Liga Super Eropa Tak Lantas Selesaikan Krisis Finansial Klub

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – 12 klub papan atas Eropa mendeklarasikan diri untuk menggelar sebuah kompetisi baru. Ajang itu diberi nama Liga Super Eropa.

Dengan ikut Liga Super Eropa, mereka mengklaim bakal dapat banyak uang pemasukan. Krisis finansial yang dialami akibat dampak pandemi COVID-19 bisa teratasi.

Mereka yang ikut dalam Liga Super Eropa adalah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur. Disebutkan pula akan ada delapan klub tambahan lainnya.

Raksasa Bundesliga, Bayern Munich adalah salah satu tim yang menolak ikut Liga Super Eropa. Karl-Heinz Rummenigge selaku Chief Executive Officer (CEO) mengatakan kompetisi itu tak lantas akan membuat klub punya banyak uang.

"Saya mendengar desas-desus bahwa mereka memiliki masalah keuangan, potensi pendapatannya tampak sangat besar," kata Rummenigge, dikutip dari laman resmi Bayern.

"Tapi itu takkan cukup untuk menyelesaikan masalah keuangan dalam jangka panjang. Anda tidak dapat terus menjadikan uang sebagai kompensasi dari pengeluaran," imbuhnya.

Bayern juga menegaskan keinginan mereka untuk bermain di Bundesliga dan Liga Champions. Kedua kompetisi yang menurut Rummenigge masih bergengsi.

Kalau Bayern ikut Liga Super Eropa, dia juga menganggap akan jadi pengkhianatan terhadap para suporter.

"Kami tidak ikut Liga Super karena kami tidak ingin ambil bagian di dalamnya. Kami senang bermain di Bundesliga," tutur Rummenigge.

"Kami senang menjadi bagian dari Liga Champions, dan jangan lupakan tanggung jawab terhadap suporter kami yang umumnya menentang reformasi semacam itu. Kami merasakan tanggung jawab terhadap sepakbola secara umum," tambahnya.