Lily Wahid: Rhoma Capres, Kasihan PKB

Liputan6.com, Jakarta : Makan siang Rhoma Irama dan PKB menjadi sorotan. Apalagi Rhoma sedang getol-getolnya ingin menjadi capres 2014. Namun Rhoma dianggap belum mumpuni. Jika PKB dijadikan kendaraan politik Raja Dangdut itu pun nasibnya diperkirakan bakal memprihatinkan.

"Saya kasihan saja dengan PKB kalau mengusung Rhoma sebagai capres 2014. Dia belum memenuhi kualifikasi sebagai pemimpin bangsa," kata anggota DPR RI dari Fraksi PKB Lily Khodijah Wahid ketika dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Senin (3/12/2012).

Rhoma, menurut dia, belum siap dicalonkan sebagai capres 2014. Pelantun Begadang itu dianggap belum mengerti bagaimana menghadapi persoalan bangsa. Rhoma juga dianggap hanya mengandalkan popularitas dalam bursa pencalonan presiden. Padahal kualifikasi untuk menjadi presiden adalah tidak punya cacat hukum, tidak merugikan rakyat, mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat dan memberantas korupsi.

"Intinya, presiden itu harus bisa mengatasi keterpurukan bangsa. Bang Rhoma itu baik. Tapi dia harus siap dulu jika mau mencalonkan jadi presiden," ujar Lily.

Keraguan Lily terhadap pencalonan Rhoma sebagai presiden ini lantaran pria yang akrab disapa Bang Haji itu belum memaparkan seperti apa dia dalam mengatasi masalah yang dihadapi bangsa saat ini.

"Kalau Rhoma sudah berani mencalonkan dirinya sebagai capres, berarti dia harus sudah siap menghadapi persoalan bangsa. Misalnya saja soal TKI, pengangguran, korupsi, dan pengangguran," tukas Lily.

Pada 2 November 2012, PKB bertemu Rhoma di restoran di Menteng, Jakarta Pusat. Menurut Sekjen DPP PKB Helmy Faisal Zaini, pertemuan tersebut hanya sebatas makan siang dan berdiskusi mengenai komitmen kebangsaan. Saat ditanya apakah dalam pertemuan tersebut Rhoma meminta dukungan PKB untuk diusung pada Pilpres 2014, Helmi menampiknya. "Nggaklah, ini kedua pihak yang sama-sama ketok pintu," jelas Helmi. [baca: Sekjen PKB: Rhoma Salah Satu Kandidat Capres 2014] (FRD)