Liga Super Eropa Diancam, Bos Real Madrid Serang Balik UEFA

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Real Madrid, Florentino Perez menegaskan, UEFA tidak akan bisa melarang pemain yang terlibat dalam Liga Super Eropa. Itulah yang membuat Perez meminta para pemain untuk tetap tenang meski dibayangi ancaman dari UEFA.

"Para pemain harus tetap tenang karena ancaman itu tidak akan terjadi," kata Perez yang menjadi pemimpin di Liga Super Eropa yang digagas oleh 12 klub top Eropa. Salah satunya Real Madrid.

Perez menilai, UEFA pun harus transparan. Karena mereka beberapa kali membuat aturan seenaknya dan tidak melihat kondisi klub-klub. "Mereka yang melakukan monopoli di UEFA harus transparan. UEFA tidak memiliki citra yang baik,"

"Mereka menampilkan format (Liga Champions) yang tidak dimengerti oleh siapa pun, dan mereka mengatakan pada 2024 bahwa format itu akan dimulai. Pada 2024 kami akan mati! Ada klub yang kehilangan ratusan juta (karena COVID-19)."

Sebelumnya, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan klub dan pemain yang terlibat dalam Liga Super Eropa yang diusulkan sejumlah klub, akan dilarang 'secepat mungkin' dari semua kompetisi, termasuk Piala Dunia.

Usai menggelar pertemuan darurat sehari setelah 12 klub top Eropa mengumumkan Liga Super Eropa, Ceferin melancarkan serangan pedas terhadap rencana tersebut, yang telah dikecam secara luas di seluruh pertandingan dan seterusnya.

Cefering menolak untuk mengesampingkan bahwa pemain bisa dilarang bermain di Piala Eropa. Ketika ditanya secara langsung tentang kapan larangan akan dimulai, dia berkata: "Saya tidak tahu kapan," katanya dilansir Tribal Football.

"Kami masih mengkaji dengan tim hukum kami. Tetapi kami akan mengambil semua sanksi yang kami bisa. Secepat mungkin mereka harus dilarang dari semua kompetisi kami dan para pemain dari semua kompetisi kami," lanjutnya.