Liga Spanyol: Mengenal Ronald Koeman Kids, dari Ibrahimovic hingga Ansu Fati dan Pedri

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Banyak orang terkesima melihat kegemilangan Barcelona menjungkalkan Juventus 2-0 pada matchday kedua Liga Champions, di Allianz Stadium Turin, Kamis (29/10/2020) dini hari WIB. Dipimpin Ronald Koeman, Barcelona kembali menunjukkan jati dirinya sebagai tim yang pantas disegani dan ditakuti.

Salah satu sosok yang menjadi sorotan pada laga itu adalah pemain muda Barcelona, Pedri. Ia tampil trengginas sehingga membuat fans terkesan.

Namun seharusnya itu tidak lagi menjadi kejutan jika melihat kiprah Ronald Koeman di dunia kepelatihan selama ini.

Koeman memang terkenal sering memberikan kepercayaan besar kepada para pemain muda. Ansu Fati merupakan salah satu pemain yang paling merasakan manfaat kehadiran pelatih asal Belanda tersebut.

Koeman menggantikan Quique Setien yang dipecat setelah Barcelona dipermalukan Bayern Munchen. Kedatangannya terbilang cepat, sebab Koeman seringkali berkata ingin melatih Barcelona setelah menukangi Timnas Belanda di Piala Eropa.

Sayangnya, Piala Eropa 2020 harus diundur sampai 2021 nanti karena pandemi Covid-19. Namun Ronald Koeman dan Barcelona tak bisa menunggu lebih lama lagi, dan akhirnya sepakat untuk bekerja sama sejak Agustus 2020.

Koeman Kids

Pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman, berpose saat acara perkenalan di Barcelona, Rabu (20/8/2020).  Koeman resmi menjadi pelatih Barcelona untuk dua tahun kedepan. (AP/Joan Monfort)
Pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman, berpose saat acara perkenalan di Barcelona, Rabu (20/8/2020). Koeman resmi menjadi pelatih Barcelona untuk dua tahun kedepan. (AP/Joan Monfort)

Barcelona butuh sosok yang bisa mempermulus transisinya. Starting XI Blaugrana diisi oleh sejumlah pemain berpengalaman, seperti Lionel Messi dan Gerard Pique. Namun pemain mudanya nampak belum siap untuk menggantikan mereka.

Koeman hadir untuk mengatasi permasalahan tersebut. Selain rajin memainkan Fati, ia juga memberikan panggung aksi untuk Pedri yang sekarang baru berusia 17 tahun.

Memang, dalam karier kepelatihannya yang sangat panjang, Koeman punya sejarah mencetak pemain-pemain muda jadi sosok berbahaya di masa depan. Pemain-pemain muda itu dikenal dengan sebutan Koeman Kids atau Bocah-bocah Koeman.

Berikut ini sederet pemain yang disulap Koeman menjadi sosok hebat di era sekaran.

Zlatan Ibrahimovic dan Ajax

Zlatan Ibrahimovic bergabung bersama Ajax pada tahun 2001 hingga 2004 dan mengantarkan Ajax meraih juara pada tahun 2001/2002 dan 2003/2004. (AFP/Pascal George)
Zlatan Ibrahimovic bergabung bersama Ajax pada tahun 2001 hingga 2004 dan mengantarkan Ajax meraih juara pada tahun 2001/2002 dan 2003/2004. (AFP/Pascal George)

Ajax menjadi klub kedua yang dilatih Koeman. Selama empat musim, mulai 2001 hingga 2005, ia menukangi klub asal Belanda tersebut dan mencetak sejumlah pemain berbakat yang tidak hanya berasal dari Negara Kincir Angin.

Zlatan Ibrahimovic mungkin bisa disebut sebagai 'karya' terbaiknya semasa menukangi Ajax. Pemain asal Swedia tersebut selalu menjadi pencetak gol andalan sejak Koeman memberinya seragam tim utama Ajax.

Setahun sebelum Koeman pergi, Ibrahimovic bergabung dengan Juventus dan mulai menggebrak Serie A, kompetisi yang dikenal 'angker' untuk para penyerang. Jelas, ia harus berterima kasih kepada Koeman yang memperkenalkan dirinya ke dunia.

Juan Mata dan Valencia

Juan Mata saatdi Valencia. (AFP PHOTO/JOHN THYS)
Juan Mata saatdi Valencia. (AFP PHOTO/JOHN THYS)

Perjalanan Koeman di Valencia tergolong rumit. Walaupun mereka mampu memenangkan Copa del Rey, ada banyak masalah yang harus ditemui pria berusia 57 tahun tersebut bersama klub Spanyol itu.

Kendati demikian, Koeman tidak berhenti mencetak pemain bertalenta walaupun hanya bertahan selama satu musim di Mestalla. Koeman adalah sosok yang bertanggung jawab atas perkembangan Juan Mata.

Ia menumbuhkan rasa percaya diri pemain yang kala itu masih berusia 19 tahun itu. Di beberapa kesempatan, Koeman tidak ragu untuk memainkan Mata dan mengasah potensinya jadi seperti sekarang.

Sadio Mane dan Virgil van Dijk

Striker Liverpool, Sadio Mane, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester City bersama Virgil Van Dijk pada laga Premier League di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (10/11). Liverpool menang 3-1 atas City. (AFP/Paul Ellis)
Striker Liverpool, Sadio Mane, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Manchester City bersama Virgil Van Dijk pada laga Premier League di Stadion Anfield, Liverpool, Minggu (10/11). Liverpool menang 3-1 atas City. (AFP/Paul Ellis)

Siapa yang tidak mengenal kedua pemain ini? Sadio Mane dan Virgil van Dijk adalah sosok yang bertanggung jawab atas segala kesuksesan yang diterima Liverpool dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.

Bakat Mane dan Van Dijk mungkin takkan ditemukan jika Koeman tidak membawanya ke Southampton. Keduanya mendarat di St Mary's setelah ditebus dari klubnya masing-masing, RB Salzburg dan Celtic, dengan menghabiskan dana sebesar 40 juta euro.

Southampton tidak salah memercayakan Koeman dalam hal berinvestasi kepada pemain muda. Selang beberapa tahun kemudian, keduanya dibeli Liverpool pada musim yang berbeda dengan nominal 125 juta euro.

Perubahan Generasi di Belanda

Penyerang timnas Italia, Ciro Immobile (kiri) berebut bola dengan pemain Belanda, Frenkie de Jong pada lanjutan UEFA Nations League Grup 1 Liga 1 di Johann Cryuff Arena, Senin (7/9/2020). Italia menang 1-0 saat berkunjung ke markas Belanda. (AP Photo/Peter Dejong)
Penyerang timnas Italia, Ciro Immobile (kiri) berebut bola dengan pemain Belanda, Frenkie de Jong pada lanjutan UEFA Nations League Grup 1 Liga 1 di Johann Cryuff Arena, Senin (7/9/2020). Italia menang 1-0 saat berkunjung ke markas Belanda. (AP Photo/Peter Dejong)

Belanda pernah berada di titik yang paling terpuruk beberapa tahun lalu. Mereka gagal berpartisipasi di dua ajang terbesar level internasional, Euro dan Piala Dunia, masing-masing pada tahun 2016 dan 2018.

Koeman harus memikul beban berat karena ditugaskan untuk mengembalikan status Belanda sebagai salah satu raksasa di pentas internasional. Untuk mencapai titik tersebut, jelas Koeman butuh pemain yang berpengalaman.

Namun ia justru mengambil langkah sebaliknya. Koeman memercayakan tempat buat pemain muda seperti Matthijs De Ligt dan Frenkie De Jong. Hasilnya, mereka lolos ke Piala 2020 dan menjadi finalis di ajang UEFA Nations League 2019.

Masa Depan Barcelona

Kurang lebih sama seperti waktu di Belanda, Koeman juga dibebankan tugas untuk membangkitkan Barcelona seperti sedia kala. Namun Koeman memilih untuk percaya kepada pemain muda dan melengserkan nama-nama penting seperti Arturo Vidal dan Luis Suarez.

Koeman mendatangkan Sergino Dest, pemain berkebangsaan Amerika Serikat dan masih berusia 19 tahun. Kewarganegaran serta umurnya membuat publik diselimuti keraguan, namun tidak dengan Koeman.

Dest membuktikan bisa menjadi salah satu bek kanan terbaik dalam sejarah Barcelona pasca Dani Alves hengkang. Itu sudah terlihat dalam beberapa pertandingan.

Pedri dan Ansu Fati adalah 'Koeman Kids' lainnya, ditambah lagi Francisco Trincao yang mampu menunjukkan aksi-aksi menjanjikan di beberapa kesempatan. Koeman pun sedang berupaya menghidupkan kualitas Ousmane Dembele.

Sumber: Marca

Disadur dari: Bola.net (Penulis Ari Prayoga, published 30/10/2020)