Lima agen China ditangkap di AS karena incar musuh-musuh Beijing

·Bacaan 3 menit

Washington (AFP) - Lima agen China ditangkap Rabu atas peran mereka dalam operasi yang menyasar lawan-lawan Beijing di Amerika Serikat, umum para pejabat AS.

Asisten Jaksa Agung John Demers mengatakan dakwaan telah diajukan terhadap delapan orang yang terlibat dalam "operasi penegakan hukum ilegal China yang dikenal sebagai Fox Hunt (Memburu Serigala)."

"Sejak 2014, atas arahan Sekretaris Jenderal China Xi Jinping, China terlibat dalam operasi global yang dikenal sebagai Memburu Serigala," kata Demers dalam konferensi pers.

"China melukiskan Memburu Serigala sebagai kampanye anti-korupsi internasional di mana mereka berusaha menemukan buronan-buronan sah di seluruh dunia dan membawa mereka ke China untuk menghadapi tuntutan pidana yang sebenarnya," kata Demers.

"Tetapi dalam banyak kasus yang diburu adalah lawan-lawan Ketua Partai Komunis Xi - pesaing politik, pembangkang, kritikus," kata dia. "Dan dalam kedua peristiwa itu, operasi tersebut jelas merupakan pelanggaran terhadap aturan hukum dan norma internasional."

Demers mengatakan "skuad-skuad repatriasi" China telah memasuki Amerika Serikat untuk "mencari para tersangka buronan dan mengerahkan intimidasi dan taktik-taktik lain untuk memaksa mereka kembali ke China di mana mereka akan menghadapi pemenjaraan tertentu atau lebih buruk lagi setelah persidangan yang tidak sah."

Pengumuman Departemen Kehakiman itu muncul bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara AS dan China terkait pandemi virus corona yang berulang kali disebut Presiden Donald Trump akibat ulah Beijing.

Demers mengatakan lima agen China yang ditangkap di Amerika Serikat pada Rabu untuk menghadapi dakwaan "bersekongkol untuk bertindak di Amerika Serikat sebagai agen ilegal Republik Rakyat China."

Tiga dari mereka yang didakwa, yakni Zhu Yong (64) adalah warga negara China dan penduduk tetap AS; Hongru Jin, warga AS berusia 30 tahun hasil naturalisasi; dan Michael McMahon, warga AS berusia 53 tahun dan detektif swasta berlisensi, ditangkap di New York dan New Jersey.

Dua lainnya -Rong Jing (38) seorang warga negara China dan penduduk tetap AS dan Zheng Congying (24) warga negara China dan penduduk tetap AS- ditangkap di California.

Tiga lainnya tengah menghadapi dakwaan -Zhu Feng (33); Hu Ji (45); dan Li Minjun (64)- masih buron dan diyakini berada di China, kata Departemen Kehakiman.

"Upaya kasara pemerintah China dalam mengawasi, mengancam, dan melecehkan warga negara kita sendiri dan penduduk tetap yang sah, selagi berada di bumi Amerika, adalah bagian dari beragam kampanye pencurian dan pengaruh jahat China di negara kita dan di seluruh dunia," kata Direktur FBI Christopher Wray.

Dia mengatakan warga negara China yang dijadikan sasaran yang dianggap sebagai ancaman terhadap rezim itu tidak terbatas di Amerika Serikat tetapi juga terjadi di negara-negara lain.

"Ini bukanlah tindakan yang kami perkirakan dari negara-bangsa yang bertanggung jawab," kata Wray. "Sebaliknya, tindakan-tindakan itu lebih seperti sesuatu yang kita perkirakan dari sindikat kejahatan terorganisir."

Departemen Kehakiman tidak mengungkapkan individu-individu yang menjadi sasaran tetapi memberikan rincian beberapa metode yang digunakan untuk melawan mereka.

Satu kasus melibatkan seorang pria yang diidentifikasi hanya sebagai "John Doe-1," seorang penduduk New Jersey yang dituduh China telah menyalahgunakan kekuasaan pemerintah dan menerima suap.

Departemen Kehakiman mengatakan agen-agen China menggunakan lawatan ayah John Doe-1 yang sudah lansia ke Amerika Serikat dalam upaya membujuk dia dan keluarganya agar kembali ke China.

Mereka juga melakukan pengawasan dan kekerasan online terhadap putri John Doe-1 yang sudah dewasa, sebagai bagian dari kampanye menekan John Doe-1, kata Departemen Kehakiman.

Tuduhan persekongkolan untuk berlaku sebagai agen China terancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

cl/bfm