Liga Spanyol: Merasa Jadi Mayat Hidup di Barcelona, Ronald Koeman Siap Dipecat

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Barcelona - Ronald Koeman dikabarkan menyerah dengan posisinya sebagai pelati Barcelona. Dia merasa seperti orang mati yang berjalan di Barcelona.

Menurut AS, pelatih asal Belanda itu meyakini dia tinggal menunggu waktu untuk diberhentikan oleh presiden Joan Laporta.

Koeman merasa tidak percaya diri dan yakin Laporta maupun dewan sudah menyusun rencana pemecatan. Ia juga percaya tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubah pikiran.

Posisi Ronald Koeman maskin genting setelah Barcelona bermain imbang dengan Granada dan Cadiz pekan ini.

Koeman percaya pemecatannya sekarang tidak bisa dihindari.

Barcelona kabarnya sudah memiliki kandidat pengganti Ronald Koeman. Nama-nama yang masuk radar di antaranya Xavi, Roberto Martinez, dan Antonio Conte.

Ada Perbedaan Pendapat

Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)
Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Ronald Koeman sedang mendapat sorotan tajam. Barcelona tak hanya minor di Liga Spanyol, kini berada di urutan ke-7 klasemen sementara.

Di Liga Champions, Barcelona menelan kekalahan memalukan dari Bayern Munchen 0-3 di laga pertama fase grup.

Namun, Joan Laporta dan jajarannya dikabarkan terpecah soal rencana menjadikan Xavi sebagai pengganti Ronald Koeman.

Sport melaporkan, Xavi adalah pelatih yang lebih disukai untuk menggantikan Koeman oleh mayoritas dewan Barcelona. Tetapi, dia bukan pilihan pertama Laporta.

Laporta ingin Xavi kembali ke klub sebagai pelatih tim B, seperti yang dilakukan Pep Guardiola, tetapi itu bukan sesuatu yang akan dipertimbangkan oleh mantan kapten klub tersebut.

Untuk saat ini, seperti yang diungkapkan sebelumnya, pelatih Timnas Belgia Roberto Martinez adalah kandidat yang paling disukai Laporta.

Sumber: AS, Sport

Intip Posisi Tim Favoritmu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel