Liga Super Eropa Kandas, Calon Investor Pilih 'Cuci Tangan'

Muchamad Syuhada
·Bacaan 1 menit

VIVAJP Morgan, bank investasi asal Amerika Serikat terseret dalam kisruh digelarnya kompetisi anyar Liga Super Eropa. Mereka sebelumnya menyatakan siap memberikan suntikan dana untuk digelarnya ajang tersebut.

Mereka menyetujui kerjasama investasi dengan Key Capital, yang investor terkenalnya termasuk pengusaha Spanyol terkemuka, Borja Prado.

Prado sendiri merupakan sahabat bos Real Madrid yang juga menjadi presiden Liga Super Eropa, Florentino Perez. Bisnis Prado fokus di bidang utilitas dan media besar di Spanyol.

Baik JP Morgan maupun Key Capital dikabarkan menawarkan kepada masing-masing klub jaminan awal. Atau secara total, mereka bersedia menanam modal sampai Rp60 triliun buat proyek ambisius tersebut.

Sayangnya, hanya 72 jam usai diumumkan, rencana digelarnya Liga Super Eropa kandas. Delapan dari 12 tim menyatakan mundur. Tekanan dari UEFA, FIFA, pemain serta suporter menjadi penyebabnya.

Dari Perez, sampai sekarang masih menyatakan Liga Super Eropa belum bubar dan hanya tertunda. Tapi kembali rencana tersebut mengalami kendala berat karena JP Morgan mulai memberi sinyal ogah mendukung turnamen itu.

Pihak JP Morgan mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka telah membuat kesalahan dengan mendukung Liga Super Eropa. "Kami salah menilai bagaimana kesepakatan ini dilihat oleh komunitas sepakbola yang luas dan pengaruhnya kepada mereka di masa depan," tulis mereka dikutip Football Italia.