Liga Spanyol: Negosiasi Pengurangan Gaji Alot, Masalah di Barcelona Belum Tuntas

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Barcelona - Barcelona masih berusaha menyelesaikan satu di antara masalah non-teknis terbesar yang mereka hadapi saat ini, yakni pengurangan gaji.

Menurut Marca, klub masih kesulitan dalam bernegosiasi dengan pemain. Belum semua pemain sepakat dengan kebijakan tersebut.

Para pemain masih berbeda pendapat. Barcelona menggelar rapat pada Kamis (5/11/2020) dan tidak menghasilkan apa-apa. Manajemen dan perwakilan pemain setuju untuk menggelar rapat lagi pada tengah pekan depan.

Sementara itu, para pemain masih menunggu manajemen klub untuk membenarkan pemotongan yang diusulkan sebesar 191 juta euro.

Barcelona, ​​yang menghabiskan 70 persen dari pendapatan mereka untuk gaji, mencoba mengurangi tagihan gaji mereka dengan jumlah yang sangat besar karena masalah keuangan.

Para pemain dengan tegas menolak rencana tersebut. Di ruang ganti, pemain Barcelona dikabarkan kompak untuk menolak rencana itu.

Namun, sejumlah pemain Barcelona baru-baru ini menyetujui perpanjangan kontrak, meski gaji baru mereka kemungkinan besar akan diturunkan.

Rugi

Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)
Logo dan ilustrasi Barcelona. (AFP/Pau Barrena)

Barcelona mengklaim telah menelan kerugian 97 juta euro (Rp1,6 triliun) karena dampak pandemi virus corona.

Pendapatan raksasa Catalan pada musim 2029/2020 menurun 135 juta euro menjadi menjadi 855 juta euro. Padahal, perkiraannya, Barcelona akan mendapat 1 miliar euro dan keuntungannya mencapai 2 juta euro.

Barca berhasil menghemat 74 juta euro dari kesepakatan pengurangan gaji pemain dan staf.

"Klub menderita secara finansial akibat permainan yang dimainkan secara tertutup, serta pembatalan total bola basket Euroleague, dan karenanya ada kerugian yang cukup besar dari pendapatan," demikian pernyataan Barcelona di Twitter, Senin (5/10/2020) malam.

Faktor utama yang membuat Barcelona merugi ialah pertandingan tanpa penonton. Kemudian penjualan merchandise dan minimnya kunjungan ke Barcelona.

Setelah ada pandemi, jumlah turis di semua negara hampir tidak ada. Di Barcelona, klub padahal bisa memaksimalkan pemasukan dari tiket tur stadion dan merchandise.

Sumber: Marca

Saksikan video pilihan berikut ini: