Liga Italia: Kontroversi Cristiano Ronaldo, Pernah Lempar Ban Kapten Lalu Buang Kostum sampai Tinju Dinding

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Nama Cristiano Ronaldo terus memantik kontroversi. Terbaru ia tampak kecewa meski timnya, Juventus merasakan kemenangan atas Genoa di ajang Liga Italia 2020/2021 hari Minggu (11/04/2021) lalu.

Saat pertandingan antara Juventus versus Genoa berakhir, Cristiano Ronaldo justru meninggalkan lapangan dengan marah. Dia membuang jersey di dekat gawang lawan.

Seorang anak gawang dengan cepat mengambilnya, tetapi sang pemain meninggalkan lapangan sambil menggelengkan kepalanya untuk mengungkapkan ketidakpuasan.

Amarah pemain asal Portugal itu berdasarkan fakta dirinya gagal mencetak gol pada laga ini. Usai pertandingan, Andrea Pirlo, selaku pelatih Juventus memberikan konfirmasi terkait hal di atas.

"Itu normal dia ingin mencetak gol, terutama saat pertandingan semakin rumit," kata Andrea Pirlo.

"Karena dia adalah seorang juara dan selalu ingin menunjukkan kemampuannya," lanjut pelatih yang juga memperkuat Juventus ketika masih berkarier sebagai pemain.

Sosok Cristiano Ronaldo memang sedang menjadi sorotan publik beberapa pekan terakhir. Sebelum laga kontra Genoa, ia juga memantik kontroversi saat bertugas bersama Timnas Portugal.

Pada sebuah momen di laga kontra Serbia, ia membuang ban kaptennya setelah wasit tidak mengesahkan gol miliknya.

Tinju Dinding

Momen Cristiano Ronaldo melemparkan kostum usai pertandingan antara Juventus kontra Genoa di Liga Italia, Minggu (11/04/2021). (Marco BERTORELLO / AFP)
Momen Cristiano Ronaldo melemparkan kostum usai pertandingan antara Juventus kontra Genoa di Liga Italia, Minggu (11/04/2021). (Marco BERTORELLO / AFP)

Berita terbaru yang dirilis La Gazzetta dello Sport, kemarahan Cristiano Ronaldo berlanjut di ruang ganti usai laga Juventus kontra Genoa. Sang pemain disebut meninju dinding, lalu pergi mandi dan meninggalkan semua rekan setimnya dalam diam.

La Gazzetta dello Sport menulis Cristiano Ronaldo merasa kekuatan Juventus saat ini membuatnya kecewa. Dia menyarankan manajemen tim merekrut pemain papan atas.

Hanya saja disebutkan manajemen tim enggan merealisasikannya. Alhasil kini masa depan pemain berusia 36 tahun itu dalam teka-teki besar di Juventus.

Sumber: Football Italia/La Gazzetta dello Sport

Juventus Tempati Posisi Ketiga

Saksikan Video Pilihan Kami: