Liga Premier dikunci: pemenang dan pecundang

London (AFP) - Liga Premier akhirnya kembali setelah lama ditunggu-tunggu pada 17 Juni menyusul lockdown virus corona selama tiga bulan.

Lanskap telah berubah sejak Maret - klub-klub menyambut kembali pemain yang cedera, yang lain memiliki kesempatan berkumpul kembali dan Liverpool harus berdamai dengan perayaan gelar yang sederhana.

AFP Sport melihat pemenang dan pecundang saat tim-tim muncul dari lockdown.

Ketika kami terakhir melihat Jose Mourinho, manajer Tottenham memangkas keputusasaan ketika ia mengaku berharap bisa melesat musim depan.

Pada saat itu, Tottenham yang didera krisis cedera sedang dalam enam pertandingan tanpa kemenangan yang membuat mereka tersingkir dari Liga Champions dan Piala FA, sementara jatuh tujuh poin dari terpaut empat besar.

Namun, tidak ada bos yang mendapat manfaat lebih dari jeda tiga bulan daripada Mourinho dan Tottenham yang berada di posisi delapan akan kembali diremajakan setelah Harry Kane, Son Heung-min, Steven Bergwijn, Erik Lamela dan Moussa Sissoko mendapatkan kembali kebugaran mereka.

Itu seharusnya menjadi dorongan ideal bagi perlombaan lolos ke Liga Champions, terutama dengan pertandingan pertama yang sangat penting kala memulai lagi musim dengan melawan pesaing dalam mencapai empat besar Manchester United.

United, empat poin di atas Tottenham yang menempati urutan kelima dalam klasemen, frustrasi ketika musim terhenti.

Terinspirasi oleh transfer sangat berpengaruh Bruno Fernandes pada Januari, mereka memegang momentum dengan 11 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi sejak Januari.

Yang terpenting, kembalinya pemain depan timnas Inggris yang cedera Marcus Rashford dan gelandang Prancis Paul Pogba menjanjikan tambahan semangat pada langkah mereka pada waktu yang tepat, dengan pertarungan Tottenham diikuti oleh pertandingan vital lainnya melawan tim yang berada pada posisi ketujuh klasemen Sheffield United.

Dengan peringatan mengerikan tentang kesehatan keuangan sepak bola jangka panjang yang memekakkan telinga mereka, klub-klub yang tengah bertarung menghindari degradasi menjadi fokus menjaga diri untuk bertahan di liga.

Berselisih tentang bagaimana menentukan musim jika musim harus dibatalkan, mengeluhkan kemungkinan bermain di tempat netral dan berpendapat bahwa musim dimulai kembali terlalu cepat semuanya menjadi cara mempertahankan tujuan klub-klub itu sendiri supaya tidak terlempar dari liga.

Brighton akan berada di bawah tekanan besar untuk tampil, setelah berdebat begitu vokal terhadap tempat netral.

Tanpa kemenangan pada 2020, mereka hanya dua poin di atas zona degradasi dan menghadapi pertandingan mendatang melawan Arsenal, Manchester United, Liverpool dan Manchester City.

Watford yang lolos dari tiga terbawah karena selisih gol, juga kritikus vokal proposal venue netral.

Hornets akan jatuh ke zona degradasi jika Aston Villa memenangkan pertandingan mereka, tetapi pertandingan kandang yang menguntungkan melawan Southampton, Norwich dan Newcastle menawarkan harapan agar terhindar dari turunnya poin.

Villa yang berperingkat dua terbawah, yang menderita empat kekalahan liga secara beruntun, memiliki kesempatan untuk berkumpul kembali pada saat mereka dalam bahaya ambruk.

Bournemouth yang menempati tiga terbawah, tanpa kemenangan dalam empat pertandingan, juga akan berharap istirahat memberikan batu loncatan untuk bertahan hidup.

Alih-alih pendukung gembira memuji pahlawan mereka bisa mengakhiri 30 tahun menunggu Liverpool untuk dinobatkan menjadi juara Inggris, kemenangan gelar The Reds yang akan datang di stadion kosong kemungkinan akan terasa anti-klimaks.

Klub Jurgen Klopp unggul bersih 25 poin di puncak dan membutuhkan maksimal dua kemenangan dari sembilan pertandingan tersisa mereka agar memastikan gelar juara Inggris ke-19.

Trofi itu bisa lebih cepat lagi diraih mereka jika pada 21 Juni Manchester City yang berada di urutan kedua dikalahkan Arsenal dan Liverpool mengalahkan rival Merseyside, Everton.

Tetapi dengan sisa musim yang akan dimainkan di balik pintu tertutup, suasana di sekitar klub menjadi sedikit datar.

Prospek Liverpool harus menunda pawai jaura mereka mengelilingi kota itu bersama dengan trofi sampai tahun depan akibat aturan jaga jarak sosial adalah pukulan lainnya.

Tidak heran mantan striker Arsenal Alan Smith, yang terkenal memenangkan gelar di Anfield bersama The Gunners pada hari terakhir musim 1988/1989, mengatakan: "Jika Liverpool akhirnya dinobatkan, itu akan menjadi anti-klimaks besar."

"Saya tak bisa membantu tetapi merasa kasihan kepada Sadio Mane, Mo Salah, Virgil van Dijk dan semua orang yang pantas mendapatkan pujian untuk usaha luar biasa."


smg/jw/dmc