Lika Liku Karier David da Silva di Persebaya, Sempat Dicaci Maki hingga Jadi Pujaan Suporter

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya membuat keputusan mengejutkan pada awal musim 2018. Di bawah arahan pelatih Angel Alfredo Vera, tim Bajul Ijo mendatangkan striker asal Brasil, David da Silva, untuk mengisi slot pemain asing.

Pemain ini sebenarnya terhitung baru di kancah sepak bola Tanah Air. Namun, rekam jejaknya membuat Bonek, suporter Persebaya, menolak David da Silva. Penyebabnya, David pernah membela Bhayangkara FC selama pramusim di Piala Presiden 2018.

Sudah menjadi rahasia umum Bonek sampai detik ini menganggap Bhayangkara sebagai penyebab lahirnya dualisme Persebaya. Klub berjulukan The Guardian itu dituding sebagai biang tim kebanggaan Bonek tidak diakui oleh PSSI pada medio 2013-2016.

David, yang tidak mengetahui polemik tersebut, memutuskan cuek dan tidak memberi tanggapan. Tapi, cercaan Bonek kian bertambah saat penyerang kelahiran 12 November 1989 itu dikenalkan oleh Persebaya. Dia memakai kacamata dalam sesi itu.

Sontak Bonek menanggap David sebagai striker yang tidak sesuai harapan. Kesehatan matanya diragukan. Tapi, David langsung membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol dalam laga debutnya untuk Persebaya.

Pertandingan itu berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan (30/3/2018), saat Persebaya melawat ke markas Persela Lamongan dalam pekan kedua Liga 1 2018. Persela unggul dulu lewat Diego Assis yang mencetak gol di menit ke-56.

Setelah gol itu lahir, Alfredo memasukkan David yang menggantikan Rishadi Fauzi. Hanya 13 menit di lapangan, David langsung membobol gawang Persela. Gol itu sekaligus menyelamatkan Persebaya dari kekalahan. Laga itu berakhir 1-1.

“Perlu usaha keras bagi kami untuk bisa bangkit. Jelas ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagi saya bisa Persebaya. Sangat bagus bisa mencetak gol di laga debut bersama tim ini,” ungkap David da Silva kepada Bola.com usai pertandingan.

Sempat Hengkang

David da Silva dan Misbakus Solikin saat duel Persebaya vs Arema di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (6/5/2018). (Bola.com/Aditya Wany)
David da Silva dan Misbakus Solikin saat duel Persebaya vs Arema di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (6/5/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Sikap Bonek berubah dari makian menjadi dukungan kepada David. Sang striker tidak mau berpuas diri dengan menunjukkan kualitasnya. Meski, dia sendiri sempat kecewa dengan perlakuan Bonek terhadapnya.

Laga tersebut menjadi titik mula performa impresif yang ditunjukkan oleh striker berjulukan Cak Gundul tersebut. Musim 2018 dilewatinya dengan penampilan fantastis.

Dia menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak tiga kali hattrick selama musim 2018. PS Tira (kini Tira Persikabo), Mitra Kukar, dan Bali United menjadi korban keganasannya di lini depan Persebaya.

David telah menyumbang 24 gol dari 24 pertandingan di semua ajang. Dia sebenarnya berpotensi menjadi top scorer setelah mencetak 20 gol di Liga 1 2018. Sayangnya, torehannya itu kalah dari Aleksandar Rakic (PS Tira) yang mencetak 21 gol, dua gol di antaranya lahir pada pekan terakhir.

Sayang, David kemudian tidak mendapat perpanjangan kontrak dari Persebaya. Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, menyebut pihaknya punya banyak alasan untuk tidak segera mengamankan David lantaran kontraknya baru berakhir pada 31 Desember 2018.

Kepergian David membuat banyak Bonek kecewa terhadap manajemen Persebaya yang dianggap gagal mengamankan tanda tangan predator andalan.

David da Silva sempat hengkang dari Indonesia dengan membela Pohang Steelers, klub K League 1 Korea Selatan. Nasibnya kurang mujur karena hanya mampu menyumbang dua gol saja dari sembilan penampilan selama musim 2019.

Enggan Bicara Muluk-muluk

Pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak Oktafianus Fernando ke gawang Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/8). Persebaya menang 2-0 atas Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)
Pemain Persebaya Surabaya merayakan gol yang dicetak Oktafianus Fernando ke gawang Bhayangkara FC pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/8). Persebaya menang 2-0 atas Bhayangkara. (Bola.com/Yoppy Renato)

Di pertengahan musim 2019, Persebaya menunjukkan ketergantungannya kepada Cak Gundul. Mereka berhasil memulangkan David. Namun, keberadaannya membuat Amido Balde (Guniea-Bissau) menjadi tumbal dan memutuskan hijrah ke PSM.

David hanya punya empat bulan selama putaran kedua Liga 1 2019 untuk kembali membuktikan kualitasnya bersama Persebaya. Lagi-lagi, dia menunjukkan produktivitasnya dengan membukukan 12 gol dalam 16 pertandingan.

Sosok yang satu ini dikenal sangat rendah hati meski kualitasnya di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Namun, David selalu enggan berbicara muluk-muluk soal pembuktiannya itu.

“Tidak penting menyatakan berapa target gol saya. Saya tidak bisa menyebutkan angka. Bagi saya yang terpenting adalah kemenangan Persebaya. Itu sudah saya lakukan sejak musim lalu,” kata David kepada Bola.com, Jumat (20/12/2019).

“Secara sederhana, saya adalah striker yang bertugas membantu Persebaya menang. Saya memang harus mencetak gol. Tapi, yang terpenting adalah kemenangan tim ini karena kami bermain sebagai tim,” imbuhnya.

Total, David kini sudah menyumbang 39 gol dalam 43 pertandingan. Dia termasuk striker asing dengan angka produktikvitas yang pernah dimiliki oleh klub asal Kota Pahlawan.