Lima Fakta Kasus Video Syur Perempuan Berkebaya Merah

Merdeka.com - Merdeka.com - Video syur berdurasi 16 menit yang memperlihatkan perempuan berkebaya merah dan seorang laki-laki viral di media sosial.

Pada video tersebut nampak kedua pelaku mengenakan penutup area wajah dan mata kemudian melakukan adegan dewasa. Video tersebut diduga dibuat berdasar dari skenario yang seolah memperlihatkan adegan antara karyawati dan tamu hotel.

Dua pelaku itu ialah laki-laki berinisial ACS dan perempuan berinisial AH. Plh Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim Kompol Harianto Rantesalu menyebut keduanya juga bukanlah pasangan suami istri.

"Bukan (suami istri)," tegasnya.

Selain itu, polisi juga telah menetapkan kedua pemeran video porno tersebut sebagai tersangka dan ditahan.

"Sudah ditetapkan tersangka," lanjut Harianto.

Setelah diselidiki terdapat beberapa fakta yang terungkap dari beredarnya video tersebut. Berikut merdeka.com telah merangkumnya:

Bukan terjadi di Bali

Setelah melewati proses penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mendapatkan informasi tentang tempat kejadian perkara (TKP) dari pembuatan video syur berdurasi 16 menit itu.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto memastikan, video adegan dewasa yang tengah viral tersebut dipastikan bukan terjadi di pulau Bali.

"Hasil penyelidikan sementara ini, dari Ditkrimsus menyampaikan hasil profiling terkait video itu, tidak ada di Bali. Itu di luar Bali," ungkap Kombes Bayu, saat dihubungi Kamis (3/11).

Direkam di Hotel Kawasan Surabaya

Diketahui lokasinya berada di sebuah hotel di kawasan Jalan Sumatera, Gubeng, Surabaya. Terlihat sudut pandang panorama yang ditampilkan dalam video itu dipastikan sesuai dengan letak kamar hotel bernomor 1710.

Kapolrestabes Surabaya melalui Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Muchammad Fakih menjelaskan jika petugas telah mencocokkan tempat atau kamar seperti yang ada di video viral wanita kebaya merah.

Pihaknya juga trlah mengidentifikasi backdrop kasur di mana setiap lantai hanya dipasang satu kamar yang memiliki wallpaper seperti pada video yang tersebar.

"Kini Polrestabes Surabaya bersama Jajaran Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim sedang melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi terkait Kebenaran Video viral wanita kebaya merah tersebut," ujar Kompol Fakih, Minggu (6/11).

Identitas Dua Pemeran Terungkap

Usai terungkap lokasi pembuatan video syur yang terjadi di Hotel kawasan Surabaya, polisi pun telah menguak identitas kedua pemeran video tersebut.

Menurut keterangan dari Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Farman, pihaknya memang telah menangkap kedua pemeran video porno tersebut pada Minggu (6/11) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

Diketahui identitas kedua pemeran video porno tersebut berinisial ACS sebagai pemeran laki-laki yang merupakan warga surabaya, dan pemeran wanita berinisial AH warga Malang.

Sementara disinggung mengenai motif dari kedua pemeran dalam video itu, Farman mengaku belum bisa menyampaikan lantaran hingga kini masih dilakukan proses pemeriksaan.

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui motif dari 2 (orang) pemeran ini melakukan perekaman dan penyebaran konten kebaya merah," tambahnya.

Video Syur dibuat Bulan Juli 2022

Kasi Humas Polrestabes Surabaya Kompol Muchammad Fakih, pembuatan video porno itu diduga dilakukan pada bulan Juli 2022.

Fakih menjelaskan bahwa petugas telah mencocokkan tempat atau kamar seperti yang ada di dalam video viral wanita kebaya merah.

"Dari keterangan petugas hotel dan sejumlah karyawan hotel, diketahui bahwa tiap kamar dipasang Stiker dilarang merokok di bulan Juni-Juli 2022 sedangkan di dalam video tersebut di dalam kamar tidak ada stiker dilarang merokok," tutur Fakih.

Dua Pemeran telah Ditangkap

Pihak kepolisian akhirnya menangkap kedua pemeran video mesum kebaya merah. Penangkapan tersebut juga telah dibenarkan oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman.

"Iya benar," ujar Kombes Pol Farman saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (7/11).

Farman mengatakan jika tim telah berhasil meringkus kedua tersangka, namun terkait lokasi penangkapan dan identitas pelaku, polisi belum dapat membeberkan lantaran masih dalam proses penyelidikan.

Reporter: Putri Oktafiana [cob]