Lima emas diperebutkan di hari terakhir pertandingan catur PON Papua

·Bacaan 3 menit

Lima medali emas dari nomor catur standar diperebutkan pada hari terakhir pelaksanaan pertandingan cabang olahraga catur Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Swiss Bell Hotel Merauke, Rabu.

Lima emas yang diperebutkan tersebut masing-masing pada kategori catur standar beregu terbuka, beregu putri, perorangan terbuka, perorangan putri, dan perorangan terbatas (veteran). Peraih medali emas akan ditentukan dalam dua babak terakhir setelah sebelumnya menyelesaikan tujuh babak dalam pertandingan yang memakai sistem round robin tersebut.

Di nomor beregu persaingan perebutan medali emas masih ketat. Untuk kategori beregu standar tim Jawa Barat dan Kalimantan Tengah yang sama-sama memimpin dengan 12 poin paling berpeluang merengkuh medali emas. Namun dengan pertandingan masih tersisa dua babak Tim Jawa Timur dan tuan rumah Papua yang sama-sama mengumpulkan poin 11 juga masih berpeluang menggeser Jabar dan Kalteng dari posisi puncak.

Pada dua babak terakhir, Jawa Barat yang diperkuat GM Susanto Megaranto akan berhadapan dengan Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. Kalteng yang mengandalkan pecatur senior IM Ivan Situru ditantang Riau dan Nusa Tenggara Barat.

Baca juga: Jatim dan Jabar berebut emas catur cepat beregu putri PON Papua

Di Kategori beregu putri, Jawa Barat sementara memimpin dengan 11 poin dari empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Pada dua babak terakhir, IM Medina Warda Aulia dkk. akan menghadapi Kalimantan Tengah dan Lampung.

Papua yang mengumpulkan 10 poin akan menjadi pesaing Jabar dalam perebutan emas kategori beregu putri . Tim tuan rumah akan menghadapi Bali dan Sumatera Selatan pada dua babak terakhir.

Sementara itu di nomor perorangan putri, pecatur Jawa Barat IM Irene Kharisma Sukandar memimpin di puncak klasemen dengan mengumpulkan 6,0 poin, hasil dari lima kemenangan dan dua kali remis. Irene unggul 1,0 poin dari saingan terdekatnya WIM Chelsie Monica Sihite yang membukukan 5,0 poin dari tiga kemenangan dan empat kali remis.

Tempat ketiga diduduki WFM Regina Desyari Putri dari Kalimantan Tengah dan WCM Theodora Walukow yang sama-sama mengumpulkan 4,5 poin.

Dengan hasil tersebut, Irene berpeluang besar untuk meraih medali emas nomor catur standar setelah hanya meraih perak di nomor catur kilat dan catur cepat. Adapun dua medali emas nomor itu diborong Chelsie.

Baca juga: Catur standar, kesempatan terakhir Irene dan Taher raih emas PON Papua

Dalam dua babak sisa catur standar, Irena akan menghadapi dua pecatur yang di atas kertas masih di bawah kemampuan Irene, yakni Linarti Putungan dari Sulawesi Utara dan pecatur tuan rumah Papua WNM Ivana Lasama.

Sementara itu, di kategori catur standar terbuka, pecatur Daerah Istimewa Yogyakarta NM Kahfi Maulana memimpin dengan 6,0 poin, dibuntuti secara ketat dengan selisih 0,5 poin oleh IM Yoseph Theollifus Taher yang mewakili Papua dan pecatur Jawa Barat FM Arif Abdul Hafiz yang mengumpulkan 5,0 poin.

Di kategori catur standar terbatas (veteran), unggulan pertama GM Cerdas Barus berpeluang merengkuh medali emas keduanya. Pecatur asal Kabupaten Karo Sumatera Utara ini sementara memimpin dengan 6,0 poin, sama dengan poin yang dimiliki FM Syarif Mahmud dari DKI Jakarta, disusul Danny Juswanto dari Banten yang membukukan 5,0 poin.

Baca juga: Irene Kharisma sementara memimpin di catur standar
Baca juga: Chelsie Monica raih emas kedua setelah menangi nomor catur cepat
Baca juga: DKI dan Jabar berbagi emas di nomor beregu catur cepat PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel