Lika-liku Hidup Abdul Kirom: 2 Kali Juara Bersama Persebaya, Jadi Supir Bank Jatim dan Menjalankan Bisnis Katering

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Perjalanan hidup Abdul Kirom, mantan striker Persebaya Surabaya, terbilang berwarna. Pria asal Balongbendo, Sidoarjo, ini membawa Bajul Ijo dua kali meraih trofi juara Liga Indonesia dalam dua kasta kompetisi berbeda, yaitu juara Divisi Utama 1996/1997 dan Divisi Satu 2003.

Selain Persebaya Surabaya, Kirom pernah berkostum sejumlah tim Liga Indonesia, yaitu Arseto Solo, Persijatim Jakarta Timur, Persikad Depok, Persekabpas Pasuruan, Pelita KS Cilegon, dan Persida Sidoarjo.

Striker lincah dengan tinggi hanya 165 cm ini tercatat menjadi bagian tim sepak bola Jawa Timur ketika meraih medali emas PON 2000.

Ketika masih aktif bermain, Kirom lekat dengan julukan Ciblek. Menariknya, julukan ini justru pertama kali dipopulerkan oleh suporter PSIS Semarang yang terpukau dengan aksinya meliuk-liuk dengan bola melewati pemain lawan ketika memperkuat Persebaya di Piala Tugu Muda pada 1996.

"Saya senang dan bangga karena membawa Persebaya juara di turnamen itu," ujar Kirom dalam channel youtube Omah Balbalan.

Bagi Kirom, suksesnya saat itu merupakan buah tekad dan kerja kerasnya menggeluti sepak bola yang dimulai ketika bergabung di PSAD yang berkiprah di kompetisi internal Persebaya.

Ketika itu, ia masih duduk di bangku SMP. Untuk berlatih di PSAD, ia harus bersepeda menempuh jarak 60 km pulang dan pergi dari rumahnya di Balongbendo ke kawasan Wedangan Surabaya, yang menjadi lokasi latihan.

"Kalau latihan pagi, saya sudah berangkat dari rumah selepas salat subuh. Bila tim berlatih pada sore hari, saya baru tiba di rumah jam sembilan malam," kenang Kirom.

Berkat kerja keras dan telanta yang dimilikinya, Kirom sudah menjadi bagian dari Persebaya Surabaya junior sejak kelas dua SMP. Rekan satu angkatannya, di antaranya Sutaji, Nurul Huda, Bejo Sugiantoro, dan Anang Ma'ruf. Empat tahun di Persebaya junior, Kirom pun menjadi bagian Bajul Ijo senior.

"Tidak mudah buat seorang pemain masuk skuad Persebaya junior. Seleksinya berbagai tahapan dengan durasi minimal tiga bulan," ujarnya.

Supir Bank Jatim dan Bisnis Katering

Mantan striker Persebaya Surabaya, Abdul Kirom saat berbincang dalam channel youtube Omah Balbalan. (Bola.com/Abdi Satria)
Mantan striker Persebaya Surabaya, Abdul Kirom saat berbincang dalam channel youtube Omah Balbalan. (Bola.com/Abdi Satria)

Setelah gantung sepatu saat memperkuat Persida Sidoarjo pada 2008, Kirom lebih banyak menghabiskan waktu dengan kerja serabutan. Pada 2012, Kirom memberanikan diri menghadap Johny Fahamsyah, mantan pelatihnya di Persebaya Surabaya junior yang bekerja di Bank Jatim.

"Saya disuruh menunggu. Tidak sampai sebulan, saya diterima sebagai supir," ungkap Kirom.

Namun, Kirom hanya empat tahun menjalani profesinya itu. Ia kemudian memutuskan fokus meneruskan bisnis katering yang dirintis ibunya dengan brand Dua Anak.

"Alhamdulillah, bisnis katering tetap berjalan meski di tengah suasana pandemi COVID-19 seperti saat ini," ujar Kirom.

Fokus terhadap bisnis itu pula yang membuat Kirom tidak berpikir meneruskan karier di dunia sepak bola dengan menjadi pelatih.

"Saya juga ingin lebih dekat dengan keluarga. Kalau berkarier sebagai pelatih, bisa jadi saya tidak punya banyak waktu dengan mereka," pungkas Kirom.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel