Lima BUMN Garap Jembatan Selat Sunda

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • 6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Studentpreneur
    6 Ide Bisnis Sederhana Dimulai dari Smartphone Anda

    Memulai usaha dari sebuah ide bisnis sederhana sangat cocok untuk dilakukan oleh kita yang belum pernah memulai bisnis sebelumnya. Tidak perlu berpikir terlalu rumit untuk mendapatkan pengalaman bisnis yang berharga. Bahkan hanya dengan mempunyai smartphone, Anda bisa memulai bisnis Anda sekarang juga. Beberapa di antaranya bahkan tanpa modal. Apa sajakah? …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan akan melibatkan lima perusahaan pelat merah di bidang konstruksi untuk menggarap pembangunan Kawasan Strategis Infrastruktur dan Jembatan Selat Sunda. Kelima perusahaan itu adalah Hutama Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, Waskita Karya, dan Pembangunan Perumahan.

Kelima perusahaan tersebut akan membentuk konsorsium bersama PT Graha Banten Lampung Sejahtera selaku pelaksana proyek jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera itu. Namun, kata Dahlan, pemerintah belum memilih salah satu di antaranya untuk menjadi pimpinan konsorsium. »Saya masih melihat perusahaan yang lebih berpengalaman,” kata Dahlan setelah mengikuti rapat di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, kemarin.

Proyek ini sempat mandek lantaran pemerintah belum sepakat ihwal pengerjaan studi kelayakan. Saat menjabat sebagai Menteri Keuangan, Agus Martowardojo berkukuh bahwa pra dan studi kelayakan dilakukan oleh pemerintah.

Untuk melaksanakannya, Agus mengusulkan agar Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda direvisi. Usul itu sekaligus mengeliminasi konsorsium Pemerintah Daerah Banten-Lampung dan Artha Graha Network untuk menggarap proyek pembangunan jembatan sepanjang 29 kilometer ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan pemerintah belum memutuskan studi kelayakan akan dikerjakan oleh perusahaan BUMN atau PT Graha Banten Lampung Sejahtera. »Baru akan diputuskan pekan ini setelah menggelar rapat dengan tim tujuh,” katanya kemarin.

Kemarin, sejumlah perusahaan pelat merah menyatakan siap menggarap proyek ini. Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswo Darmawan mengatakan tertarik ikut dalam proyek ini. »Tapi kami bukan sebagai investor, melainkan kontraktor,” katanya dalam pesan pendek kepada Tempo.

Sekretaris perusahaan PT Pembangunan Perumahan Betty Ariana juga mengaku PP tertarik pada proyek ini. Natal Agrawan, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya, juga menyatakan perusahaan berminat menggarap proyek jembatan ini. »Kami siap dengan penawaran tersebut,” katanya kemarin.

ANGGA SUKMA WIJAYA | ANANDA PUTRI

Berita Terpopler

Soal Jokowi, Prabowo: Saya yang Bawa Dia dari Solo

Ahok: Pasar Tanah Abang Bukan Punya Emak Mereka

Demi Anak, Perempuan Ini Berenang Sampai Mati

Sutradara Despicable Me Ternyata Anak N.H. Dini

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...