Lika-liku Ragil Sudirman, Semusim Berkostum Persebaya Hingga Jadi Asisten Pelatih Persela

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Makassar - Kiprah Ragil Sudirman sebagai seorang pesepak bola terbilang datar. Pria asal Lamongan ini tercatat pernah berkostum Persegres Gresik, Assyabaab Salim Grup, Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan, dan Persela Lamongan. Bersama tim terakhir, ia pernah meraih trofi juara Divisi Dua Liga Indonesia 2001 dan kemudian memutuskan pensiun serta beralih profesi menjadi pelatih.

Bersama Persela Lamongan, Ragil Sudirman menjadi asisten pelatih sejak musim 2002. Menariknya, ia tetap melakoni status itu sampai saat ini.

"Saya masih terus belajar. Kebetulan lisensi saya masih B AFC. Saya tentu memiliki keinginan menangani sebuah tim dengan status pelatih kepala," ujar Ragil Sudirman dalam channel youtube Omah Balbalan.

Apalagi tahun ini Ragil akan segera memasuki masa pensiun sebagai pegawai Bank Daerah Lamongan. Hal ini membuat Ragil bisa lebih fokus menggeluti sepak bola yang diawalinya lewat kiprah di Piala Piring Emas, sebuah turnamen antarkecamatan di Lamongan.

Dari turnamen itu, bakatnya terpantau oleh Petroges, klub amatir yang berkiprah di kompetisi internal Persegres Gresik.

Tidak butuh waktu lama, Ragil kemudian menjadi bagian Persegres yang ditangani Marek Janota, pelatih asal Polandia, pada 1991. Selepas dari Persegres pada 1993, ia bergabung bersama Assyabaab Salim Grup Surabaya (ASGS) yang berkiprah di Liga Indonesia 1994/1995.

Semusim bersama ASGS, Ragil Sudirman kemudian berkostum Persebaya yang ditangani oleh Sasho Kostov asal Bulgaria.

Pengalaman Berkostum Persebaya

Asisten Pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman, saat berbincang di channel youtube Omah Balbalan. (Tangkapan layar Omah Balbalan/Bola.com/Abdi Satria)
Asisten Pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman, saat berbincang di channel youtube Omah Balbalan. (Tangkapan layar Omah Balbalan/Bola.com/Abdi Satria)

Ketika bersama Persebaya Surabaya, Ragil Sudirman satu tim dengan bintang lokal, seperti Bejo Sugiantoro, Aji Santoso, Yusuf Ekodono, Hartono, Dodik Suprayogi, Anang Ma'ruf, hingga Mursyid Effendi. Layaknya tim peserta Liga Indonesia, Persebaya juga adihuni pemain asing, seperti Dejan Antonic, Nadoveza Branko, dan Plamen Illiev Kazakov.

Menurut Ragil, meski hanya semusim di tim Bajul Ijo, ia mendapatkan banyak pengalaman berharga. Satu di antaranya saat memperkuat Persebaya pada laga uji coba menghadapi PSV Eindhoven di Stadion Gelora 10 November pada 6 Januari 1996. Persebaya yang terus mendapatkan tekanan akhirnya kalah telak 2-6 dari PSV.

Seperti di ASGS, Ragil hanya bertahan semusim di Persebaya. Meski begitu, ia mengaku bangga pernah menjadi bagian tim kebanggaan bonek itu.

"Saya kembali lagi ke Persegres karena tidak masuk dalam skema Rusdi Bahalwan," ujar Ragil.

Seperti diketahui, Persebaya meraih trofi juara Liga Indonesia 1996/1997 setelah mengalahkan Mastrans Bandugn Raya dengan skor 3-1 pada final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno.

Dari Persegres, Ragil merantau ke Kalimantan selama dua tahun dengan berkostum Persiba Balikpapan. Selepas dari Persiba, Ragil akhirnya kembali ke Lamongan menerima permintaan H. Masfuk, Ketua Umum Persela yang juga menjabat Bupati Lamongan.

Bersama Persela, RAgil menjadi bagian dari skuad juara Divisi Dua Liga Indonesia. Sukses yang mengantarnya menjadi pegawai Bank Daerah Lamongan.

Ragil kemudian memutuskan pensiun sebagai pemain setelah kesuksesan itu. Ia menjadi bagian dari tim kepelatihan Persela sejak 2002 sampai saat ini.

"Kuncinya adalah menjaga kepercayaan yang diberikan," pungkas Ragil.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel