Lima ABK dari Langsa Aceh Hilang Kontak di Selat Malaka

Merdeka.com - Merdeka.com - Anak Buah Kapal (ABK) Frikenra yang berangkat dari Pelabuhan Langsa, Aceh, tujuan Pelabuhan Kantang, Thailand, hilang kontak di perairan Selat Malaka. Kapal kayu yang dikemudikan 5 ABK tersebut berangkat pada (27/5), dan diperkirakan tiba di Thailand sehari berikutnya.

"Tapi sampai tanggal 29 Mei, kapten kapal tidak melaporkan keberadaannya. Pemilik kapal sempat mencari tahu ke Kantang, tapi kapal belum tiba di sana," kata Kepala Basarnas Banda Aceh, Budiono, Selasa (31/5).

Pemilik kapal pun melapor ke Pos SAR Langsa yang kemudian meminta bantuan ke Basarnas Banda Aceh. Pencarian langsung dilakukan pada Minggu 29 Mei, dengan menyisir 34 mil perairan Selat Malaka di Aceh Timur. Tapi keberadaan kelima ABK itu tak ditemukan.

Sehari berikutnya, Basarnas Banda Aceh memperoleh informasi dari nelayan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, terkait temuan 3 orang ditemukan di Perairan Langkawi, Malaysia.

Berdasarkan penuturan nelayan Pangkalan Brandan itu, tutur Budiono, ketiga orang ini diselamatkan nelayan Malaysia yang kemudian diserahkan ke mereka saat berpapasan di tengah laut.

Ketiga orang itu masing-masing Khoiruddin (31), Junaidi (37) keduanya warga Medan, dan Muhammad Ikhsan (27) warga kota Langsa.

"Basarnas Banda Aceh lalu berkoordinasi dengan MRCC Putra Jaya Malaysia untuk mencari korban di Perairan Malaysia. Ketiga korban tersebut dipastikan awak dari kapal Frikenra," ujar Budiono.

Sementara nasib kedua ABK Frikenra yang diduga tenggelam itu, yakni Suratman dan Muhammad Yusuf asal Medan, belum diketahui. Basarnas Banda Aceh masih melakukan upaya pencarian.

Upaya lain, Basarnas Pusat juga telah melakukan e-broadcast kepada kapal-kapal yang melintas, jika melihat 2 ABK tersebut segera diselamatkan.

"Kami berkoordinasi juga dengan ILO TNI di Penang, dikarenakan lokasi penemuan ketiga korban selamat pada wilayah Langkawi Malaysia," pungkas Budiono. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel