Lima hal untuk capai resolusi Tahun Baru bagi pasien penyakit kronis

Bagi sebagian orang yang memasukkan resolusi terkait kesehatan saat Tahun Baru termasuk berolahraga lebih banyak atau mengubah pola makan mereka, terkadang mengalami kendala.

Ini pun dapat dialami orang yang hidup dengan penyakit kronis dan disabilitas misalnya karena tidak memiliki waktu atau tenaga untuk mengubah pola hidup terutama ketika merawat diri sendiri sudah menjadi pekerjaan penuh waktu.

Namun, ada beberapa langkah yang dapat mereka lakukan untuk mewujudkan resolusi Tahun Baru. Berikut beberapa di antaranya seperti disiarkan Health, belum lama ini:

Jangan membandingkan diri dengan orang lain
Di tahun baru, seseorang mungkin mendengar lebih banyak tentang tujuan profesional yang ingin dicapai orang. Hal ini dapat menyebabkan dia bersikap keras pada diri sendiri, terutama jika tiba-tiba menghadapi gejala baru atau gejala yang memburuk, yang bisa menyita waktu.

“Sangat sulit, terutama dengan penyakit kronis di masa dewasa muda untuk membandingkan diri dengan orang lain,” kata Pendiri dan direktur eksekutif Generation Patient yang hidup dengan kolitis ulserativa Sneha Dave.

Menurut dia, seseorang berada di garis waktunya sendiri, dan tidak ada yang seharusnya membuat dia merasa tertinggal.

Luangkan waktu untuk makan siang
Salah satu resolusi yang dapat membantu orang dengan penyakit kronis dan disabilitas untuk menjaga diri mereka sendiri adalah dengan mengingat makan siang. Makan siang dapat menjadi momen untuk melepaskan diri sejenak dari pekerjaan dan memeriksa diri.


Baca juga: Berhenti merokok jadi resolusi sehat di 2023? Ini tips pakar

Baca juga: Tiga indikator penting pastikan kondisi keuangan sehat

Baca juga: Tips pilih bahan makanan agar jadi santapan sehat dan lezat


Tetapkan tujuan kesehatan yang realistis
Kehidupan setiap orang dengan penyakit kronis dan disabilitas dapat terlihat berbeda, sehingga orang yang berbeda memiliki tujuan kesehatan yang berbeda pula. Mungkin berbicara dengan dokter tentang mencoba obat baru, atau mengikuti kelas daring untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana sebenarnya menerapkan perawatan diri dalam hidup.

“Jika kita melakukan segalanya dengan benar, dan tidak membiarkan rasa bersalah itu membatasi kemampuan kita untuk mencapai tujuan kita,” Eileen Davidson, advokat pasien rheumatoid arthritis.

Apabila suatu tujuan terlalu sulit pada saat ini, orang selalu dapat membuatnya menjadi sesuatu yang diselesaikan pada tahun 2024.

Singkirkan orang negatif dalam hidup
Mengelilingi diri dengan teman sebaya dan penyedia layanan kesehatan yang mendukung sangat membantu saat hidup dengan penyakit kronis atau disabilitas.

“Jika Anda memiliki dokter yang tidak percaya pada Anda, mungkin Anda akan menemukan waktu dan energi di tahun depan untuk menggantikannya dengan seseorang yang mendengarkan Anda dan memusatkan perhatian Anda,” kata Rebecca Cokley dari Ford Foundation’s US Disability Rights Program Officer.

Temukan teman
Berurusan dengan gejala yang membuat frustrasi bisa membuat seseorang merasa kesepian, apalagi di tengah protokol COVID-19. Salah satu cara mengatasinya adalah menjalin hubungan dengan orang lain yang hidup dengan penyakit kronis dan disabilitas.

“Salah satu hal yang paling kuat bagiku, yang tidak aku sadari sampai setelahnya, adalah dukungan teman (dengan kondisi serupa), temukan komunitas," kata Dave.

Dukungan dapat ditemukan di banyak tempat berbeda, termasuk dari sekedar menemukan orang yang disukai di platform media sosial seperti Twitter atau Instagram.

Baca juga: Solusi pemanis aman untuk diabetes

Baca juga: Kiat tetap sehat dan produktif di masa peralihan menuju endemi

Baca juga: Angka diabetes tinggi, Kemenkes ajak masyarakat terapkan hidup sehat