yang sangat kuat. Kami kehilangan itu dengan kedatangan Cristiano Ronaldo," tegas Buffon.

Allegri Sengaja Minta Ronaldo Disingkirkan?

Cristiano Ronaldo bertemu dengan Massimiliano Allegri di Juventus. Ronaldo hijrah ke Italia pada 2018 setelah bermain sembilan musim di Spanyol. Ronaldo dimainkan Allegri dalam 43 pertandingan di semua kompetisi. (AFP/Marco Bertorello)
Cristiano Ronaldo bertemu dengan Massimiliano Allegri di Juventus. Ronaldo hijrah ke Italia pada 2018 setelah bermain sembilan musim di Spanyol. Ronaldo dimainkan Allegri dalam 43 pertandingan di semua kompetisi. (AFP/Marco Bertorello)

Mungkin bukan kebetulan Cristiano Ronaldo meninggalkan klub segera setelah kembalinya manajer Massimiliano Allegri. Pelatih asal Italia itu dilaporkan bilang kepada bos Juventus, Andrea Agnelli, supaya menyingkirkan Ronaldo.

"Singkirkan Ronaldo, dia menghalangi pertumbuhan tim dan klub," ucap Allegri kepada Agnelli, menurut sebuah sumber.

Namun , sejak pemain asal Portugal itu pergi, Juventus mengalami kesulitan dan saat ini tercecer di urutan kelima di Serie A, terpaut 12 poin dari pemimpin klasemen Inter Milan.

Di sisi lain, Ronaldo telah membuktikan dirinya di Manchester Untied dengan torehan 13 gol dalam 18 pertandingan, meskipun tetap mendapat beberapa kritikan dari media.

Nedved Curhat Merananya Juventus Setelah Ditinggal Ronaldo

Ronaldo dan Dybala pertama dimainkan di lini depan ketika Juventus masih dinahkodai oleh Massimiliano Allegri pada musim kompetisi Serie A 2018/19. Keduanya untuk pertama kali dipasangkan hanya berdua di lini depan. (AFP/Marco Bertorello)
Ronaldo dan Dybala pertama dimainkan di lini depan ketika Juventus masih dinahkodai oleh Massimiliano Allegri pada musim kompetisi Serie A 2018/19. Keduanya untuk pertama kali dipasangkan hanya berdua di lini depan. (AFP/Marco Bertorello)

Sebelumnya, Wakil Presiden Juventus, Pavel Nedved, mengklaim kepergian Cristiano Ronaldo menjadi pukulan telak bagi Bianconeri. Penjualan bintang asal Portugal itu meninggalkan lubang besar di lini serang Bianconeri.

Juventus setuju menjual Cristiano Ronaldo ke Manchester United pada musim panas 2021. Sang pemain memang ingin pergi dan Juventus juga bisa memangkas beban gaji Ronaldo yang sangat tinggi.

Musim lalu, Juventus untuk kali pertama gagal juara Liga Italia sejak 2011/2012, meskipun Ronaldo jadi top scorer dengan 29 gol. Kepergian Ronaldo menunjukkan dampaknya pada awal musim ini, meskipun Juventus finis di puncak grup Liga Champions.

Setelah Ronaldo pergi, Juventus memboyong Moise Kean dari Everton untuk menambal lubang si lini serang. Mereka juga masih mengandalkan Paulo Dybala dan Alvaro Morata.

Namun, Nedved menilai pemain penyerang lain juga perlu turun tangan untuk menggantikan gol-gol Cristiano Ronaldo.

"Dalam hal implementasi, kamu tertinggal. Kami harus menambah (gol) dari Federico Chiesa, Federico Bernardeschi, semua pemain menyerang, yang mungkin bisa mencetak antara 10 hingga 15 gol," kata Nedved, seperti dikutip Sportkeeda, Senin (13/12/2021).

"Jika mereka dapat melakukannya, maka Anda dalam kondisi yang bagus."

"Kami kehilangan pemain dengan 30 gol (Cristiano Ronaldo). Namun, jika pemain kami berkembang di sektor itu, maka kami punya peluang bagus mendekati posisi teratas," imbuh Nedved.

Sumber: The Sun, Sportkeeda

Yuk Tengok Posisi Juventus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel