Lihat Lokasi, Kubu Bharada E Tidak Percaya Terdakwa Lain Tak Lihat Sambo Menembak

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Penasihat Hukum Richard Eliezer alias Bharada E, Ronny Talapessy memandang seharusnya kejadian penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J oleh Ferdy Sambo di rumah dinas Duren Tiga terlihat para terdakwa lain.

Keterangan Ronny disampaikan usai dirinya mengecek langsung lokasi tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir J. Diketahui, kondisi di dalam rumah tersebut ternyata sangat berdekatan antara para terdakwa.

"Terkait yang ada di rumah Duren Tiga ini, ini menjelaskan posisi para terdakwa ketika terjadi penembakan. Di mana, jaraknya sangat dekat," kata Ronny kepada wartawan usai mengecek rumah dinas, Rabu (4/1).

Menurut Ronny, dengan kondisi di dalam rumah antara posisi para terdakwa yang dekat. Ia menganggap sangat tidak mungkin bila penembakan Brigadir J oleh Ferdy Sambo tidak terlihat terdakwa lain.

"Ada salah satu terdakwa yang menyampaikan tidak melihat, menurut kami sangat tidak mungkin karena jaraknya sangat dekat. Jadi hari ini menggambarkan situasi bagaimana perkara penembakan, situasi yang ada di TKP," ujarnya.

Diketahui jika terdakwa Ricky Rizal alias Bripka RR, Kuat Maruf, dan Putri Candrawathi dalam persidangan mengaku tidak melihat secara langsung saat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

Sementara keterangan soal Ferdy Sambo menembak hanya keluar dari Bharada E. Meski Mantan Kadiv Propam Polri itu tetap menyatakan membantah keterangan dari mantan ajudannya tersebut soal penembakan Brigadir J.

"Kalau kami melihat terkait dengan posisi berdiri dari para terdakwa ini untuk menunjukkan dimana posisi dari para terdakwa," katanya.

"Ketika yang tadi saya sampaikan ada terdakwa yang menyampaikan tidak melihat Ferdy Sambo tidak melihat menurut kami sangat tidak mungkin karena jaraknya terlalu dekat," tambah dia.

Diketahui jika dari hasil lie detector atau pendeteksi kebohongan disebut Bripka RR dinyatakan jujur ketika ditanyakan apakah melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

Lalu untuk hasil hasil lie detector Kuat Maruf, dinyatakan bohong saat dihadapkan pertanyaan apakah melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J atau tidak.

Kemudian, Putri Candrawathi menyatakan juga tidak melihat penembakan oleh Sambo terhadap Brigadir J. Bahkan, ketika dirinya keluar kamar pun mengaku matanya ditutup sang suami ketika hendak pindah ke rumah pribadi, Jalan Saguling.

Sebelumnya, Pejabat humas PN Jaksel Djuyamto menjelaskan bahwa tujuan sidang dengan agenda pemeriksaan setempat adalah untuk menyakinkan majelis hakim terkait locus delicti atau tempat terjadi peristiwa dalam suatu perkara.

Hal ini terkait dengan digelarnya sidang setempat dalam perkara pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di dua TKP, yakni rumah pribadi di Jalan Saguling dan Rumah Dinas di Duren Tiga milik Ferdy Sambo.

"Tujuannya hanya untuk meyakinkan hakim tentang locus delicti-nya. Tempat peristiwa terjadinya tindak pidana, itu saja, memastikan itu," ucap Djuyamto kepada wartawan di PN Jakarta Selatan, Rabu (4/1).

Dalam agenda pemeriksaan setempat, tadi, hanya dihadiri Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan para Tim Penasihat Hukum tanpa kehadiran para terdakwa. Selain itu, pada pengecekan tersebut pihak berperkara juga tidak boleh mengajukan pertanyaan.

"Nanti disana tidak ada pertanyaan-pertanyaan dari para pihak, baik dari (pihak) terdakwa. Terdakwa kan tidak dihadirkan, jadi hanya pemeriksaan setempat," ujarnya.

Bahwa landasan hakim melakukan pemeriksaan setempat sebagaimana telah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 7 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan Setempat.

Kalau, pelaksanaan pemeriksaan setempat dalam hukum acara pidana bertujuan untuk menambah keyakinan hakim, keterangan bagi hakim dan penetapan penyerahan barang bukti. Sebagai diskresi yang lazim dilakukan, meski tidak diatur dalam KUHAP.

"Pemeriksaan setempat dalam perkara pidana merupakan diskresi majelis hakim yang lazim dalam praktek pemeriksaan perkara pidana walaupun dalam KUHAP tidak diatur," ujar Djuyamto. [eko]