Liga Spanyol: Kata-Kata Pedas Gerard Pique untuk Eks Presiden Barcelona

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Barcelona - Kapten Barcelona, Gerard Pique, melontarkan kritikan kepada Josep Maria Bartomeu. Menurut Pique, Bartomeu masuk daftar presiden terburuk sepanjang sejarah Barca.

Josep Maria Bartomeu merupakan presiden ke-40 Barcelona. Dia mulai duduk di kursi nomor satu Blaugrana pada 23 Januari 2014, menggantikan Sandro Rosell yang mundur dari jabatan presiden akibat kasus transfer Neymar ke Paris Saint-Germain.

Memimpin Barca dari 2014 sampai 2020, berbagai skandal menimpa pria asal Spanyol tersebut. Satu di antara kasus yang menjadi dosa besar Josep Maria Bartomeu adalah Barcagate.

Barcagete adalah istilah yang dikemukakan media lokal Spanyol, Cadena SER, pada 17 Februari 2020 yang terkait skandal pencucian uang dan usaha direksi Los Cules untuk 'mempercantik' citra klub.

Manajemen klub menyewa vendor bernama I3 Ventures yang bertugas menggiring opini publik sepak bola. Mereka menggunakan buzzer untuk menyerang semua pihak.

Pemain-pemain Barcelona yang tidak sepaham dengan kebijakan klub turut menjadi sasaran tembak para buzzer. Salah satu pemain yang menjadi korban serangan buzzer sewaan Bartomeu adalah Gerard Pique,

Penyelewengan dana, korupsi, hingga pencucian uang juga terjadi selama masa kepemimpinan Bartomeu di Barcelona. Alhasil, pria berusia 58 tahun tersebut ditangkap polisi dan berstatus tersangka pada Maret 2021.

Hutang yang Menumpuk

Melakukan beberapa transfer ajaib. Uang senilai 222 juta Euro yang didapat seperti mubazir dengan pembeian beberapa pemain. Pertama adalah pembelian Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund pada 2017 dengan nilai transfer 105 juta Euro. (AFP/Lluis Gene)
Melakukan beberapa transfer ajaib. Uang senilai 222 juta Euro yang didapat seperti mubazir dengan pembeian beberapa pemain. Pertama adalah pembelian Ousmane Dembele dari Borussia Dortmund pada 2017 dengan nilai transfer 105 juta Euro. (AFP/Lluis Gene)

Tak hanya skandal Barcagate, permasalahan lainnya yang dialami Barcelona pada periode kepemimpinan Bartomeu adalah hutang yang menumpuk. Barca tercatat memiliki hutang hingga 1 miliar poundsterling atau setara dengan Rp 19,7 triliun.

Tingginya hutang Barcelona tak lepas dari buruknya kalkulasi Josep Maria Bartomeu dalam membayar gaji pemain. Sejumlah pemain kunci mendapatkan gaji yang selangit, mulai dari Luis Suarez, Jordi Alba, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan tentu saja Lionel Messi.

Kini setelah mengalami krisis keuangan, El Barca meminta para pemainnya agar rela mendapat pemotongan gaji. Selain itu, kepergian Suarez dan Messi cukup mengurangi beban finansial Barcelona dalam hal gaji.

Presiden Barcelona Terburuk

Gerard Pique. Bek tengah berusia 34 tahun ini kini memasuki musim ke-14 bersama Barcelona. Ia adalah produk Akademi Barcelona yang sempat memperkuat Manchester United. Pada awal 2008/2009 ia kembali ke Barcelona hingga kini. Total telah tampil 568 laga dan mencetak 50 gol. (Foto: AFP/Thomas Kienzle)
Gerard Pique. Bek tengah berusia 34 tahun ini kini memasuki musim ke-14 bersama Barcelona. Ia adalah produk Akademi Barcelona yang sempat memperkuat Manchester United. Pada awal 2008/2009 ia kembali ke Barcelona hingga kini. Total telah tampil 568 laga dan mencetak 50 gol. (Foto: AFP/Thomas Kienzle)

Gerard Pique menjadi pemain Barcelona yang kerap melontarkan kritikan kepada Bartomeu. Teranyar, Pique menyebut pengusaha asal Spanyol itu masuk jajaran presiden Blaugrana paling buruk.

"Saya tidak bisa mengatakan apakah dia yang terburuk. Dari apa yang saya jalani, dia pasti berada di daftar teratas," ujar Pique.

"Kita semua bersalah, tetapi memang benar jika klub tidak mengarah ke tempat yang diinginkan semua orang Catalan. Sekarang saya berharap dan bersemangat. Dalam lima atau 10 tahun ke depan akan sangat bagus untuk Barcelona," tuturnya.

Sumber: Sportsmole

Yuk Tengok Posisi Barcelona saat Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel