Lima Anggota Polisi yang Aniaya Perawat dan Sekuriti Ditahan di Sel Khusus

Merdeka.com - Merdeka.com - Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, lima anggota polisi yang menganiaya perawat dan sekuriti Rumah Sakit Umum (RSU) Bandung, Jalan Mistar, Kota Medan, telah ditahan dan ditempatkan di sel khusus. Hal itu dilakukan buntut dari perbuatan yang mereka lakukan pada Minggu (6/11) kemarin.

"Pemeriksaan dan proses terhadap oknum polisi tersebut sudah dilakukan Propam Polda Sumut. Mereka (juga) ditempatkan di tempat khusus," kata Hadi, Rabu (9/11).

Menurut Hadi, sedikitnya ada lima anggota polisi yang terekam menganiaya perawat dan sekuriti RSU Bandung. Namun Polda Sumut belum memerinci identitas lima anggota polisi tersebut.

"Kami bisa mengidentifikasi bahwa pelaku diduga oknum polisi ada sekitar lima orang," ucapnya.

Kelimanya terancam dikenakan sanksi etik. Namun saat ini pemberian sanksi terhadap kelima anggota polisi itu masih dalam proses.

"Prosesnya sedang berjalan di Propam," ujar Hadi.

Penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (6/11) di RSU Bandung Kota Medan. Penganiayaan itu disebut akibat salah paham dari salah seorang anggota Polri yakni Bripda T dengan sekuriti RSU Bandung dan salah seorang perawatnya di salah satu hotel di Kota Medan.

Kemudian, berawal dari empat orang yang sama-sama berteman serta saling mengenal Bripda T, beberapa mahasiswi, dan seorang perawat nongkrong di salah satu kafe dan minum alkohol. Setelah itu pada pukul 04.00 WIB mereka menuju hotel dan memesan dua kamar.

Lantaran kedua perempuan itu mabuk, Bripda T mengunci mereka dari luar kamar. Namun, perawat yang dikunci di dalam kamar itu marah dan menelepon rekan-rekannya yang bekerja di RSU Bandung. Setelah kunci kamar dibuka terjadi cekcok mulut antara Bripda T dengan perawat dan sekuriti RSU Bandung. Perawat dan sekuriti RSU Bandung pun kembali ke tempat bekerjanya.

Namun usai cekcok Bripda T bersama teman-temanya yang terdiri dari enam anggota Polri dan satu warga sipil mendatangi RSU Bandung. Sekawanan anggota Polri dan satu warga sipil itu langsung memukuli sekuriti dan perawat laki-laki di halaman RSU Bandung. Aksi itu sempat terekam kamera pengawas. [ded]