Liga Italia: Krisis di Juventus Memanas, Allegri Bertengkar Sengit dengan 6 Pemainnya

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Turin - Pelatih Juventus, Massimiliano Alleggri, mulai merasakan panasnya kursi yang ditempatinya setelah Bianconeri hanya mengemas 15 poin dari 11 laga pembuka Liga Italia musim ini. Kini, Juve tertinggal 16 poin di belakang AC Milan dan Napoli, yang bercokol di peringkat teratas.

Posisi Massimiliano Allegri kini jadi sorotan. Bahkan, sudah ada yang mulai menyenggol-nyenggol kelanjutan kariernya di Juventus.

Di tengah tekanan yang begitu besar, Allegri dilaporkan terlibat pertengkaran sengit dengan enam pemainnya setelah kekalahan 1-2 dari Hellas Verona, Sabtu (30/10/2021). Sumber pertengkaran itu adalah faktor kebugaran dan kepercayaan diri pemain.

Menurut laporan yang dikumpulkan Football Italia, Selasa (2/11/2021), para pemain yang dimaksud adalah Adrien Rabiot, Dejan Kulusevski, Rodrigo Bentancur, Alvaro Morata, Moise Kean, dan Arthur.

Desas-desus menunjukkan Allegri sangat frustrasi dengan pemain depan dan gelandangnya. Menurut pelatih Juventus itu, mereka harus menciptakan lebih banyak peluang menyerang.

Fase Sulit, Seperti Tim Papan Tengah

Pemain Juventus Rodrigo Bentancur tertunduk saat saat pertandingan Liga Italia melawan Hellas Verona di Stadion Verona Bentegodi, Sabtu, 30 Oktober 2021. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)
Pemain Juventus Rodrigo Bentancur tertunduk saat saat pertandingan Liga Italia melawan Hellas Verona di Stadion Verona Bentegodi, Sabtu, 30 Oktober 2021. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)

Morata dan Kean sama-sama hanya mencetak dua gol pada Serie A musim ini. Bahkan, Juventus hanya mencetak 15 gol secara kolektif. Sebagai perbadingan, Inter Milan telah mencetak 28 gol.

Setelah kekalahan dari Verona, Allegri mengakui Juventus sedang berada di fase sulit.

"Kata-kata tidak ada artinya saat ini. Kami berada dalam situasi yang buruk. Kami harus menerima kenyataan bahwa saat ini kami adalah tim papan tengah," ujar Allegri.

“Kami bisa keluar dari situasi ini dengan sedikit determinasi dan kualitas. Kami akan menyeret diri kami keluar dari situasi ini. Tidak ada gunanya mengasihani diri kita sendiri, itu tidak akan membantu. Kami hanya perlu fokus pada apa yang perlu kami lakukan dan kemudian semuanya akan beres dengan sendirinya," imbuh dia.

Saran Tak Kembali ke Juventus

Massimiliano Allegri datang ke Juventus pada tahun 2014, Allegri datang menggantikan Antonio Conte yang pada saat itu memutuskan pergi dari Turin untuk menuju Chelsea. (AFP/Isabella Bonotto)
Massimiliano Allegri datang ke Juventus pada tahun 2014, Allegri datang menggantikan Antonio Conte yang pada saat itu memutuskan pergi dari Turin untuk menuju Chelsea. (AFP/Isabella Bonotto)

Sebelumnya, fakta baru terungkap seputar kembalinya Masimiliano Allegri ke Juventus pada awal musim 2021/2022. Fabio Capello ternyata sudah memperingatkan Allegri untuk tidak kembali ke Juventus karena memprediksi bakal mendapatkan masalah berat.

Massimiliano Allegri ternyata tak menghiraukan peringatan dari Fabio Capello. Pelatih asal Italia itu menerima pinangan untuk periode kedua di Juventus.

Keputusan yang sampai saat ini mungkin dianggap keliru. Juventus asuhan Allegri terbukti kesulitan bersaing di Serie A dan terhempas ke posisi sembilan klasemen sementara dengan raihan 15 poin dari 11 laga.

"Saya telah menyarankan Allegri untuk tidak kembali dan mengatakan padanya dia akan menjadi payung dari semua masalah. Para pemain tidak mengekspresikan diri mereka sebagai mana mestinya dan Anda bisa melihatnya di lapangan," kata Fabio Capello kepada Radio Rai.

Fabio Capello juga menilai, masalah Juventus bukan terletak pada Allegri. Menurut Capello, para pemain Juventus seperti tak punya semangat bermain di lapangan sehingga selalu kesulitan meraih kemenangan.

"DNA Juventus adalah untuk menang. Akan tetapi, pada saat ini Anda tidak melihat itu. Anda hanya menyalahkan pelatih, tetapi bukan itu masalahnya. Situasinya tidak mudah untuk bangkit," tegas Capello yang menjadi pelatih Juventus rentang 2004-2006.

Sumber: Football Italia, Mirror

Yuk Tengok Posisi Juventus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel