Liga Italia: Inter Milan Harus Berterima Kasih kepada AC Milan

Bola.com, Jakarta - Mantan bek Inter Milan, Marco Materazzi, menyebut bekas timnya itu semestinya berterima kasih kepada AC Milan karena membiarkan Hakan Calhanoglu pergi.

Empat tahun di AC Milan tak serta merta membuat Hakan Calhanoglu ‘mengharamkan’ Inter Milan sebagai klub yang akan ditujunya. Hakan berpindah seragam ke tim sekota.

Perpindahan itu dilakukan tanpa biaya. Hakan tiba di Milan pada 2017 dan memilih tidak memperpanjang kontraknya lagi yang habis pada 2021.

Di saat kondisinya tidak ada klub itulah, Inter mendekat. Nerazzuri tak peduli Hakan merupakan pemain yang pernah membela klub rival. Bagi Inter, pemain timnas Turki itu punya kemampuan yang membantu tim.

Belakangan, Hakan terus menunjukkan betapa penting dirinya di dalam sistem permainan Inter. Mantan bek Inter, Marco Materazzi sampai berterimakasih kepada AC Milan yang melepasnya begitu saja.

Sedikit Berbicara, Banyak Tindakan

<p>Federico Dimarco dari Inter Milan, kanan, dan Hakan Calhanoglu dari Inter Milan merayakan setelah wasit Slavko Vincic, kiri, membatalkan gol Barcelona setelah memeriksa tayangan ulang video selama pertandingan sepak bola grup C Liga Champions antara Inter Milan dan Barcelona di stadion San Siro di Milan, Italia , Selasa, Okt. 4, 2022. (Foto AP/Luca Bruno)</p>

Federico Dimarco dari Inter Milan, kanan, dan Hakan Calhanoglu dari Inter Milan merayakan setelah wasit Slavko Vincic, kiri, membatalkan gol Barcelona setelah memeriksa tayangan ulang video selama pertandingan sepak bola grup C Liga Champions antara Inter Milan dan Barcelona di stadion San Siro di Milan, Italia , Selasa, Okt. 4, 2022. (Foto AP/Luca Bruno)

Materazzi menilai Hakan selalu memberikan penampilan terbaik setiap bermain berseragam Inter. Pemain berusia 28 tahun itu seakan menunjukkan kualitasnya tidak dengan omongan, tetapi tindakan.

“Kami harus berterima kasih kepada sepupu AC Milan yang membiarkan dia pergi. Kami juga harus berterima kasih kepada Hakan, pemain yang berbicara sedikit, tetapi seringnya memberikan tindakan langsung,” kata dia kepada Inter TV.

Ucapannya tersebut disampaikan selepas Inter menang 4-0 atas Viktoria Plzen dan memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions 2022/2023. Hakan jadi salah satu pemain yang penampilannya menonjol.

Determinasi Tinggi

Tambahan tiga poin ini membuat Inter berada di peringkat ke-2 dengan enam poin. Sedangkan Barcelona menelan pil pahit karena dua kali kalah beruntun dan menempatkan mereka di peringkat ke-3 sementara dengan tiga poin. (AP/Antonio Calanni)
Tambahan tiga poin ini membuat Inter berada di peringkat ke-2 dengan enam poin. Sedangkan Barcelona menelan pil pahit karena dua kali kalah beruntun dan menempatkan mereka di peringkat ke-3 sementara dengan tiga poin. (AP/Antonio Calanni)

Pemilik 172 caps di Milan itu dinilai Materazzi punya determinasi yang tinggi. Hakan seolah memberikan tenaga tambahan bagi rekan-rekannya ketika bermain.

Hakan membuat pemain Inter lainnya bisa tenang dalam menyerang dan bertahan. Ia seolah memberikan segalanya demi tim.

“Dia punya tekad yang sangat kuat. Dia tidak takut untuk ditekel. Dia juga membuat Brozovic bisa kembali ke posisi dengan tenang, tak perlu terburu-buru. Pemain seperti dia sangat diterima di tim ini,” ucap Materazzi.

Menggelikan

Hakan sempat dicap menggelikan oleh suporter Milan saat memutuskan bergabung dengan Inter. Hakan dinilai ingin mengejar Scudetto di tahun 2021/2022 yang saat itu Inter memang diunggulkan.

Sebab di musim 2020/2021 atau musim terakhirnya di Milan, Inter yang sukses merengkuh gelar juara.

Namun hal menarik justru terjadi. Begitu Hakan berpindah seragam, Milan justru menjadi juara di musim tersebut. Di saat Inter dan Milan masing-masing meraih satu gelar juara dalam dua musim terakhir, Hakan belum sama sekali.

Sumber: Inter TV

Disadur dari: Bola.net (Abdi Rafi Kamal, published 28/10/2022)

Posisi Inter Saat Ini