Lima aplikasi wajib pasang selama mudik Lebaran

·Bacaan 4 menit

Untuk pertama kalinya sejak dua tahun pandemi, pemerintah mengizinkan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada libur Lebaran. Mudik Lebaran tahun ini mungkin perlu persiapan ekstra, diperkirakan akan banyak masyarakat yang bepergian selama musim liburan ini.

Agar mudik berjalan lancar, jangan lupa pasang aplikasi-aplikasi ini di ponsel selama untuk menunjang perjalanan. Sebelum memasang berbagai aplikasi, pastikan kapasitas ponsel cukup. Jika perlu, hapus data, video atau foto yang tidak terpakai supaya masih ada ruang untuk memasang berbagai aplikasi ini.

1. PeduliLindungi
Aplikasi yang dikeluarkan pemerintah ini menjadi salah satu hal wajib, terutama untuk masyarakat yang sering berada di luar rumah. Aplikasi ini biasanya digunakan untuk memindai kode QR sebelum masuk fasilitas umum, misalnya stasiun.

Selama mudik, aplikasi ini juga bisa membantu masyarakat yang ada di perjalanan. Pemerintah sudah memberi kelonggaran untuk bepergian tahun ini, namun, untuk masyarakat yang belum mendapat dosis vaksin lengkap, mereka masih harus menunjukkan hasil tes antigen atau PCR negatif.

Aplikasi PeduliLindungi memuat sertifikasi vaksinasi digital, yang bisa ditunjukkan kepada petugas jika diperlukan. Jika harus menunjukkan hasil tes antigen, pengguna bisa melihatnya di fitur Hasil Tes COVID-19 selama klinik tersebut berafiliasi dengan sistem Kementerian Kesehatan.

Ketika merasa kurang enak badan, terutama ketika perjalanan darat dengan kendaraan pribadi, pengguna bisa berkonsultasi dengan layanan telemedisin yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Masyarakat juga bisa mencari fasilitas yang terdekat dengan lokasi dengan aplikasi ini.

Aplikasi PeduliLindungi juga secara berkala memperbarui informasi aturan perjalanan supaya masyarakat tidak keliru mematuhi protokol kesehatan selama mudik.

Baca juga: Noompang, aplikasi cari tebengan bisa untuk mudik jarak dekat

Baca juga: XL Axiata-Kemenhub luncurkan aplikasi digital perjalanan mudik

2. Aplikasi navigasi
Bagi masyarakat yang mudik dengan kendaraan pribadi, aplikasi navigasi tentu tidak boleh ketinggalan dipasang.

Pengguna ponsel di Indonesia biasanya mengandalkan Waze dan Google Maps untuk membantu rute perjalanan. Tiap-tiap aplikasi memiliki keunggulan, keduanya juga bisa digunakan berbarengan supaya pengguna bisa mendapatkan rute mudik terbaik.

Aplikasi Waze biasanya memberikan informasi apakah di titik tertentu ada petugas kepolisian atau gangguan di jalan, berdasarkan laporan dari pengguna lainnya.

Sementara aplikasi Google Maps, selain untuk mencari rute, juga bisa diandalkan untuk mencari apa yang ada di lokasi sekitar, misalnya tempat istirahat dan bengkel.

Aplikasi navigasi online juga menyediakan fitur mengakses secara offline, yang akan sangat membantu untuk menghemat baterai ponsel atau ketika berada di lokasi yang sinyal seluler lemah.

Pada Google Maps, sebelum mudik, tentukan lokasi tujuan dan ketuk lokasi tersebut untuk melihat informasi lainnya. Pada bagian pojok kiri atas layar, ketuk ikon tiga titik dan pilih mengunduh peta offline.

3. Aplikasi pabrikan mobil
Sejak pandemi virus corona, pabrikan mobil mengoptimalkan kanal digital mereka untuk menjangkau konsumen.

Jika mudik menggunakan kendaraan pribadi, pasang aplikasi sesuai dengan merk mobil supaya bisa memberikan panduan ketika mengalami gangguan di jalan. Aplikasi yang ada antara lain Auto2000 Digiroom untuk merk Toyota, Honda e-Care, DaihatsuKu, Halo Suzuki dan My Mitsubishi Motors ID.

Aplikasi biasanya bisa memberikan kontak layanan pelanggan dan lokasi bengkel resmi terdekat. Sejumlah merk memberikan fitur memesan layanan di bengkel resmi sampai layanan montir 24 jam yang bisa datang ke lokasi.

Keunggulan aplikasi seperti ini, konsumen mendapatkan layanan purna jual resmi dari setiap pabrikan mobil.

4. Aplikasi bengkel
Selain aplikasi resmi dari pabrikan mobil, pemudik juga bisa memanfaatkan aplikasi ketiga untuk mencari bengkel terdekat dalam kondisi darurat.

Aplikasi Shop and Drive menyediakan jasa perbaikan datang ke rumah atau ke lokasi. Aplikasi ini juga bisa dipakai untuk mencari suku cadang.

Perusahaan rintisan lokal Otoklix memiliki aplikasi yang bisa memberi tahu lokasi bengkel terdekat, bahkan memesan (booking) tanpa harus datang langsung ke bengkel.

Beberapa pemain menyediakan aplikasi dengan cakupan lokal, seperti Hepicar yang bisa digunakan di Yogyakarta. Mereka menyediakan layanan datang ke rumah untuk perawatan mobil seperti mencuci dan memperbaiki AC.

Hepicar juga bisa digunakan untuk mencari montir terdekat 24 jam yang akan datang ke lokasi.

5. Aplikasi angkutan umum
Bagi masyarakat yang mudik dengan angkutan umum, seperti pesawat terbang, kereta atau bus, adalah wajib memasang aplikasi online travel agent (OTA) untuk memudahkan perjalanan.

Aplikasi yang menyediakan pemesanan tiket angkutan umum antara lain adalah Traveloka, Tiket.com, Pegipegi, dan Mister Aladin.

Biro perjalanan online ini bisa membantu mencari dan memesan tiket perjalanan, terutama jika masih harus menyambung dengan angkutan umum lainnya untuk sampai ke kampung halaman.

Jika kampung halaman tidak bisa dijangkau dengan satu moda angkutan umum, misalnya masih harus naik bus dari stasiun terdekat, gunakan aplikasi yang memiliki ragam pemesanan tiket angkutan umum.

Online travel agent juga terkenal dapat digunakan untuk memesan hotel sehingga ketika harus menunggu transit berikutnya, masyarakat bisa beristirahat dengan nyaman di lokasi terdekat.

Manfaatkan juga aplikasi ini untuk mencari hiburan atau berwisata di kampung halaman.

Menjelang mudik Lebaran, aplikasi perjalanan biasanya memberikan berbagai diskon untuk tiket kereta api, pesawat, hotel dan tempat wisata.

Baca juga: SehatQ dukung pemudik jaga kondisi tubuh

Baca juga: Mudik virtual, kunjungi rumah keluarga lewat aplikasi ini

Baca juga: BMKG imbau pemudik pasang aplikasi pantauan cuaca

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel