Lihat Tebet Eco Park, PDIP Dorong Jam Operasional Taman di Jakarta Diperpanjang

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Ima Mahdiah mengusulkan jam operasional taman-taman di Jakarta diperpanjang hingga malam. Pernyataan ini sebagai respons langkah Pemprov DKI yang menutup Taman Tebet Eco Park hingga Juni, untuk pemeliharaan fasilitas.

Ima menilai membeludaknya Tebet Eco Park menandakan banyak warga Jakarta memilih ruang terbuka hijau sebagai destinasi aktivitas mereka. Hanya saja, Pemprov seharusnya bisa memitigasi jumlah pengunjung yang overload seperti di Tebet Eco Park.

"Di Jakarta sebetulnya banyak taman tapi tidak semuanya beroperasi penuh selama pandemi ini. Seharusnya jam operasional dilonggarkan saja sampai malam, sehingga masyarakat bisa mengatur waktu untuk beraktivitas di taman-taman tersebut," kata Ima kepada merdeka.com, Jumat (17/6).

Taman di Lapangan Banteng, misalnya. Menurut Ima, banyak warga yang bekerja di dekat taman tersebut sebenarnya ingin meluangkan waktu untuk melepas penat usai bekerja. Namun, karena jam operasional terbatas, keinginan tersebut tak dapat terealisasi.

Selain itu, Dia juga mengusulkan setiap kelurahan memiliki 1 RPTRA. Hal ini agar warga tak terpusat ke satu taman saja untuk sekadar rekreasi atau olahraga seperti yang terjadi pada Tebet Eco Park.

"Pemprov gagal melakukan mitigasi sebelum revitalisasi taman dilakukan, sehingga mereka gagap melihat euforia masyarakat dan akhirnya menutup taman Tebet. Sebetulnya program RPTRA itu seharusnya dilanjutkan saja dengan target 1 kelurahan mempunyai 1 RPTRA, kalau bisa sampai 1 RW mempunyai 1 RPTRA, sehingga masyarakat tidak perlu terkonsentrasi di 1 taman saja," jelasnya.

Diketahui, pengunjung Taman Tebet Eco Park akan dibatasi. Kebijakan ini seiring jumlah pengunjung yang melebihi kapasitas. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, kapasitas taman tersebut didesain untuk 8-10 ribu orang. Namun, dalam catatan yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta, taman tersebut pernah dikunjungi 60 ribu orang dalam satu hari.

"Kapasitas taman 8-10 ribu, pernah kedatangan 60 ribu warga dalam satu hari di akhir pekan. Kesempatan menikmati taman menjadi sangat berkurang karena kepadatan yang ekstrem," kata Anies dalam instagram @aniesbaswedan, Kamis (16/6).

Kondisi itu yang menjadi pertimbangan Tebet Eco Park harus ditutup hingga akhir Juni untuk ditataulang dan pembenahan fasilitas.

Selain itu, wilayah sekitar Tebet Eco Park akan dijadikan Zona Emisi Rendah, di mana pada akhir pekan seluruh kendaraan bermotor dibatasi masuk kecuali bagi penghuni.

"Jumlah pengunjung, utamanya di akhir pekan, akan dibatasi sesuai kapasitas taman. Ketertiban dan kebersihan lingkungan akan dijaga secara ketat," ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan itu juga mengajak kepada seluruh warga untuk menikmati lebih dari 100 taman lain di Jakarta yang telah diperbarui dan dibuka, dan tidak kalah menyenangkan dibanding Tebet Eco Park.

Ruang-ruang publik yang dimaksud antara lain, lapangan Monumen Nasional, yang akan dibuka seiring PPKM level 1 di Jakarta, Taman Suropati, Taman Lapangan Banteng, Taman Sungai Kendal, Taman Rotanusa, Hutan Kota Srengseng, Taman Cattleya, Taman Puring, Taman Sambas Asri, Taman Apung, Taman Piknik. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel