Liga Spanyol: Gerard Pique Tidak Keberatan dengan Aturan Ketat Xavi di Barcelona

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Xavi Hernandez telah datang membawa perubahan besar di Barcelona. Dia barusaja ditunjuk menggantikan posisi Ronald Koeman, sebagai pelatih baru Blaugrana.

Sebagai mantan pemain, Xavi diharapkan bisa mengembalikan Barcelona ke jalan yang benar. Dia tahu betul filosofi klub yang diterapkan ke gaya bermain dan pemilihan pemain di lapangan.

Menariknya, Xavi membawa warna baru yang berbeda dari pelatih-pelatih sebelumnya. Dia menerapkan sejumlah aturan penting untuk menjaga disiplin pemain.

Artinya, Xavi termasuk pelatih dengan prinsip yang cukup keras dan tegas. Adanya berbagai aturan ketat yang harus dijalani, tidak membuat para pemain Barcelona keberatan, termasuk Gerard Pique.

Namun demikian, Pique yang termasuk pemain senior di Barcelona, tidak akan terbebani dengan aturan main sang pelatih baru.

Berlaku untuk Semua Pemain

Presiden Klub Barcelona, Joan Laporta berhasil meyakinkan Xavi Hernandez untuk menangani Barcelona setelah kesuksesannya membesut Al-Sadd di Liga Qatar dengan raihan deretan trofi domestik. (AFP/Lluis Gene)
Presiden Klub Barcelona, Joan Laporta berhasil meyakinkan Xavi Hernandez untuk menangani Barcelona setelah kesuksesannya membesut Al-Sadd di Liga Qatar dengan raihan deretan trofi domestik. (AFP/Lluis Gene)

Xavi menerapkan aturan-aturan tersebut untuk mendisplinkan pemain-pemain senior Barca. Di era pelatih-pelatih sebelumnya, muncul gosip bahwa pemain senior Barca merasa lebih superior daripada pelatih.

Xavi mungkin mendengar gosip itu dan tidak mau mantan rekan-rekannya menyulitkan pekerjaannya. Untuk itu, dia menerapkan aturan yang harus dilakukan setiap pemain.

Keputusan Xavi ini cukup ekstrem dan diduga bisa memicu konflik, khususnya melibatkan para pemain senior. Ada sosok Gerard Pique yang diduga jadi salah satu masalah.

Pique termasuk pemain yang sulit dikontrol, terlebih oleh pelatih-pelatih selevel Quique Setien dan Ronald Koeman.

Sisi Positif

Gerard Pique berhasil mengoleksi empat gelar Liga Champions. Gelar pertamanya ia sabet ketika bermain di Manchester United pada tahun 2008. Tiga gelar lainnya diraih bersama Barcelona di tahun 2009, 2011, dan 2015. (AFP/Lluis Gene)
Gerard Pique berhasil mengoleksi empat gelar Liga Champions. Gelar pertamanya ia sabet ketika bermain di Manchester United pada tahun 2008. Tiga gelar lainnya diraih bersama Barcelona di tahun 2009, 2011, dan 2015. (AFP/Lluis Gene)

Baru-baru ini, Pique menegaskan bahwa dia mendukung penuh aturan-aturan yang diterapkan Xavi. Mungkin Pique mencoba menunjukkan bahwa dia adalah salah satu pemain disiplin. Dia menyetujui adanya peraturan dalam tim.

"Ketika sudah ada aturan-aturan, Anda tidak perlu jadi pelatih yang keras," kata Pique.

"Sebagai pemain, ketika saya berada di ruang ganti dan ada aturan-aturan, segalanya berjalan baik. Ketika tidak ada aturan, kami bermain buruk."

"Ini bukan soal disiplin, ini soal keteraturan," tandasnya.

Mirip Luis Enrique

Pelatih baru Barcelona Xavi Hernandez melambai ke penonton saat presentasi resminya di stadion Camp Nou, Spanyol, Senin (8/11/2021). Xavi menggantikan pelatih sebelumnya Ronald Koeman yang dipecat. (AP Photo/Joan Monfort)
Pelatih baru Barcelona Xavi Hernandez melambai ke penonton saat presentasi resminya di stadion Camp Nou, Spanyol, Senin (8/11/2021). Xavi menggantikan pelatih sebelumnya Ronald Koeman yang dipecat. (AP Photo/Joan Monfort)

Xavi bukanlah pelatih Barca pertama yang menerapkan gaya melatih konvensional dengen sederet aturan.

Beberapa tahun lalu, Luis Enrique juga melakukan hal serupa. Enrique terbukti bisa menuntun Barca meraih treble winners.

Disadur dari Bola.net (Richard Andreas, published 17/11/2021)

Di Mana Posisi Barcelona Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel