Liga Italia: Sekarang Juara bersama Inter Milan, Antonio Conte Sadar Telah Menjadi Pengkhianat Juventus

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Milan - Pada awal Oktober 2019, lebih dari 15 ribu suporter Juventus menandatangani petisi yang menyerukan status legenda Antonio Conte dicabut. Reaksi fans Juve mewarna awal karier Conte di Inter Milan.

Fans Juventus menyebut Conte pengkhianat setelah menerima pinangan Inter. Bergabungnya Conte ke Inter cukup mengejutkan karena ia dikenal sebagai legenda Juventus, baik sebagai pemain maupun pelatih. Juve merupakan rival abadi La Beneamata.

Kini, Conte semakin sah menjadi pengkhianat di mata suporter Juventus, setelah mengantarkan Inter Milan merebut scudetto musim ini.

Conte mengaku tak mudah menjalani kariernya di Inter hingga akhirnya mencetak sejarah dengan memberikan gelar setelah 11 tahun.

"Itu bukan pilihan yang mudah bagi saya ketika datang ke Inter, pada saat tim tidak kompetitif. Ditambah, saya pergi ke klub yang menjadi rival Juventus, di mana saya bermain selama bertahun-tahun. Ada banyak situasi negatif yang saya alami," kata Conte kepada Rai 2 dikutip dari Football Italia, Senin (3/5/2021).

“Saya menerima tantangan dengan semangat yang besar, dan saya pikir saya akan bekerja keras untuk semua pengorbanan itu," tegas Antonio Conte.

Di Balik Kegagalan di Liga Champions

Juara Liga Italia 2020/2021: Inter Milan. (Bola.com/Dody Iryawan)
Juara Liga Italia 2020/2021: Inter Milan. (Bola.com/Dody Iryawan)

Perjalanan Antonio Conte di Inter Milan lumayan mulus meski tak langsung juara. Pada tahun pertama, ia mengantarkan Inter finis di posisi kedua dan hanya berjarak satu poin dari Juventus peraih juara.

“Apa yang membawa kami menuju kemenangan adalah para pemain yang mempercayai saya. Saya menunjukkan jalan kepada mereka dan mereka mempercayai saya. Pada akhirnya, kami menemukan jalannya," katanya.

Meski sukses di Serie A, Inter Milan tersingkir dari Liga Champions di babak penyisihan grup. Di balik kegagalan itu, Inter Milan langsung berbenah dan fokus di Serie A.

“Saya pikir momen terbaik adalah ketika kami tersingkir dari Liga Champions, ketika kritik yang kami terima berlebihan,” tegas Conte.

“Itu tidak mudah, kami sekelompok pemuda yang tidak terbiasa menang. Kami bekerja dengan baik untuk berkumpul dan menerima kritik sehingga kami bisa menjadi lebih kuat," tegas Antonio Conte.

Sumber: Football Italia

Jarak Inter Milan dengan Pesaing Terlampau Jauh!

Video